10 Anak di Kabupaten Tangerang Diduga Alami Gagal Ginjal Akut, 8 Meninggal Dunia

Merdeka.com - Merdeka.com - Delapan di antara sepuluh anak yang diduga mengalami gagal ginjal akut di wilayah Kabupaten Tangerang, meninggal dunia. Terbaru, ada empat anak meninggal dunia di RSUD Balaraja.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Kabid Yankes) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang Faridz mengungkapkan penambahan empat balita penderita gagal ginjal akut itu adalah data terbaru yang mereka terima.

"Jadi karena ada data-data lama, penambahan itu (empat anak) sebenarnya total ada 10 pasien penderita ginjal akut," kata Faridz, Rabu (2/11).

Keempat balita itu dinyatakan telah meninggal dunia karena penyakit tersebut. "Jadi dari dua data menyusul ini masuk, sudah meninggal juga. Jadi total yang meninggal akibat ginjal akut ada 8 pasien. Sekarang sisa tinggal dua pasien, satu sembuh dan satu masih dirawat," jelas dia.

Faridz menjelaskan, empat anak dari data lama yang meninggal dunia karena gagal ginjal akut itu, sebelumnya mendapatkan perawatan di RSUD Balaraja, Kabupaten Tangerang.

"Untuk data yang menyusul dengan dua pasien ini awalnya dirawat di RSUD Balaraja," ucap Faridz.

Masih Suspect

{mercquote}Kepala Bidang Pelayanan Keperawatan RSUD Balaraja Aang Sunarto mengatakan, empat anak yang pernah mereka rawat, belum dapat dipastikan mengalami gangguan ginjal akut progresif atipikal (GgGAPA) atau atypical progressive acute kidny injury (AKI).

"Kami laporkan ke RSCM kasus suspect, satu kasus ke RSCM dan sedang dalam tahap penelitian apa betul ini atipikal ginjal akut," kata Aang Sunarto.

Sementara tiga kasus lain yang juga merenggut nyawa anak-anak itu, kata Aang, masih dalam tahap persiapan pelaporan ke RSCM

"Yang tiga kasus lagi sedang dalam persiapan dilaporkan ke RSCM, ketiganya memiliki kondisi penyakit lainnya, dengan diare dan dehidrasi berat kedua dengan demam berdarah berat dan penyakit jantung bawaan. Semuanya memiliki penyakit penyerta, makanya ini masih suspect. Apakah nanti ini benar atipikal ginjal akut atau bukan, menunggu perkembangan selanjutnya," kata dia.

Sementara, untuk kasus satu anak meninggal dunia yang telah dilaporkan suspect ginjal akut, juga memiliki penyakit penyerta seperti diare dan dehidrasi berat pada pasien.

"Yang sudah kami laporkan ke RSCM itu disertai penyakit gagal ginjal dengan diare dan dehidrasi berat. Apakah dehidrasi berat ini termasuk yang atipikal ginjal akut, kita tunggu perkembangan dari penelitian RSCM," jelas dia.

Aang menjelaskan, empat orang anak suspek gagal ginjal akut yang telah meninggal dunia itu datang dan menjalani perawatan di RSUD Balaraja dalam rentang 20 September-29 Oktober 2022. Mereka datang ke RSUD Balaraja sudah dalam keadaan cukup parah.

"Datang dalam berbagai keadaan. Yang diare dengan dehidrasi berat ini datang dengan hilang kesadaran, kondisi lemas dan sebagainya. Dan kami memberikan penanganan medis, sesuai dengan kondisi sang pasien. Dari empat anak itu, satu perempuan dan tiga anak laki-laki berusia 9 bulan, 10 bulan, 10 tahun dan 14 tahun," jelasnya.

"Sekali lagi gagal ginjalnya belum tentu disebabkan oleh penyebab yang saat ini sedang ramai. Tapi itu akan tetap diselidiki oleh RSCM," ungkap Aang. [yan]