10 hari terakhir di Kulon Progo tak ada penambahan pasien COVID-19

·Bacaan 2 menit

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencatat selama 10 hari berturut-turut tidak ada penambahan pasien terkonfirmasi positif COVID-19 sehingga kasus aktif di wilayah ini tinggal tiga orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kulon Progo Baning Rahayujati di Kulon Progo, Selasa, mengatakan perkembangan kasus COVID-19 sudah melandai berkisar 0-1 kasus.

"Dengan melandainya kasus COVID-19 ini maka kasus aktif sebanyak tiga kasus dari total kasus sejak awal pandemi hingga kini sebanyak 22.259 kasus," kata Baning.

Baca juga: Vaksinasi anak 6-11 tahun di Kulon Progo capai 77,75 persen

Ia mengatakan selama lima hari berturut-turut, tingkat keterisian bangsal rumah sakit rujukan COVID-19 di Kulon Progo sebanyak 125 tempat tidur nol persen, dan tingkat keterisian antrean di IGD juga nol persen.

"Seluruh tempat tidur untuk pasien terkonfirmasi COVID-19 di dua RSUD dan tujuh RS swasta dalam kondisi siaga," katanya.

Baning mengatakan seiring melandainya kasus COVID-19 juga berbanding lurus dengan jumlah Rukun Tetangga (RT) yang masuk zona hijau. Saat ini jumlah RT yang masuk zona hijau sebesar 99,98 persen atau 4.477 RT dari total 4.478 RT.

Baca juga: Binda DIY tambah vaksinator percepat vaksinasi 6-11 tahun Kulon Progo

"Saat ini, tinggal satu RT yang masuk zona kuning. Bahkan dalam beberapa bulan terakhir, di Kulon Progo sudah tidak ada zona oranye dan zona merah COVID-19," katanya.

Untuk itu, ia mengimbau masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat dan disiplin, mulai dari memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Kepada masyarakat yang belum divaksinasi agar segera ke puskesmas terdekat untuk mendapat pelayanan vaksinasi.

Baca juga: Kulon Progo akan terapkan vaksinasi dari rumah ke rumah pada awal 2022

"Protokol kesehatan dan vaksinasi adalah kunci utama dalam pencegahan penyebaran COVID-19," katanya.

Lebih lanjut, Baning mengatakan bahwa sampai hari ini, capaian vaksinasi dosis pertama secara umum berdasarkan penghitungan KPC PEN sebesar 86,5 persen atau 327.193 dari total 378.177 sasaran. Kemudian capaian vaksinasi dosis kedua sudah mencapai 70,8 persen atau 267.812 sasaran.

"Kami akan melakukan penyisiran terhadap masyarakat yang belum divaksinasi dan menyelesaikan vaksinasi anak usia 6-11 tahun," katanya.

Baca juga: Vaksinasi anak 6-11 tahun di Gunung Kidul capai 10,78 persen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel