10 Bulan Gempur OPM, Prajurit TNI Kala Hitam Tiba di Jakarta

Rifki Arsilan
·Bacaan 2 menit

VIVA – Ratusan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari satuan Batalyon Infanteri (Yonif) 312/Kala Hitam Kodam III/Siliwangi kini telah kembali dari medan operasi di Papua.

450 prajurit tempur TNI Angkatan Darat yang bermarkas di Subang, Jawa Barat itu pada hari Selasa kemarin, 6 April 2021 tiba di Dermaga 106, Tanjung Priok setelah purna tugas sebagai Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG selama kurang lebih 10 bulan.

Dilansir VIVA Militer dari keterangan Kolinlamil, Rabu, 7 April 2021, ratusan prajurit Yonif 312/Kala Hitam itu tiba setelah menempuh perjalanan laut dengan menggunakan kapal perang KRI Tanjung Kambani-971 yang dikomandani oleh Komandan Kapal Letkol Laut (P) Tri Hidayat. Seluruh personel dan peralatan tempur milik pasukan penggempur pemberontak OPM itu debarkasi dengan sempurna di Dermaga Pelindo, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Usai melaksanakan debarkasi pasukan dan meterial tempur Yonif 312/Kala Hitam, KRI Tanjung Kambani-971 pun langsung dinyatakan siap untuk melanjutkan operasi militer lanjutan.

Panglima Kolinlamil Laksda TNI Irvansyah dalam perintah berlayarnya, memerintahkan kepada Komandan KRI agar mengutamakan keamanan personel serta material, mewaspadai kondisi cuaca, menjaga moril prajurit selama operasi dan saat lintas laut, terlebih lagi ketika dihadapi dengan cuaca ekstrim akhir-akhir ini.

“Berdasarkan Perpres 66 tahun 2019 Kolinlamil mempunyai tugas pokok sebagai Pembina tunggal angkutan laut militer TNI, untuk itu dalam melaksanakan tugas manfaatkan waktu luang saat lintas laut dengan kegiatan untuk meningkatkan ketahanan fisik mengingat Kita dalam kondisi wabah COVID-19. Ikuti protokol kesehatan yang Ada dengan menjaga interaksi dimanapun sesuai dengan physical distancing" kata Panglima Kolinlamil dalam keterangan resminya.

Untuk diketahui, sebelum melakukan debarkasi pasukan Kala Hitam di Tanjung Priok, KRI Tanjung Kambani-972 juga melakukan debarkasi 450 personel pasukan tawon dan material tempur Satgas Yonif Mekanis Raider 413/Bremoro di Semarang yang juga purna tugas usai menjalankan tugas operasi sebagai Satgas Pamtas RI-PNG Sektor Utara.

Perlu diketahui pula, dalam catatan VIVA Militer, pasukan Satgas Pamtas Kala Hitam pernah beberapa kali terlibat bentrok dengan para pemberontak bersenjata yang terafiliasi dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM). Terakhir, prajurit Yonif 312/Kala Hitam itu terlibat baku tembak dengan kelompok OPM sekitar pertengahan Oktober 2020 lalu. Bentrok antara pasukan asal Brigif 15/Kijang II, Kodam III/Siliwangi dengan OPM itu terjadi di Distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Dalam kontak tembak itu, Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Letnan Kolonel Arm Reza Nur Patria telah memastikan tidak ada korban jiwa dari pihak TNI dalam kontak senjata tersebut.

Baca: Terungkap Usai Tembak Prajurit Kostrad Bripka CS Sempat Buang Senjata