10 Cara Menyalakan Api Tanpa Korek, Berguna Saat Keadaan Darurat

Liputan6.com, Jakarta Cara menyalakan api tanpa korek sebenarnya sudah ada sejak dahulu. Karena memang pada zaman purba belum ada korek atau alat pemantik untuk membuat api.

Mempelajari cara menyalakan api tanpa korek setidaknya akan menambah kemampuan Anda untuk bertahan hidup saat di alam bebas atau saat dalam keadaan darurat. Karena cara menyalakan api tanpa korek ini hanya membutuhkan bahan dari alam sekitar.

Yang cukup sulit dan cukup menantang dari mempraktikkan cara menyalakan api tanpa korek ini adalah bagaimana untuk sabar. Karena dibutuhkan kesabaran lebih agar dapat melakukan beberapa cara menyalakan api tanpa korek ini mengingat prosesnya harus berulang-ulang agar percikan api muncul.

Agar semakin jelas apa saja cara menyalakan api tanpa korek yang bisa dipraktikkan, maka Liputan6.com telah merangkum 10 cara menyalakan api tanpa korek yang berguna saat sedang dalam keadaan darurat, Jumat (22/5/2020).

Hand Drill dan Fire Plough

Api unggun di malam hari. (Via: tumblr.com)

1. Hand Drill

Kita mulai dengan cara yang paling dasar atau mungkin bisa dikatakan paling kuno, yaitu Hand Drill. Cara ini merupakan cara yang pertama kali ditemukan dalam membuat api. Cara membuat api dengan cara ini cukup memerlukan bahan yang mudah, yaitu hanya menggunakan kayu kering yang panjang cukup panjang berbentuk poros atau seperti anak panah dan papan kayu yang digunakan sebagai alasnya, lalu dengan memutar poros dengan telapak tangan.

Jangan lupa untuk menambahkan rumput kering secukupnya yang berfungsi sebagai sumbu yang akan menjadi penerima percikan api. Rumput kering ini digunakan karena sifatnya yang mudah terbakar saat percikan api sudah sedikit saja keluar.

Namun, kelemahan dari metode ini adalah harus menggunakan tenaga yang cukup banyak untuk dapat membuat percikan api tersebut. Dan usahakan untuk membuat api dengan metode ini pada lokasi yang tidak terlalu memiliki angin kencang.

 

2. Fire Plough

Cara membuat api ini cukup berbeda dengan cara sebelumnya. Jika sebelumnya untuk menghasilkan api kayu harus diputar untuk mendapatkan gesekan sehingga panas dan jadi serbuk api. Pada metode Fire Plough walaupun sama-sama menggunakan kayu namun cara menghasilkan apinya dengan cara digesekan terus menerus munculnya percikan api.

Dengan cara ini memang lebih mudah dari segi bahan-bahan. Namun, sangat tidak efektif karena membutuhkan tenaga yang lebih dan waktu lebih lama.

Bow Drill dan Pump Drill

Rumput yang mengering di Taman Sepeda, Jakarta Selatan, Sabtu (25/8). Kurangnya perawatan serta musim kemarau yang masih berlangsung di Ibukota membuat rumput dan sejumlah tanaman di taman tersebut mati akibat kekeringan. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

3. Bow Drill

Cara membuat api dengan metode ini pada dasarnya sama dengan membuat api dengan metode Hand Drill. Yang membedakan adalah pada alat untuk menggerakan porors atau kayu berbentu anak panah tersebut. Alih-alih menggunakan telapak tangan untuk memutarnya, pada Bow Drill cukup menggunakan alat putat berbentuk busur panah. Itulah mengapa metode ini di sebut dengan Bow Drill.

Ada beberapa hal yang juga harus diperhatikan sebelum membuat Bow Drill. Yaitu, tongkat yang digunakan sebagai poros dan alat kayu haruslah kayu yang sudah sangat kering. Dan sebisa mungkin kayunua tidak terlalu keras dan tidak terlalu empuk. Dan, untuk bagian busurnya, bisa menggunakan kayu segar agar tidak mudah patah dan gunakan tali yang cukup kuat seperti tali sepatu.

 

4. Pump Drill

Pump Drill adalah salah satu cara yang paling disukai dan terbilang cukup mudah dalam menghasilkan api. Menghasilkan api dengan menggunakan cara ini tidak akan menghabiskan terlalu banyak energi dan alatnya pun dapat digunakan berkali-kali

Metode ini sekilas sama dengan metode Bow Drill, hanya saja alat yang digunakan berbeda dari segi alat putar porosnya. Pada metode Pump Drill, poros tersebut diletakkan pada papan kayu yang telah diberi lubang pada bagian tengahnya.

Lalu, papan tersebut diberi tali yang membentang dari sisi kanan dan kiri papan kayu. Setelah itu, kayu poros yang berbentuk anak panah tersebut dimasukkan ke dalam lubang papan dan dililit dengan tali yang telah dipasang pada papan. Setelah itu, lakukan gerakan mendorong kebawah layaknya sedang memompa, tujuannya agar poros tersebut berputar karena tekanan dari lilitan tali terhadap kayu poros.

Bamboo Fire Saw dan Batu Api

ilustrasi hutan bambu (Foto: unsplash/Mirko Blicke)

5. Bamboo Fire Saw

Sebenarnya pada metode ini hampir sama dengan metode Fire Plough. Bedanya hanya pada bahan kayunya. Pada metode ini bambu dipotong dengan panjang 30-50cm dan dengan lebar 5-10 cm. Setelah itu, Anda tinggal menggesekkan bambu satu dengan lainnya hingga timbul percikan api. Saat timbul percikan api jangan lupa untuk di beri rumput kering yang mudah terbakar.

 

6. Batu Api

Cara membuat api tanpa korek ini tergolong sudah cukup modern jika dibandingkan dengan teknik yang sudah sebelumnya. Bahan yang dibutuhkan yaitu baja, batu api dan char cloth atau arang kain. Cara menyalakannya adalah dengan memasukan arang kain ke atas batu api dan gesekan dengan baja.

Lalu tidak lama kemudian akan muncul percikan api yang dapat membakar arang kain dan membuat api akan menyala dengan stabil. Dan, jangan lupa untuk menambahkan serbu kayu atau rumput kering saat percikan api sudah mulai terlihat, agar api semakin membesar pastinya.

Baterai dan Lensa

(Foto: tag.ir)

7. Baterai

Cara ini cukup mudah untuk menghasilkan api. Anda cukup menyiapkan dua batu baterai yang dilengkapi dengan wol baja. Jika tidak ada wol baja maka bisa diganti dnegan kertas aluminium seperti yang ada di bungkus permen karet.

Lalu, caranya dengan meletakan kertas aluminium tersebut masing-masing di ujung kutub positif dan negative dan langsung diarahkan ke tumpukan rumput kering atau serbuk kayu.

 

8. Lensa

Selanjutnya, untuk membuat api dapay digunakan juga sumber dari sinar matahari. Caranya juga sangat mudah, yaitu dengan menyiapkan lensa baik kacamata atau lensa dari kaca pembesar. Anda cukup mengarahkan sorot cahaya yang dihasilkan oleh lensa tepat pada sumber bahan bakar seperti rumput kering. Lalu tunggu beberapa saat dan api bisa dengan mudah menyala.

Es Batu dan Reaksi Kimia

Ilustrasi es batu (dok. Pixabay.com/Putu Elmira)

9. Es Batu

Mungkin cara ini kurang masuk di akal. Namun, cara ini bisa menjadi alternatif jika Anda tidak menemukan lensa. Karena pada prinsipnya, cara menyalakan api dengan es batu sama saja dengan menggunakan lensa.

Cukup cari es batu yang berbentuk sedikit pipih layaknya lensa dan juga memiliki bagian bening, jangan gunakan es batu yang memiliki warna putih. Karena tidak akan efektif menyalurkan cahaya matahari.

 Namun hati-hati dengan aliran air yang leleh dari es batu. Jangan sampai tetesan air yang meleleh menetes di sekitar rumput kering yang telah disiapkan.

 

10. Reaksi Kimia

Cara ini merupakan cara yang paling cepat, namun membutuhkan persiapan untuk membeli bahannya. Karena untuk menyalakan api dengan reaksi kimia diperlukan bahan utama yaitu kristal permanganate kalium dan gliserin. Cara menggunakannya hanya dengan meletakan kertas atau rumput dan daun kering dengan sesendok kalium berada ditengah tumpukan. Lalu, tambahkan beberapa tetes gliserin. Tetesan tersebut akan menimbulkan ledakan kecil yang dapat membakar kertas atau rumput tadi.

Setelah itu, tiup hingga api membesaru dan membakar seluruh daun kering atau kertas tersebut. Dan jika api sudah membesar, bisa ditambahkan kayu bakar agar memperbesar kobaran api dan api lebih stabil.

Itu tadi beberapa cara menyalakan api tanpa korek yang bisa Anda pelajari jika sewaktu-waktu dalam keadaan darurat.