10 Ciri-Ciri Diabetes, Faktor Risiko, dan Penanganannya yang Tepat

·Bacaan 7 menit

Liputan6.com, Jakarta Ciri-ciri diabetes perlu kamu kenali untuk melakukan penanganan dengan segera. Diabetes sendiri adalah penyakit metabolik yang diakibatkan oleh meningkatnya kadar glukosa atau gula darah.

Glukosa menumpuk di dalam darah akibat tidak diserap sel tubuh dengan baik sehingga dapat menimbulkan berbagai gangguan organ tubuh. Padahal gula darah sangat vital bagi kesehatan karena merupakan sumber energi yang penting bagi sel-sel dan jaringan.

Pada penderita diabetes, pankreas tidak mampu memproduksi insulin sesuai dengan kebutuhan tubuh. Sedangkan tanpa insulin, sel-sel tubuh tidak dapat menyerap dan mengolah glukosa menjadi energi.

Ciri-ciri diabetes perlu kamu kenali agar nantinya tidak menimbulkan komplikasi yang berbahaya. Apalagi penyakit ini jika tidak segera ditangani dapat menyebabkan penyakit jantung koroner, stroke, obesitas, serta gangguan pada mata, ginjal, dan saraf.

Berikut Liputan6.com rangkum dari Reader’s Digest dan sumber lainnya, Sabtu (20/3/2021) tentang ciri-ciri diabetes.

Ciri-Ciri Diabetes yang Umum

Ilustrasi Diabetes Credit: pexels.com/steve
Ilustrasi Diabetes Credit: pexels.com/steve

Mudah Lapar

Ciri-ciri diabetes yang umum terjadi adalah mudah lapar. Di fase awal diabetes, penderita akan merasakan lapar secara berlebihan sekalipun sudah makan dengan teratur. Hal ini disebabkan karena makanan yang dikonsumsi sulit diubah menjadi energi akibat kekurangan hormon insulin.

Sering Buang Air Kecil

Ketika memiliki diabetes, tubuh menjadi kurang efisien dalam memecah makanan menjadi gula sehingga kamu memiliki lebih banyak gula yang berada dalam aliran darah.

"Tubuh Anda menghilangkannya dengan membuangnya ke dalam urin," ujar Melissa Joy Dobbins, RD, seorang pendidik diabetes bersertifikat di Illinois dan juru bicara American Association of Diabetes Educators.

Jadi terlalu sering buang air kecil merupakan salah satu ciri-ciri diabetes yang perlu diwaspadai. Kebanyakan pasien tidak menyadari seberapa sering mereka menggunakan kamar mandi.

Lapar dan Gemetar

Selain lapar, ciri-ciri diabetes juga bisa membuat kamu gemetar. Tidak jarang pasien tiba-tiba merasa tidak stabil dan segera harus berusaha mendapatkan karbohidrat, kata Marjorie Cypress, seorang praktisi perawat di klinik endokrinologi di Albuquerque, New Mexico, dan direktur perawatan kesehatan dan pendidikan 2014 untuk American Diabetes Association.

"Ketika Anda memiliki gula darah tinggi, tubuh Anda memiliki masalah mengatur glukosa," jelasnya. "Jika Anda makan sesuatu yang tinggi karbohidrat, tubuh mengeluarkan terlalu banyak insulin, dan glukosa turun dengan cepat. Reaksi ini membuat Anda merasa gemetar, dan cenderung menginginkan karbohidrat atau gula. Ini bisa mengarah ke lingkaran yang buruk.”

Sering Haus

Buang air kecil banyak juga akan membuat tubuh merasa dehidrasi. Dehidrasi membuat seseorang merasa cepat haus dan ingin terus minum. Salah satu ciri-ciri diabetes yang dilihat Dobbins pada pasien adalah mereka menggunakan minuman seperti jus, soda, atau susu cokelat untuk memuaskan dahaga mereka.

Minuman manis ini kemudian mengemas aliran darah dengan gula berlebih, yang bisa menyebabkan masalah tambahan dan memperparah diabetes.

Penurunan Berat Badan

Ciri-ciri diabetes berikutnya adalah penurunan berat badan. Penderita diabetes umumnya akan mengalami penurunan berat badan yang drastis tanpa sebab yang jelas. Hal ini masih berhubungan dengan kekurangan energi yang dialami tubuh.

"Penurunan berat badan berasal dari dua hal," kata Dr. Cypess. “Satu, dari air yang hilang [karena kencing]. Dua, tubuh kehilangan beberapa kalori dalam urin dan tubuh tidak menyerap semua kalori dari gula dalam darah.

"Begitu orang mengetahui bahwa mereka menderita diabetes dan mulai mengendalikan gula darah mereka, mereka bahkan mungkin mengalami kenaikan berat badan, tetapi itu suatu hal yang baik,” kata Dr. Cypess, karena itu berarti kadar gula darah kamu lebih seimbang.

Ciri-Ciri Diabetes Lainnya

Mudah Merasa Lelah

Kelelahan yang berkelanjutan merupakan ciri-ciri diabetes yang penting diperhatikan. Ini karena tubuh tidak memperoleh energi yang cukup dari makanan sebagaimana mestinya. Hal ini dapat disebabkan karena makanan yang kamu makan untuk energi tidak dihancurkan dan digunakan oleh sel seperti yang seharusnya.

Murung

Ketika gula darah rusak, kamu akan mengalami mood yang buruk, kata Cypress, dan mungkin menjadi lebih mudah marah. Faktanya, gula darah yang tinggi dapat meniru gejala seperti depresi.

"Anda merasa sangat lelah, tidak ingin melakukan apa pun, tidak ingin keluar, atau hanya ingin tidur," kata Cypress. Dia akan melihat pasien yang berpikir mereka perlu dirawat karena depresi, tetapi kemudian mengalami peningkatan suasana hati setelah gula darah mereka menjadi normal.

Gangguan Penglihatan

Hal ini merupakan salah satu komplikasi atau penyulit yang sering terjadi pada diabetes. Gula darah yang tinggi menyebabkan kerusakan pembuluh darah di mata, sehingga terjadi gangguan penglihatan.

Pada tahap awal diabetes, lensa mata tidak fokus dengan baik karena glukosa menumpuk di mata, yang sementara mengubah bentuknya.

Infeksi Saluran Kemih

Kadar gula yang lebih tinggi dalam urin dan vagina dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri dan ragi yang menyebabkan infeksi ini. Infeksi berulang sangat mengkhawatirkan.

"Biasanya ketika Anda terus mendapatkan infeksi, dokter akan memeriksa diabetes jika Anda belum mengalaminya," kata Cypress. "Bahkan wanita yang pergi ke ruang gawat darurat untuk infeksi saluran kemih juga sering diperiksa."

Luka Sulit Sembuh

Kadar gula yang tinggi dapat menyebabkan komplikasi jauh sebelum kamu menyadari bahwa kamu menderita diabetes. Salah satunya adalah kerusakan saraf ringan, yang dapat menyebabkan mati rasa di kaki dan menyebabkan kesemutan, kata Cypress.

Selain itu, gejala tersembunyi diabetes lainnya adalah luka yang sulit sembuh. Sistem kekebalan tubuh dan proses yang membantu tubuh menyembuhkan tidak bekerja dengan baik ketika kadar gula Anda tinggi, jelas Dr. Cypess.

Faktor Risiko Diabetes

Ilustrasi Diabetes Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Diabetes Credit: pexels.com/pixabay

Faktor Risiko Diabetes Tipe 1

Diabetes tipe 1 biasanya terjadi karena sistem kekebalan tubuh penderita menyerang dan menghancurkan sel-sel pankreas yang memproduksi insulin.

Hal inilah yang mengakibatkan peningkatan kadar glukosa darah, sehingga terjadi kerusakan pada organ-organ tubuh. Seseorang akan lebih mudah mengalami diabetes tipe 1 ini jika memiliki faktor risiko seperti berikut:

- Memiliki keluarga dengan riwayat diabetes tipe 1.

- Menderita infeksi virus.

- Orang berkulit terang diduga lebih mudah mengalami diabtes tipe 1 dibandingkan ras lain.

- Diabetes tipe 1 banyak terjadi pada usia 4-7 tahun dan 10-14 tahun, walaupun diabetes tipe 1 dapat muncul pada usia berapapun.

Faktor Risiko Diabetes Tipe 2

Diabetes tipe 2 ini disebabkan oleh sel-sel tubuh yang menjadi kurang sensitif terhadap insulin, sehingga insulin yang dihasilkan tidak dapat digunakan dengan baik. Pada kasus diabetes tipe 2, seseorang akan lebih mudah mengalami kondisi ini jika memiliki faktor risiko seperti:

- Kelebihan berat badan.

- Memiliki keluarga dengan riwayat diabetes tipe 2.

- Kurang aktif. Pasalnya aktivitas fisik ini membantu mengontrol berat badan, membakar glukosa sebagai energi, dan membuat sel tubuh lebih sensitif terhadap insulin. Jadi, kalau kurang aktif bergerak, seseorang bisa lebih mudah terkena diabetes tipe 2 ini.

- Bertambahnya usia.

- Menderita tekanan darah tinggi.

- Memiliki kadar kolesterol dan trigliserida abnormal. Seseorang yang memiliki kadar kolesterol baik atau HDL yang rendah dan kadar trigliserida yang tinggi lebih berisiko mengalami diabetes tipe 2.

Penanganan Diabetes

Sumber: Freepik
Sumber: Freepik

Dalam penanganan diabetes, para ahli kesehatan menggunakan istilah “5 Pilar” yang mencakup:

Edukasi (Perubahan Gaya Hidup). Edukasi yang dilakukan mencakup pemberian informasi mengenai perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan. Hal ini dimaksudkan agar penderita diabetes merasa termotivasi serta mendapatkan informasi mengenai perilaku hidup sehat. Informasi tersebut mencakup pemantauan gula darah mandiri, tanda dan gejala dari komplikasi yang dapat timbul, serta cara mengatasinya.

Pengaturan Pola Makan. Hal-hal yang perlu ditekankan adalah pentingnya keteraturan dalam pola makan termasuk jadwal makan, jenis makanan, serta jumlahnya. Bila penderita diabetes berkonsultasi dengan dokter, juga dapat dilakukan perhitungan berat badan ideal, asupan kalori yang disarankan setiap harinya, serta proporsi dari lemak, protein, dan karbohidrat yang dapat dikonsumsi.

Olahraga. Penderita diabetes disarankan berolahraga secara teratur, setidaknya 3–4 kali seminggu selama minimal 30 menit. Selain menjaga kesehatan, olahraga juga dapat membantu menurunkan berat badan dan memperbaiki sensitivitas insulin, sehingga memperbaiki kendali glukosa darah. Jenis-jenis olahraga yang disarankan adalah aktivitas aerobik seperti berjalan kaki, bersepeda, berlari, maupun berenang.

Obat-obatan. Untuk diabetes tipe 1, pengobatan dapat berupa insulin yang diberikan melalui suntikan. Sedangkan untuk diabetes tipe 2, terdapat beberapa golongan obat oral yang dapat diberikan sesuai indikasi oleh dokter. Namun, pada kasus-kasus tertentu, insulin suntik juga dapat diberikan untuk diabetes tipe 2.

Pemantauan Gula Darah Mandiri. Saat ini, banyak tersedia alat pengukur kadar gula darah yang mudah dipakai. Hasil yang didapat umumnya dapat dipercaya bila kalibrasi dari alat dilakukan dengan baik dan pemeriksaan dilakukan sesuai cara yang dianjurkan. Waktu yang dianjurkan untuk pemantauan gula darah mandiri adalah sesaat sebelum makan, 2 jam setelah makan, menjelang tidur, atau ketika mengalami gejala-gejala tertentu.