10 Ciri-Ciri Pasar Monopoli dan Pengertiannya yang Perlu Diketahui

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Pengertian pasar monopoli adalah berasal dari bahasa Yunani “monos” dan “polein” yang memiliki arti “sendiri” dan “penjual” mengutip buku Jun Surjanti, Musdholifah, dan Budiono tentang Teori Ekonomi. Maka secara terminologi, pasar monopoli adalah tempat jual beli yang hanya ada satu penjual atau produsen monopoli atau monopolis.

Memahami lebih dalam tentang pasar monopoli adalah lebih gamblang dengan memerhatikan ciri-ciri pasar monopoli. Paling khas dari ciri-ciri pasar monopoli adalah produk yang dijual oleh satu-satunya produsen monopoli unik atau tidak bisa ditemukan di tempat lain. Begitu pula bagi pembeli dari ciri-ciri pasar monopoli, tidak bisa melakukan apapun selain membeli.

Dalam menentukan harga dan promosi, ciri-ciri pasar monopoli berbeda dengan jenis-jenis pasar lainnya. Harga di pasar monopoli adalah berada dalam kekuasaan penuh monopolis. Sementara promosi para monopolis yang menjadi ciri-ciri pasar monopoli, dilakukan semata untuk menjalin hubungan baik dengan pelanggan bukan menawarkan produk.

Berikut Liputan6.com ulas tentang ciri-ciri pasar monopoli dari berbagai sumber, Selasa (5/10/2021).

Ciri-Ciri Pasar Monopoli

1. Ciri-ciri pasar monopoli adalah terdapat satu penjual atau produsen.

2. Ciri-ciri pasar monopoli adalah pembeli hanya bisa memainkan peran sebagai pembeli produk yang tersedia oleh satu produsen.

3. Ciri-ciri pasar monopoli adalah penjual atau produsen memiliki kekuasaan penuh untuk menentukan harga jual (price setter atau price maker).

4. Ciri-ciri pasar monopoli adalah penjual atau produsen monopoli mengendalikan produksi dan jumlah produk yang dihasilkan.

5. Ciri-ciri pasar monopoli adalah produk yang dihasilkan oleh produsen monopoli selalu unik karena tidak bisa dihasilkan oleh produsen dari perusahaan lainnya.

6. Ciri-ciri pasar monopoli adalah selalu ada halangan bagi penjual atau produsen baru berupa legalitas yang diatur dalam undang-undang, ketersediaan teknologi canggih, dan modal besar yang sulit dimiliki.

7. Ciri-ciri pasar monopoli adalah tidak memerlukan banyak promosi bagi satu-satunya penjual atau produsen monopoli karena semua pembeli di pasar monopoli pasti membelinya dan tidak memiliki pilihan lain.

8. Ciri-ciri pasar monopoli adalah promosi atau iklan yang dilakukan oleh penjual di pasar monopoli bukan untuk kegiatan menarik pelanggan tetapi semata hanya untuk terus menjalin hubungan baik dengan pembeli atau konsumen.

9. Ciri-ciri pasar monopoli adalah ada hak membatasi pendatang atau produsen baru bagi satu-satunya penjual di pasar monopoli.

10. Ciri-ciri pasar monopoli adalah bagi pembeli di pasar monopoli tidak bisa berbuat banyak dalam menentukan syarat kegiatan jual-beli di pasar monopoli kepada penjual satu-satunya.

Jenis-Jenis Pasar Lainnya

1. Jenis-Jenis Pasar dari Sifat dan Waktu

- Pasar harian

Jenis-jenis pasar berdasarkan sifat dan waktunya yang pertama adalah pasar harian. Sesuai dengan namanya, di pasar ini setiap hari terjadi kegiatan transaksi antara penjual dan pembeli hingga menemukan harga yang disepakati. Pasar harian banyak dijumpai di daerah-daerah di Indonesia. Contohnya seperti pasar-pasar tradisional.

- Pasar mingguan

Sesuai dengan namanya, pasar mingguan hanya terjadi sekali dalam satu minggu. Jenis-jenis pasar ini bisa kamu temui seperti Sunday Morning di UGM, pasar kliwon, pasar Senin dan sebagainya.

- Pasar tahunan

Jenis-jenis pasar berdasarkan waktunya juga ada yang diselenggarakan sekali dalam satu tahun. Pasar itu disebut pasar tahunan. Contoh pasar tahunan seperti Pasar Raya Jakarta atau PRJ, pasar sekaten di Yogyakarta dan sebagainya. Pasar tahunan biasanya terjadi di kota-kota besar.

- Pasar temporer

Pasar temporer adalah kegiatan transaksi antara penjual dan pembeli yang terjadi pada waktu-waktu tertentu saja. Jenis-jenis pasar temporer misalnya adalah bazar murah.

2. Jenis-Jenis Pasar dari Wujudnya

- Pasar nyata

Jenis-jenis pasar berdasarkan wujudnya yang pertama adalah pasar nyata. Pasar nyata yang dimaksud adalah dimana pasar terjadi langsung transaksi tawar menawar atau kegiatan jual-beli antara dua belah pihak (penjual dan pembeli). Contoh pasar nyata atau kerap disebut pasar konkret adalah pasar-pasar tradisional.

- Pasar tak nyata (pasar abstrak)

Dikatakan pasar abstrak karena antara penjual dan pembeli bertemu langsung namun produk atau jasanya tidak tampak. Contoh pasar abstrak adalah pasar modal, pasar uang, pasar barang berjangka, pasar valuta asing dan sebagainya.

3. Jenis-Jenis Pasar dari Transaksi

- Pasar tradisional

Dilihat dari cara transaksinya, pasar tradisional menggunakan cara transaksi dimana adanya tawar-menawar harga secara langsung secara bertatap muka. Pasar tradisional banyak sekali ditemukan di Indonesia, baik di pelosok daerah hingga di kota-kota besar.

- Pasar modern

Jika ada pasar tradisional, muncul juga pasar modern. Pasar modern sedikit berbeda dengan pasar tradisional. Di pasar modern, pembeli dan penjual tidak ada kegiatan tawar-menawar karena harga yang dipatok adalah harga pas. Selain itu, di pasar modern pembeli melayani dirinya sendiri. Contoh pasar modern seperti mall, plaza, supermarket dan sebagainya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel