10.809 Tenaga Kesehatan di Bangka Belitung Divaksinasi COVID-19

·Bacaan 2 menit
Tenaga kesehatan melakukan kegiatan tes swab massal di Puskesmas Ciganjur, Jakarta, Kamis (7/1/2020). Lonjakan kasus virus corona berpotensi terjadinya krisis tenaga kesehatan (nakes) karena banyak yang tertular dan gugur saat menangani pasien Covid-19. (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat, 10.809 orang tenaga kesehatan (nakes) hingga Jumat 5 Februari kemarin telah menjalani vaksinasi COVID-19 dari target awal 13.174 orang.

"Selama 21 hari vaksinasi massal ini, kita sudah menyuntikkan vaksin kepada 10.809 pejabat publik dan nakes sebagai garda terdepan menangani kasus COVID-19," kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Babel, Andi Budi Prayitno di Pangkalpinang, Sabtu (6/2/2021) dilansir Antara.

Sementara, realisasi vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Bangka 3.404 dari sasaran awal 3.570 orang, Belitung 1.382 dari target 1.539 orang, dan Bangka Selatan sebanyak 854 dari target 1.259 orang.

Selanjutnya, realisasi vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Bangka Barat sebanyak 1.027 dari target awal 1.558 orang, Bangka Tengah sebanyak 937 dari target 1.353 orang dan Kabupaten Belitung Timur sebanyak 666 dari sasaran awal 1.174 orang nakes.

Menurut Andi, kegiatan vaksinasi ini akan terus dilakukan pihaknya hingga 2022 untuk mewujudkan kekebalan tubuh dari serangan COVID-19.

"Sekaligus diharapkan dapat mengurangi penularan COVID-19, menurunkan angka kesakitan, dan kematian akibat virus corona," katanya.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Tidak Abaikan Protokol Kesehatan

Meski kegiatan vaksinasi COVID-19 sudah diberikan, hal ini tidak berarti bahwa mereka yang sudah divaksin boleh mengabaikan protokol kesehatan.

"Bagaimana pun kita tetap harus menjaga diri dari potensi terpapar COVID-19 dan kemungkinan bahwa virus ini telah beradaptasi atau bermutasi. Mengingat saat ini penularan virus tidak lagi didominasi oleh kasus impor, namun sudah terjadi kasus transmisi lokal yang cukup banyak," jelas Jubir Satgas COVID-19 ini.

Oleh karena itu masyarakat diharapkan untuk lebih peduli dengan meningkatkan kewaspadaan dini dari penularan virus.

"Kita tak boleh lengah, bahkan panik, harus tetap awas, waspada dan juga peduli dalam mencegah serta memutus mata rantai penyebaran COVID-19 ini," katanya.

Saksikan video pilihan di bawah ini: