10 alat pendeteksi gempa di Provinsi Bengkulu beroperasi normal

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kabupaten Kepahiang menyebutkan bahwa 10 unit alat pendeteksi gempa bumi di wilayah Provinsi Bengkulu saat ini dalam kondisi baik dan dapat beroperasi dengan normal.

Kepala Stasiun Geofisika Kabupaten Kepahiang Litman saat dihubungi via telpon, Jum'at mengatakan, alat pendeteksi dini gempa bumi di Provinsi Bengkulu dalam kondisi baik dan tidak ada bagian yang rusak.

Baca juga: 7 alat sensor pendeteksi gempa di Sulteng akan beroperasi tahun 2022

"Untuk kondisi peralatan pendeteksi gempa di Provinsi Bengkulu dalam kondisi baik dan beroperasi normal," kata Litman.

Sebanyak 10 unit alat pendeteksi gempa tersebut berada di wilayah Muara Sahung Kabupaten Kaur, Desa Batu Bandung Kabupaten Bengkulu Selatan, di Universitas Bengkulu.


Baca juga: Deteksi gempa, BMKG pasang WRS generasi baru di Kabupaten Karo-Sumut

Kabupaten Kepahiang, Kepulauan Enggano, wilayah Argamakmur dan Marga Sakti Seblat di Kabupaten Bengkulu Utara.

Selanjutnya wilayah Muara Aman Kabupaten Lebong, wilayah Teramang Jaya dan Air Majunto di Kabupaten Mukomuko.

Baca juga: Pemkab Banyumas sambut baik rencana pemasangan alat deteksi gempa

Kemudian untuk sirine peringatan tsunami ada tiga lokasi yang berada di Kota Bengkulu tepatnya di lokasi Sport Center, kantor PMI Kota Bengkulu dan Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bengkulu juga dalam kondisi baik.

"Kami BMKG melakukan pengamatan dan analisa kejadian gempa bumi 24jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu. Dalam waktu kurang dari 5 Menit, hasil analisa harus segera disebarkan," ujarnya.

Baca juga: Penerima terbanyak Jabar, BMKG bantu 16 alat deteksi gempa di Cianjur

Litman menghimbau kepada seluruh masyarakat Provinsi Bengkulu untuk tetap waspada dan tetap melakukan aktivitas seperti biasa

Sebab potensi gempa dan tsunami yang akan terjadi tersebut bukan sesuatu hal yang baru karena Provinsi Bengkulu merupakan wilayah atau daerah rawan terjadinya gempa bumi dan tsunami.

Baca juga: Bunyi pendeteksi gempa di Passo, bukan peringatan tsunami

Serta tidak mudah terpancing dengan informasi-informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan selalu melakukan konfirmasi dengan pihak BMKG dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Sementara itu, Pengamat Meteorologi dan Geofisika Muda BMKG Kepahiang Sabar Ardiansyah menegaskan bahwa bila akan terjadi gempa yang berpotensi terjadinya tsunami maka ketiga sirine tersebut akan mengeluarkan suara lantang untuk memberi informasi kepada masyarakat.

Baca juga: Ahli geofisika Universitas Indonesia buat pendeteksi gempa