10 Cara Menulis Novel yang Menarik Bagi Pemula, Perhatikan Langkahnya yang Tepat

·Bacaan 8 menit

Liputan6.com, Jakarta Cara menulis novel yang menarik bagi pemula merupakan hal yang sangat sulit dan membutuhkan ketekunan. Padahal, menulis novel tidak sesulit yang dibayangkan. Anda hanya butuh niat, kerja keras, tekun, dan juga paham akan tahap-tahapannya.

Novel merupakan salah satu jenis buku yang mudah ditulis oleh semua kalangan. Tidak ada batasan usia maupun profesi untuk menulis novel. Baik pemula ataupun profesional semua bisa menulis novel. Namun tentu berbeda saat Anda menulis novel dan buku jurnal ataupun artikel. Novel memiliki karakteristik sendiri.

Novel merupakan suatu karya sastra berbentuk prosa naratif yang panjang, di mana di dalamnya terdapat rangkaian cerita tentang kehidupan seorang tokoh dan orang-orang di sekitarnya dengan menonjolkan sifat dan watak dari setiap tokoh dalam novel tersebut. Tidak seperti cerpen (cerita pendek), isi cerita sebuah novel jauh lebih panjang dan kompleks, serta terdapat pesan tersembunyi yang ingin disampaikan kepada pembacanya.

Untuk Anda yang ingin menulis novel, apalagi masih pemula jangan takut untuk mencoba. Berikut Liputan6.com, Kamis (24/6/2021) telah merangkum cara menulis novel yang menarik bagi pemula. Penjelasan cara menulis novel ini sangat sederhana sehingga dapat dipahami dengan mudah oleh para pemula yang ingin menulis novel.

Kenali Audiens dan Menentukan Ide Maupun Tema

Ilustrasi Membaca Buku.Credit: pexels.com/Melanie
Ilustrasi Membaca Buku.Credit: pexels.com/Melanie

1. Kenali Audiens

Cara menulis novel yang pertama adalah mengenali audiens. Sebelum Anda menulis novel, sebaiknya Anda kenali dahulu audiens yang akan Anda sasar. Apakah Anda akan menulis novel untuk rentang usia berapa. Mungkin beberapa penulis akan menjawab usia 13-18 tahun. Namun sebenarnya jawaban ini masih terlalu lebar sehingga penulis perlu lebih disempitkan lagi. Misal Anda menargetkan audiens di usia 13 tahun, remaja yang berusia dekat dengan usia 13 akan memiliki ketertarikan atau minat yang berbeda dengan remaja yang berusia lebih tua.

Tetapkan target pembaca pada usia berapa sebelum mulai menulis. Kemudian, mulailah menulis cerita seolah sedang mambacakan cerita dan biarkan mengalir secara alami. Hindari gaya penulisan seperti berpidato. Jika cerita memiliki tema atau pesan, biarkan keluar secara alami dalam cerita.

2. Menentukan Ide dan Tema Novel

Cara menulis novel yang selanjutnya adalah menentukan ide dan tema novel. Jika Anda sudah mengenali audiens yang akan disasar, maka selanjutnya Anda bisa menentukan ide dan tema novel. Hal ini berlaku untuk penulis pemula maupun profesional. Ide merupakan gambaran umum tentang cerita yang ingin ditulis, sementara tema lebih ke spesifik lagi. Ide cerita tidak harus bersifat original. Anda bisa menggunakan ide cerita yang sudah ada sebelumnya seperti cerita tentang percintaan, persahabatan, atau mungkin pembunuhan. Sementara untuk menentukan tema yang lebih spesifik, Anda bisa memilih tema percintaan antara si kaya dan si miskin, kisah persahabatan antara dua orang yang berbeda negara, atau tema-tema lainnya.

Jika masih bingung untuk menentukan ide atau tema cerita, Anda bisa mengambil inspirasi dari novel-novel yang sudah terbit atau membaca buku-buku yang berhubungan dengan hal-hal yang Anda sukai. Dengan begitu, mungkin Anda akan mendapatkan ide cerita dari apa yang telah kamu baca. Intinya, jangan malas membaca dan tetap optimis dalam menulis. Selain ide dan tema, penentukan tujuan juga sangat penting dilakukan. Apakah Anda akan menulis sebuah cerpen, cerbung, flash fiction ataukah novel. Tentukan juga genre nya. Ada banyak genre yang dapat Anda pilih, bisa roman, misteri, fantasi, horor, dan masih banyak genre lainnya. Tulisan Anda juga harus mampu meyakinkan pembaca.

Tentukan Penokohan dan Karakteristik

ilustrasi membaca buku (iStockphoto)
ilustrasi membaca buku (iStockphoto)

3. Penokohan

Cara menulis novel yang selanjutnya adalah penokohan. Penokohan salah satu media Anda sebagai penulis memberikan karakter tokoh di dalam cerita. Di dalam novel, penokohan ibarat sebagai ruh. Novel yang yang penokohannya berkarakter akan menghidupkan cerita itu sendiri. Dengan kata lain, cerita novel tanpa adannya tokoh akan hambar dan mati, karena tidak ada emosi yang diciptakan. Penokohan yang baik apabila ada konflik di dalam cerita itu sendiri. Adapun trik menciptakan konflik dengan cara penokohan. Bentuk penokohan dibagi menjadi beberapa hal sebagai berikut.

a. Tokoh Protagonis

Tokoh protagonis adalah tokoh utama yang mendukung alur cerita dan memiliki watak yang baik. Tokoh protagonis membutuhkan tokoh pendukung satu atau dua orang.

b. Antagonis

Tokoh antagonis salah satu tokoh yang diseting memiliki watak jahat bagi pembaca. Ciri tokoh antagonis ini dibenci oleh dua figur tokoh yang menentang karakternya.

c. Tritagonis

Tokoh tritagonis merupakan tokoh pembantu antara tokoh antagonis dan protagonis. Penokohan ini tidak banyak ditemuni, namun kamu bisa mencoba membuatnya.

4. Karakter yang Kuat

Cara menulis novel yang selanjutnya adalah karakter yang kuat. Dalam pembuatan novel tokoh karakter adalah kunci dari cerita. Sehingga Anda harus benar-benar memberikan karakter kuat kepada si tokoh ini. Buatlah karakter yang “kuat” dan “nyata”. Tidak sulit untuk mendapatkan karakter, Anda bisa mencari inspirasi dari karakter atau tokoh disekitar dan menjadikan mereka karakter fiksi. Untuk memperkuat karakter, Anda dapat mengembangkan tokoh dengan cara mendeskripsikannya.

Cara ini akan membantu pembaca untuk memvisualkan karakter dengan mendeskripsikan penampilan, tingkah laku dan pemikiran tokoh-tokoh yang ada di dalam cerita. Ketika dia berbicara, ungkap karakternya. Anda juga harus menjelaskan secara rounded, lengkap dan seperti manusia biasa supaya karakter semakin kuat.

Deskripsikan jika ia juga punya keinginan, ambisi dan ketakutan, emosi, marah, sedih, riang dan lain lainnya seperti sifat manusia dalam dunia nyata. Buatlah biografi tokoh mulai dari usia, jenis kelamin, arti dari sebuah nama yang dipilih penulis, keluarga, pendidikan, tujuan hidup, masalah dan rintangan, hal yang paling disukai dan segala hal yang terjadi dalam hidup sang tokoh. Selain itu pemberian nama tokoh juga penting untuk menyesuaikan dengan sosok si tokoh.

Setelah menentukan nama tokoh, bagus lagi jika Anda gambarkan fisiknya. Lebih kuat lagi jika menggunakan model nyata. Bisa teman, misalnya. Jangan lupa tamnahkan juga ciri khas si tokoh yang unik. Jangan lupa buatlah karakter yang memorable. Adalah penokohan yang bisa membuat pembaca percaya, bahwa tokoh itu ada. Semua yang ada dalam diri tokoh itu begitu terkesan untuk pembaca. Yang penting lagi, jangan lupa ciptakan tokoh yang masuk akal. Meskipun novel hanya cerita fiktif, namun pembaca selalu memiliki referensi ke kehidupan nyata.

Menentukan Alur Cerita dan Setting

Ilustrasi novel (Photo by Mel Poole on Unsplash)
Ilustrasi novel (Photo by Mel Poole on Unsplash)

5. Menentukan Alur

Cara menulis novel selanjutnya adalah dengan menentukan alur atau plot ceritanya. Alur atau plot ini sangat penting dimiliki pada novel karena merupakan tubuh dari novel itu sendiri. Tentunya melihat plot yang indah ibarat melihat tubuh yang indah dalam sebuah cerita. Tubuh yang terlau rumit untuk dilihat terkadang membuat plot di dalamnya memusingkan. Ada tiga jenis alur atau plot dalam novel sebagai berikut:

a. Plot maju

Plot ini paling mudah dan paling umum digunakan oleh penulis, karena plot ini pasti akan berjalan maju ke depan terus. Penulis dapat memasukkan flashback dalam plot ini, asalkan tidak mendominasi cerita. Sebab, jika cerita didominasi oleh flashback, maka plot tersebut dapat berubah menjadi plot mundur ataupun maju.

b. Plot mundur

Ciri-ciri plot mundur biasanya diawali dengan hasil klimaks di depan. Pembaca dalam hal ini akan dibuat bingung dengan situasi yang tiba-tiba sudah terjadi. Seolah-olah ending cerita ada di halaman awal.

c. Plot maju-mundur

Plot ini biasanya digunakan di dalam novel-novel fiksi. Hanya saja, kamu harus memiliki keahlian khusus dan ketelitian tinggi agar pembaca tidak dibuat pusing dengan cerita di dalamnya. Biasanya plot maju-mundur memiliki presentase plot maju dan mundur sekitar 50:50.

6. Tentukan Setting yang Menarik

Cara menulis novel selanjutnya adalah menentukan setting yang menarik. Menentukan setting juga sangat mempengaruhi alur cerita. Dalam membuat novel, setting bisa berupa waktu dan tempat. Waktu bisa terdiri dari hari, tanggal, siang, malam, minggu, bulan, pagi, sore, tahun, dekade dan lain-lain. Sementara setting tempat dapat berupa lokasi seperti kota atau desa; keadaan lingkungan seperti bersih, kotor; suasana seperti ramai, lengang; cuaca seperti panas, dingin, dan lain-lain.

Menentukan Sudut Pandang dan Dialog yang Penuh Arti

Ilustrasi novel. (dok. Pixabay/Novi Thedora)
Ilustrasi novel. (dok. Pixabay/Novi Thedora)

7. Pilih Sudut Pandang

Cara menulis novel selanjutnya adalah memilih sudut pandang. Sudut pandang seorang penulis dalam menyajikan sebuah cerita juga penting. Karena ini nantinya akan mempengaruhi hasil tulisan. Cara menulis novel terkait dengan penentuan sudut pandang dibagi menjadi tiga hal, sebagai berikut.

a. Orang pertama

Sudut pandang orang pertama penempatkan pembaca sebagai tokoh utama. Tanda sudut pandang orang pertama menggunakan “Aku”.

b. Orang kedua

Sudut pandang orang kedua si pembaca menjadi bagian di dalam cerita, namun bukan sebagai tokoh aku. Melainkan sebagai tokoh pengembira yang terlihat dengan tokoh “aku”.

c. Orang ketiga

Sudut pandang orang ketiga diposisikan sebagai orang lain atau penonton.

8. Buat Dialog yang Penuh Arti

Cara menulis novel selanjutnya adalah membuat dialog. Dalam sebuah karya novel, dialog juga perlu diperhatikan. Dialog yang penuh arti akan membantu pembaca semakin mendalami kisah novel Anda. Meski penting, namun tulislah dialog yang penting-penting saja. Tulis dialog yang ada tujuannya, yang langsung pada masalah, yang langsung menjelaskan. Jangan memilih dialog yang berputar-putar apalagi bertele-tela, hasilnya justru hambar nanti.

Menentukan Klimaks dan Ending Novel

Ilustrasi Membaca Novel Credit: freepik.com
Ilustrasi Membaca Novel Credit: freepik.com

9. Klimaks

Cara menulis novel selanjutnya adalah menentukan klimaks. Klimaks adalah puncak atau titik balik cerita. Ia adalah bagian yang paling dramatis dari cerita. Klimaks, terjadi ketika protagonis memahami apa yang sebaiknya dilakukan atau menyadari tindakan terbaik apa yang seharusnya diambil. Ketegangan yang mengganggu protagonis mengharuskan protagonis mengambil tindakan terbaik yang berujung pada konflik akhir atau klimaks.

10. Menulis Ending

Cara menulis novel selanjutnya adalah menulis ending yang menarik. Ending adalah penyelesaian atas masalah. Anda bisa menulis ending yang terbuka atau ending yang tertutup. Ending tertutup adalah akhir cerita yang menunjuk pada penyelesaian masalah yang sudah tuntas. Sedangkan ending terbuka adalah ending yang konfliknya belum sepenuhnya selesai dan membuka peluang untuk berbagai penafsiran dari pembaca.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel