10.000 Warga Kamboja Demo Oposisi

TEMPO.CO, Phnom Penh – Sekitar 10.000 warga Kamboja menggelar aksi demonstrasi di ibu kota Phnom Penh, Minggu, 9 Juni 2013. Mereka memprotes pemimpin oposisi yang menggambarkan kekejaman penjara Khmer Merah sebagai campur tangan Vietnam.

Aksi tersebut dilakukan dua hari setelah parlemen mengesahkan undang-undang yang melarang pengingkaran kejahatan rezim komunis garis keras. Langkah itu, menurut oposisi Kamboja, bermotif politik sebelum pemilihan umum bulan Juli mendatang.

Dalam rekaman yang dimuat di situs pemerintah bulan lalu, wakil Ketua Partai Penyelamat Nasional Kamboja (CNRP), partai oposisi, Kem Sokha, mengatakan bahwa penjara Tuol Sleng di Phnom Penh dilakukan tentara Vietnam yang  menggulinkan Khmer Merah tahun 1979.

Pihak CNRP membantah. Kem Sokha menyebut pernyataan itu dibuat-buat  agar terlihat seperti masalah politik menjelang pemilihan 28 Juli mendatang. Perdana Menteri Hun Sen berupaya untuk memperpanjang kekuasaan yang telah berlangsung selama hampir tiga dekade.

Mantan penghuni Tuol Sleng,  yang dikenal sebagai penjara S-21, mendesak Kem Sokha untuk minta maaf. Para demonstran berkumpul di sebuah taman di Phnom Penh sebelum menuju kantor pusat CNRP.

»Saya tidak akan membiarkan siapa pun mendistorsi sejarah selama saya masih hidup. Kami menuntut Kem Sokha menyalakan dupa dan minta maaf kepada para arwah,” kata Chum Mey, pemimpin protes, 83 tahun, korban selamat dari kekejaman penjara Tuol Sleng.

Media setempat melaporkan ribuan orang di berbagai provinsi juga ikut turun ke jalan memprotes pernyataan itu, Minggu.

Sekitar 15 ribu orang, baik pria, wanita, dan anak-anak dari Tuol Sleng, disiksa dan dieksekusi selama era »Ladang Pembunuhan”. Mantan kepala penjara, Kaing Guek Eav, yang lebih dikenal sebagai Duch, divonis penjara seumur hidup.

Demonstran membawa spanduk bertuliskan; »Kem Sokha adalah orang pertama yang berani menghina jiwa-jiwa seluruh korban rezim Pol Pot” . Spanduk lain berbunyi: »Kem Sokha lebih pengecut ketimbang Duch.”

Kem sendiri menuding aksi protes itu sengaja diciptakan untuk mengintimidasi para pendukung oposisi menjelang pemilu mendatang.

CHANNEL NEWS ASIA | NATALIA SANTI

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.