10 Cara Mengatasi Diare saat Puasa yang Mudah dan Aman Dilakukan

·Bacaan 6 menit

Liputan6.com, Jakarta Cara mengatasi diare saat puasa bisa dilakukan dengan mengontrol makanan dan minuman yang dikonsumsi saat buka puasa dan sahur. Termasuk mengonsumsi makanan yang mengandung serat larut dan minuman elektrolit untuk memadatkan feses serta mengembalikan cairan tubuh yang hilang.

Saat mengalami diare, cairan tubuh akan keluar cukup banyak. Tentu di bulan puasa menggantikan cairan yang hilang akan sulit dilakukan. Oleh karenanya cara mengatasi diare saat puasa untuk mengganti dan menyimpan cairan tubuh, dianjurkan saat berbuka dan sahur minum air putih atau minuman elektrolit lainnya.

Larutan oralit adalah salah satu minuman berelektrolit yang sangat baik untuk dikonsumsi saat diare di bulan puasa. Selain serat larut air dan elektrolit, cara mengatasi diare saat puasa wajib mengonsumsi probiotik untuk meningkatkan jumlah bakteri baik dalam perut.

Sebuah studi yang rilis Agustus 2017 di American Family Physician menemukan bahwa probiotik sangat efektif untuk diare yang disebabkan oleh infeksi, diare terkait antibiotik dan bahkan diare dari beberapa gangguan pencernaan, termasuk sindrom iritasi usus besar.

Waspadai bila diare saat puasa yang dialami terjadi setiap 2-3 jam sekali dan berulang. Para ahli merekomendasikan lebih baik puasanya dibatalkan. Berikut Liputan6.com ulas cara mengatasi diare saat puasa dari berbagai sumber, Rabu (21/4/2021).

Cara Mengatasi Diare saat Puasa

Ilustrasi Buah Apel. Credit: pexels.com/drive
Ilustrasi Buah Apel. Credit: pexels.com/drive

Makan Apel saat Buka dan Sahur

Buah apel sangat dianjurkan untuk dikonsumsi saat bukan dan sahur bagi penderita diare. Cara mengatasi diare saat puasa inipun efektif bagi yang sampai mengalami mual dan muntah-muntah.

Menurut sebuah penelitian, anak-anak yang mengonsumsi jus apel murni (tanpa gula) lebih cepat sembuh dari diare. Anak-anak ini bisa lebih cepat keluar dari opname dari pada anak yang hanya mengonsumsi oralit.

Hal ini disebabkan kandungan pektin dalam buah apel. Pektin ini akan membantu feses memadat dan keluar lebih teratur. Apel dikenal memiliki senyawa kimia untuk membantu membunuh bakteri penyebab diare. Buah apel ini akan lebih baik jika dikonsumsi tanpa diolah untuk mengatasi diare.

Makan Pisang saat Buka dan Sahur

Bila sulit menemukan apel, bisa memanfaatkan pisang sebagai cara mengatasi diare saat puasa. Pisang memang sangat baik untuk pencernaan, buah ini baik dikonsumsi saat buka puasa dan sahur.

Buah pisang mengandung pektin, vitamin C, vitamin B6, folat, kalium, dan karbohidrat kompleks. Baik dijadikan sebagai obat diare alami karena dapat membantu memadatkan feses dan menetralkan sistem pencernaan saat diare.

Pektin merupakan serat larut air yang mudah dicerna. Kalium dapat membantu melancarkan sirkulasi darah menuju usus. Kedua kandungan ini akan membantu meringankan kerja usus dan membuatnya bekerja lebih efisien.

Terutama pada proses pengolahan sisa makanan menjadi feses yang lebih padat. Selain melancarkan sirkulasi darah, kalium juga akan mengurangi sensasi mual dan muntah karena diare. Kandungan vitamin C dan karbohidrat kompleks pisang akan meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh untuk melawan infeksi.

Cara Mengatasi Diare saat Puasa

Ilustrasi air putih. Photo by Daria Shevtsova from Pexels
Ilustrasi air putih. Photo by Daria Shevtsova from Pexels

Minum Air Putih saat Buka dan Sahur

Minum air putih adalah cara mengatasi diare saat puasa yang sangat dianjurkan. Konsumsinya bisa dilakukan saat buka puasa dan sahur. Minuman di kedua waktu ini dapat membantu tubuh menyimpan dan mengganti cairan dengan efektif.

Jika pada kondisi biasa mengonsumsi air putih 1,5 liter setiap hari. Maka ketika diare menyerang, konsumsi air putih perlu ditingkatkan hingga 2-2,5 liter. Jika hal ini bisa diterapkan, maka tubuh akan terhindar dari risiko dehidrasi saat diare.

Konsumsi Cairan Oralit saat Buka dan Sahur

Bukan hanya air putih, cara mengatasi diare saat puasa bisa mengandalkan cairan oralit. Fungsi utama cairan ini dapat mencegah dan mengatasi dehidrasi akibat diare. Untuk membuatnya sendiri di rumah, cukup menggunakan campuran air putih, garam, dan gula.

Kombinasi ketiga bahan tersebut mengandung mineral dari air putih, elektrolit dari garam, dan energi yang dibawa dari kandungan gula. Bila masih memungkinkan untuk tidak membatalkan puasa, konsumsilah saat sahur dan buka.

Adanya garam, mampu meningkatkan pengangkutan dan daya absorbsi gula melalui membran sel. Gula dalam larutan NaCl (garam dapur) juga sangat berguna untuk meningkatkan penyerapan air pada dinding usus secara kuat, yang akhirnya membantu proses dehidrasi tubuh dapat berkurang.

Cara Mengatasi Diare saat Puasa

Ilustrasi Yoghurt. Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Yoghurt. Credit: pexels.com/pixabay

Minum Air Kelapa saat Buka dan Sahur

Buah kelapa dikenal memiliki kandungan air tinggi dan cocok dijadikan obat diare. Tidak hanya air, cara mengatasi diare saat puasa dengan kepala efektif karena tinggi kandungan elektrolit dan kalium. Kandungan membantu melancarkan sirkulasi darah dari jantung ke seluruh tubuh penderita.

Sirkulasi darah yang lancar menuju pencernaan yang mengalami peradangan akan membantu sistem imun lebih baik melawan infeksi. Sirkulasi darah yang lancar akan membantu meningkatkan energi agar penderita tidak mudah merasa lemas apalagi setelah puasa dan akan puasa seharian.

Tidak hanya air, karena daging buah kelapa juga tinggi protein dan karbohidrat. Kandungan ini akan membantu menguatkan stamina tubuh saat sedang diare. Membuat perasaan lemah, letih, dan lesu bisa segera dipulihkan kembali.

Konsumsi Yoghurt saat Buka dan Sahur

Yogurt merupakan salah satu sumber probiotik yang sangat baik. Tak heran bila cara mengatasi diare saat puasa dengan sangat direkomendasikan, cocok dikonsumsi penderita intoleransi laktosa juga.

Bakteri dalam yogurt mengubah sebagian laktosa menjadi asam laktat dan menyebabkan yogurt menjadi terasa asam. Probiotik merupakan bakteri hidup yang befungsi untuk menghambat pertumbuhan bakteri jahat di usus. Bakteri hidup atau probiotik, akan mencegah dan mengurangi intensitas diare.

Bahkan dalam ulasan yang diterbitkan dalam Cochrane Database of Systematic Review pada Mei 2013 melaporkan, jika probiotik secara efektif akan mencegah diare yang disebabkan oleh bakteri jahat.

Cara Mengatasi Diare saat Puasa

Ilustrasi es buah. (Instagram.com/@foodjogja)
Ilustrasi es buah. (Instagram.com/@foodjogja)

Menghindari Minuman Manis dan Berkafein

Cara mengatasi diare saat puasa adalah menghindari minuman manis dan berkafein ketika buka puasa dan sahur. Pasalnya saat diare, kondisi tubuh akan cenderung dehidrasi.

Apabila tetap mengonsumsi minuman yang terlalu manis dan berkafein, tubuh akan semakin kehilangan cairan karena kedua sifat minuman ini ialah menarik cairan.

Selain itu, makanan dan minuman manis dapat memperburuk kondisi diare. Lebih baik konsumsi air putih dulu sampai kondisi pencernaan benar-benar sembuh.

Menghindari Makanan Berlemak dan Berminyak

Makanan tinggi lemak dapat memperparah diare dan sakit perut. Jadi sebisa mungkin hindari makanan ini ketika buka puasa dan sahur sebagai cara mengatasi diare saat puasa.

Batasi konsumsi lemak kurang dari 15 gram per hari. Selain itu, jika diare yang dialami belum sembuh 100%, hindari daging merah, mentega, margarin, produk susu, makanan yang digoreng, makanan cepat saji, makanan kemasan siap makan, dan makanan olahan.

Hindari makanan dengan bumbu dan saus yang banyak pada makanan berikut: protein tanpa lemak seperti ayam, ikan, dan telur; Kentang tumbuk; Mi; Nasi; sayuran yang dimasak dengan baik.

Cara Mengatasi Diare saat Puasa

Ilustrasi Obat. Credit: pexels.com/Pietro
Ilustrasi Obat. Credit: pexels.com/Pietro

Makan Buttermilk saat Buka dan Sahur

Buttermilk merupakan salah satu produk olahan susu yang memiliki kekentalan sedang dan rasa asam. Biasanya buttermilk digunakan untuk campuran saus, adonan pancake, atau jenis kue lainnya.

Cara mengatasi diare saat puasa bisa dengan makan buttermilk saat buka dan sahur seperlunya. Lebih direkomendasikan untuk dikonsumsi sebanyak satu gelas tanpa perasa apapun.

Konsumsi ini akan menenangkan lapisan perut yang meradang. Sebab minuman ini kaya akan probiotik yang bisa meningkatkan jumlah bakteri baik di dalam perut.

Konsumsi Obat Diare Seperlunya

Bila cara mengatasi diare saat puasa dengan mengontrol konsumsi makan dan minum sudah tidak mempan, mulai andalkan obat diare. Obat antidiare akan mengurangi gejala, serta mempersingkat lamanya diare sebanyak satu hari.

Melansir dari laman KlikDokter, obat antidiare yang paling sering digunakan adalah loperamide. Obat ini terbukti efektif dan memiliki efek samping yang sedikit.

Loperamide mampu menjadikan kotoran lebih padat dan mengurangi frekuensi buang air besar. Namun, apabila diare telah dirasa tidak kunjung membaik, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter agar dapat ditangani lebih cepat.