10 Dampak Negatif dari Sosial Media

Dian Lestari Ningsih, deqaa
·Bacaan 7 menit

VIVASosial media diciptakan dengan maksud baik yaitu untuk sarana berkomunikasi dengan seseorang. Entah itu orang yang dikenal namun sudah terpisah oleh jarak atau juga orang yang benar-benar baru. Sosial media ini tak kenal yang namanya jarak dan waktu, penggunannya bisa bebas menggunakan sosial media dan berinteraksi dengan semua orang.

Terkesan baik, ternyata sosial media juga bisa membawa dampak negatif bagi orang-orang yang terlalu sering menggunakan sosial media. Mereka yang masih muda juga cukup rentan untuk menerima dampak buruk ini apabila tidak mendapatkan arahan dari orang tua atau tidak bijak dalam menggunakan sosial media. Berikut sejumlah dampak negatif yang bisa ditimbulkan dari sosial media.

10. Minder Dengan Fisik

Standard kecantikan setiap orang pastinya berbeda-beda. Karena di sosial media kita bisa bertemu dengan banyak orang, maka kita bisa mendapatkan informasi mengenai seperti apa sih standard kecantikan dari setiap orang dari negara yang berbeda. Bagus jika seandainya kita bisa mengambil segi positif bahwa setiap orang itu unik. Tapi bagi mereka yang tidak, orang-orang seperti ini yang bisa menjadi tidak percaya diri akan fisiknya.

Melihat foto model terkenal misalnya, banyak orang menjadi tergila-gila ingin memiliki bentuk tubuh seperti model. Langsing, tinggi, seksi, berisi, berotot, dan lain sebagainya. Karena terlalu terobsesi dengan hal seperti demikian banyak orang melakukan hal ekstrim untuk mencapai target. Padahal belum tentu juga cara yang dilakukan benar. Apalagi ditambah bahwa foto dari model tersebut pastinya sudah diambil dari angle yang pas dan sudah melalui yang namanya proses editing.

9. Penipuan

Orang dengan niat yang tidak baik itu pasti ada dan kita tidak tahu kapan dan dimana bisa bertemu dengan mereka. Maka dari itu kita harus selalu berhati-hati ketika bertemu dengan seseorang yang baru dikenal dan juga yang sudah dikenal. Di sosial media juga kita harus menerapkan prinsip hati-hati karena disini kita bisa berkenalan dan bertemu dengan banyak orang dimana memperbesar kemungkinan terjadinya tindak kejahatan.

Para pelaku kejahatan yang beraksi di sosial media tidak pernah berpikir siapa yang akan mereka jadikan korban. Selama ada kesempatan, mereka pasti akan memanfaatkannya. Dari yang masih muda sampai dewasa sudah banyak yang menjadi korban para penipu. Para penipu ini memiliki segudang cara untuk mengelabui korbannya. Tips bagi pengguna sosial media untuk selalu berhati-hati dan jangan pernah membagikan informasi penting ke sembarangan orang.

8. Penyebaran Hoax

Sosial media bukan cuma menjadi media untuk berkenalan dengan orang baru saja. Sejumlah orang ada yang memanfaatkannya untuk membagikan informasi. Permasalahannya, informasi yang dibagikan tersebut apakah benar atau palsu? Kalau zaman dulu dimana berita dibagikan melalui koran, bisa diyakini bahwa berita tersebut telah melalui serangkaian tahapan sebelum dirilis agar memastikan berita yang dibagikan benar dan bermanfaat.

Di sosial media, orang awam bisa dengan mudahnya menekan tombol share mengenai informasi yang dibaca tanpa melakukan cek terlebih dahulu apakah berita tersebut benar atau hoax. Tidak sedikit orang yang menjadi penyebar berita hoax dan termakan akan berita tersebut. Jika kita menemukan berita yang sekiranya penting, lakukan cek lebih mendalam mengenai kebenaran berita tersebut. Jangan sampai kita termakan hoax apalagi menyebarkannya.

7. Tergila-Gila Dengan 'Like'

Hampir semua orang sekarang memiliki akun sosial media. Rentang usia penggunanya sangat bervariasi mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Tidak ada yang salah dengan itu selama penggunanya bisa menggunakan dan memanfaatkan sosial dengan bijak. Permasahannya, bahkan yang sudah dewasa saja terkadang masih bisa terbawa efek negatif dari sosial media.

Salah satu dampak buruk yang ditimbulkan dari sosial media adalah tergila-gila dengan yang namanya like atau love. Fitur like atau love ini berfungsi sebagai tanda bahwa postingan kita disukai atau disetujui oleh orang. Semakin banyak like yang didapat bisa mendatang rasa senang pada seseorang. Tak heran banyak orang yang berlomba-lomba posting sesuatu demi mendapatkan like yang banyak. Padahal like yang diberikan belum tentu orang tersebut menyukai postingan kita. Bisa saja karena iseng atau karena alasan lain.

6. Memecah Fokus atau Konsentrasi

Sosial media memang mengasyikan. Selain bisa berkenalan dengan orang, kita juga bisa mencari berita terkini, serta ada sosial media yang menyediakan mini game. Semua hal menarik disematkan ke dalam sosial media dengan tujuan agar menarik banyak orang untuk menggunakan sosial media dalam jangka waktu yang lama. Semakin lama seseorang mengakses sosial media, semakin besar pula profit yang didapat oleh si pembuat sosial media.

Pengguna sosial media terbawa perasaan bahagia yang sesaat ketika menggunakan sosial media. Kita sering lupa bahwa ada kegiatan lain yang lebih penting yang musti dikerjakan. Tapi karena sosial media ini, fokus jadi terpecah. Begitu ada notifikasi, langsung meninggalkan pekerjaan yang sedang dilakukan dan langsung melihat smartphone. Alhasil, pekerjaan semakin tertunda dan kita bisa dimarahi oleh atasan. Kecuali kalau memang pekerjaan utama mengharuskan untuk bersosial media, silahkan saja.

5. Menjauhkan Yang Sudah Dekat

Tak ada batasan waktu dan jarak ketika sedang menggunakan sosial media. Kita bisa berinteraksi dengan orang dari mana saja melalui sosial media. Tidak perduli jaraknya beratus-ratus kilometer, siang maupun malam. Kalau sudah menemukan orang yang pas, rasanya kita jadi enggan jauh dari sosial media dan ingin berinteraksi terus dengannya.

Saking intensnya berkomunikasi dengan orang baru di sosial media, kita seringkali lupa bahwa orang di dekat kita juga butuh komunikasi. Yang jauh didekatkan, yang dekat menjadi jauh akibat terlalu fokus dengan sosial media. Bahkan ketika acara keluarga atau kumpul bersama teman, lebih banyak orang fokus dengan handphonenya daripada dengan orang sekitarnya.

4. Jam Istirahat Terganggu

Setiap orang memiliki kecanduan terhadap sesuatu. Bisa kecanduan olahraga, nonton, mendengarkan musik, dan juga sosial media. Yang namanya kecanduan itu sudah pasti berlebihan dan berbahaya. Hidup itu perlu keseimbangan, terlalu sibuk akan suatu hal akan membuat hal lain jadi terlupakan.

Sosial media adalah salah satu hal yang bisa membuat orang candu. Orang bisa lupa yang namanya waktu ketika asyik bersosial media. Niatnya mau melihat sebentar, ternyata sudah malam. Tapi karena masih asyik, maka dilanjutlah berselancan di sosial media. Jelas ini merusak jam tidur dan juga kesehatan. Kalau sudah kurang tidur, kesehatan terganggu, mood juga ikut rusak.

3. Tidak Bisa Membedakan Sosial Media Dengan Realita

Sosial media menjadi tempat orang membagikan segala macam hal. Momen jalan-jalan ke luar negeri, ketika berolahraga, bermesraan dengan pacar, foto keluarga, dan lain sebagainya. Memang tidak ada larangan untuk membagikan momen tersebut, kita lah sebagai pengguna yang musti bijak dalam menanggapi momen yang dibagikan tersebut,

Kita harus bisa membedakan antara realita dan sosial media. Tidak semua hal yang dibagikan di sosial media itu adalah kebenaran. Membagikan momen romantis dengan pacar belum tentu di dunia nyata mereka seromantis itu. Siapa tahu saja itu sebagai kedok atas masalah yang mereka alami. Foto di luar negeri, belum tentu juga foto tersebut benar-benar diambil saat liburan di luar negeri. Bisa saja mengambil lokasi dimana lalu ditag lokasi di luar negeri. Belajarlah untuk selalu bersikap skeptis.

2. Cyber Bullying

Pernahkah kalian mengalami yang namanya bullying? Bullying adalah suatu tindakan yang dilakukan untuk meremehkan atau merendakah seseorang. Orang yang melakukan bullying merasa bahwa dirinya lebih superior sehingga berhak memperlakukan orang lain dengan sesukanya. Tidak cuma di dunia, aksi bullying juga bisa terjadi di sosial media. Karena dilakukan di sosial media, dinamakan cyber bullying.

Intinya tetap sama yakni merasa diri superior sehingga berhak melakukan tindakan merendahkan orang lain. Jelas tindakan ini tidak dibenarkan karena bisa memunculkan dampak yang tidak diinginkan terhadap korban yang dibully. Kita tak pernah tahu seberapa kuat orang menahan bullying. Korban bully bisa saja stres dan tidak sedikit yang memilih untuk bunuh diri. Jangan sampai kita menjadi korban, pelaku, atau mendiamkan aksi bullying ini dalam bersosial media.

1. Depresi

Terlalu sering menghabiskan waktu di sosial media ternyata bisa menyebabkan depresi dan stres. Padahal orang bersosial media dengan tujuan untuk rileks dan meringankan beban pikiran. Kenyataan yang terjadi malah bisa sebaliknya. Makanya sosial media itu sama seperti pedang bermata dua. Di satu sisi bisa bermanfaat, sisi lain berbahaya.

Menghabiskan waktu terlalu banyak di sosial media bisa berdampak pada kesehatan fisik dan mental. Terlalu seru sampai lupa waktu tidur jelas akan mempengaruhi fisik. Ekspetasi berlebihan, informasi palsu, sulit membedakan realita dengan dunia maya, standard kecantikan yang berlebihan bisa berdampak pada kesehatan mental. Meluangkan waktu di sosial media boleh-boleh saja asal disesuaikan dengan waktu.

SUMBER ASLI