10 Hari Pertama Pembukaan Kembali, 30 Ribu Orang Tiba di Thailand

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) telah mengumpulkan sejumlah data untuk 10 hari pembukaan perbatasan kembali Thailand sejak 1 November 2021. Dari data tersebut terungkap bahwa terdapat 30.000 orang tiba di Negeri Gajah Putih itu.

Sementara hampir 150 ribu aplikasi diajukan untuk mendapatkan Thailand Pass untuk bisa masuk ke negara itu. Laporan TAT menyatakan bahwa total gabungan pelancong internasional yang tiba di semua bandara internasional Thailand, baik bandara Bangkok, Chiang Mai, Phuket, dan Koh Samui, dari 1 hingga 10 November 2021 mencapai 30.538 pelancong, melansir dari laman The Thaiger, Sabtu, 13 November 2021.

Itu berarti ada sekitar 3.000 pendatang per hari. Dibandingkan dengan 2019, prapandemi, di mana rata-rata 108.000 pengunjung akan tiba. Perlu juga diingat bahwa tidak semua yang datang adalah turis.

Sementara, dalam 11 hari pertama pembukaan kembali Thailand, hampir 150 ribu orang telah mengajukan Thailand Pass yang diperlukan untuk memasuki kerajaan. Dari jumlah tersebut, sekitar 63 persen telah disetujui sejauh ini, 24 persen di antaranya mendapat persetujuan otomatis.

Kedatangan tersebut membuktikan bahwa karantina telah menjadi penghalang utama untuk menarik wisatawan internasional. Orang-orang yang memasuki Thailand menggunakan program Test & Go yang hanya membutuhkan karantina cukup lama untuk menerima hasil tes RT-PCR Anda saat mendarat kalah jumlah dengan hampir dua banding satu mereka yang menggunakan paket Sand Box tujuh hari Living in the Blue Zone atau opsi Karantina Bahagia yang memerlukan tujuh hingga 10 hari dalam isolasi.

Sementara jumlah untuk setiap negara telah meningkat. Anehnya dari 10 negara asal teratas orang yang bepergian ke Thailand dalam 10 hari pertama November 2021 berada dalam urutan yang sama persis setelah enam hari pertama pembukaan kembali.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

10 Negara Teratas yang Mengunjungi Thailand

Ilustrasi bendera Thailand (AP/Sakchai Lalit)
Ilustrasi bendera Thailand (AP/Sakchai Lalit)

Dari 10 negara yang mengunjungi Thailand selama 10 hari pembukaan kembali, Amereka Serikat menempati posisi pertama. Sementara Uni Emirate Arab menempati posisi terbawah.

1. Amerika Serikat: 3.864 orang

2. Jerman: 3.274 orang

3. Inggris: 1,785 orang

4. Jepang: 1,713 orang

5. Korea Selatan: 1,296 orang

6. Rusia: 1,296 orang

7. Swiss: 1,116 orang

8. Swedia: 1,041 orang

9. Prancis: 923 orang

10. Uni Emirat Arab: 810 orang.

Ubah Kebijakan

Ilustrasi Bandara Don Mueang. (dok. Instagram @moosk131/ /https://www.instagram.com/p/B_ZPUnDp-Q4/Dinny Mutiah)
Ilustrasi Bandara Don Mueang. (dok. Instagram @moosk131/ /https://www.instagram.com/p/B_ZPUnDp-Q4/Dinny Mutiah)

Sebelumnya, Thailand kembali memperbarui daftar negara yang warganya boleh memasuki negara mereka tanpa perlu menjalani proses karantina Covid-19. Dari sebelumnya 46 negara, kini Thailand menambah daftarnya menjadi 63 negara, termasuk Indonesia.

Daftar 63 negara tersebut dikeluarkan Kementerian Luar Negeri Thailand per Sabtu, 30 Oktober 2021. "Indonesia masuk dalam daftar terbaru 63 low-risk countries/territories yang bisa masuk Thailand tanpa karantina per 1 November 2021," tulis keterangan KBRI Bangkok di akun Twitter dan Instagram resminya, Minggu, 31 Oktober 2021.

Tak hanya Indonesia, semua negara ASEAN lain juga diperbolehkan berkunjung tanpa karantina, yaitu Brunei, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura dan Vietnam. Amerika Serikat (AS), China dan beberapa negara Eropa juga masuk dalam daftar tersebut. Semua orang, termasuk dari Indonesia, wajib mendaftarkan diri lewat sistem bernama Thailand Pass QR Code atau Thailand Pass yang mulai beroperasi 7 November 202.

[INFOGRAFIS] Kutukan Kudeta di Negeri Gajah Putih

Kudeta terjadi lagi di Thailand setelah status darurat diberlakukan. Ini bukan kali pertamanya militer menggulingkan pemerintahan sipil.
Kudeta terjadi lagi di Thailand setelah status darurat diberlakukan. Ini bukan kali pertamanya militer menggulingkan pemerintahan sipil.
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel