1 Terduga Teroris Dibekuk di Jatim, Pernah Komunikasi dengan Dulmatin & Ditahan ISIS

Merdeka.com - Merdeka.com - Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 antiteror Polri menangkap satu tersangka teroris berasal dari kelompok Jamaah Islamiyah (JI) berinisial RY alias D di Magetan, Jawa Timur (Jatim). RY ditangkap tim Densus 88 antiteror Polri di Jalan Raya Magetan, Jawa Timur, Selasa (2/8) pagi.

"Penangkapan satu tersangka tindak pidana terorisme di Magetan, Jatim," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan di kantor Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (2/8).

Ramadhan mengatakan, RY terdeteksi sempat menjalin komunikasi dengan salah satu teroris paling dicari di Asia Tenggara, Dulmatin, yang meninggal pada tahun 2008. Selain berkomunikasi dengan Dulmatin, RY juga sempat terlibat dalam kegiatan aktivitas teroris internasional di Suriah.

"Keterlibatannya adalah pada tahun 2013 mengikuti seleksi anggota hubungan internasional JI dan melakukan perjalanan ke Suriah melalui Dubai," ujar Ramadhan.

Peran Bangun Komunikasi dengan Kelompok Teroris di Suriah

Dia mengatakan bahwa keberangkatan RY ke Suriah untuk membuka jalur hubungan dengan Free Syrian Army (FSA) dan sejumlah kelompok teroris di negara terletak di Asia Barat tersebut. Menurut Ramadhan, kehadiran RY untuk bergabung ke dalam aktivitas pelatihan militer dengan kelompok teroris di Suriah.

Ramadhan menambahkan, RY juga merupakan anggota bidang hubungan internasional JI. Tersangka diketahui melakukan perjalanan kembali ke Suriah melalui Istanbul untuk membangun hubungan dengan Jabhah Nushrah, organisasi teroris di negara tersebut pada tahun 2015.

"Pada saat di Suriah yang bersangkutan ditawan oleh kelompok militer ISIS. Kemudian juga mempunyai koneksi langsung ke Yaman dalam membuka jalur hubungan JI dan Alqaeda untuk melakukan pelatihan militer di Suriah," tambah Ramadhan. [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel