10 Insiden Pembunuhan Pemimpin Dunia Paling Tragis dalam Sejarah

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sepanjang sejarah, sudah ada beberapa pemimpin dunia yang membawa pengaruh baik untuk negaranya, namun di bunuh secara tragis.

Ada beberapa pembunuhan yang terjadi di Amerika Serikat, Prancis, dan beberapa negara lainnya telah menyaksikan pembunuhan pemimpin mereka sendiri.

Dikutip dari WorldAtlas, Selasa (2/2/21), berikut adalah daftar pemimpin dunia yang paling terkenal yang dibunuh:

1. Abraham Lincoln, Amerika Serikat

Presiden ke-16 Amerika Serikat ini menjabat dari 4 Maret 1861 hingga 15 April 1865.

Saat itu, Amerika Serikat sedang berada dalam perang saudara.

Lincoln terkenal atas keputusan moral, politik, dan konstitusional yang hebat yang kemudian membuka jalan bagi penghapusan perbudakan.

John Booth merencanakan pembunuhan Lincoln setelah mendengar pidatonya yang mengadvokasikan hak suara bagi orang kulit hitam di Amerika.

Ia merealisasikan rencana tersebut dan menembak Abraham Lincoln pada 15 April 1865 ketika Lincoln sedang menghadiri pertunjukan di Teater Ford di Washington, D.C.

Mary Todd Lincold, istri dari Abraham Lincold, sedang duduk di sampingnya saat itu.

2. Marthin Luther King Jr., Amerika Serikat

Martin Luther King (Creative Commons)
Martin Luther King (Creative Commons)

Marthin Luther King Jr. adalah salah satu pemimpin terpenting di Gerakan Hak Sipil Amerika.

Ia terkenal dengan pidatonya, "I Have a Dream" yang ia sampaikan pada 28 Agustus 1963 selama demo di Washington untuk Pekerjaan dan Kebebasan.

Demo tersebut bertanggung jawab untuk memperkuat Gerak Hak Sipil dan menyebabkan berlakunya undang-undang hak sipil pada tahun 1964.

King dibunuh pada tanggal 4 April 1968, oleh James Ray di sebuah motel di Memphis, Tennessee.

Kerusuhan pecah di Amerika Serikat saat berita kematian King tersebar.

Sebelum kejadian tersebut, King telah menerima beberapa ancaman pembunuhan.

3. John F. Kennedy, Amerika Serikat

John F Kennedy (John Vachon/LOOK Magazine/Library of Congress).
John F Kennedy (John Vachon/LOOK Magazine/Library of Congress).

John F. Kennedy adalah presiden ke-35 Amerika Serikat yang bertugas dari tahun 1961 hingga 1963.

Kennedy bertugas selama Perang Dingin dan menghabiskan sebagian waktunya saat menjabat untuk merawat hubungan negara dengan Uni Soviet.

Pada 22 November 1963, pukul 12:30, John F. Kennedy dibunuh di Dallas saat ia mengendarai kendaraan yang atapnya terbuka di depan banyak orang.

Istrinya, Jacqueline Kennedy, sedang duduk di sebelahnya ketika peluru mengenai kepalanya

Lee Harvey Oswald ditangkap atas pembunuhan Kennedy.

4. Raja Faisal, Arab Saudi

Raja Faisal dan PM Libanon tahun 1957 (SAMI SOLH ALBUM / AFP)
Raja Faisal dan PM Libanon tahun 1957 (SAMI SOLH ALBUM / AFP)

Faisal adalah Raja Arab Saudi dari tahun 1964 hingga 1975.

Ia dikenang karena telah menyelamatkan ekonomi negara dengan reformasi dan kebijakan modernisasi.

Raja Faisal berhasil melawan banyak kudeta yang dilakukan terhadapnya.

Pada akhirnya, Faisal ditembak oleh Faisal bin Musaid yang merupakan putra dari saudara tirinya dan meninggal saat menjalani perawatan atas luka-lukanya.

5. Dedan Kimathi, Kenya

Peringatan Mau Mau di Nyeri (Sipa via AP Images)
Peringatan Mau Mau di Nyeri (Sipa via AP Images)

Dedan Kimathi adalah pemimpin dari sebuah gerakan yang berjuang melawan pemerintahan kolonial Inggris di Kenya selama tahun 1950-an bernama Mau Mau.

Ia membentuk Dewan Pertahanan Kenya pada tahun 1953 setelah menyelinap keluar dari penjara Inggris.

Kimathi kemudian ditangkap oleh polisi kolonial Inggris, Ian Henderson, setelah pemberontakan yang lama dan dijatuhi hukuman mati dan ia di eksekusi dengan cara digantung pada 18 Februari 1957.

Kimathi dikenang sampai hari ini karena tekadnya dalam perjuangan kebebasan untuk Kenya.

6. Patrice Lumumba, Kongo

Seorang pria menempatkan kaos dengan sablon almarhum pemimpin Kongo, Patrice Lumumba, di atas patung Raja Belgia Leopold II (AP Photo/Francisco Seco)
Seorang pria menempatkan kaos dengan sablon almarhum pemimpin Kongo, Patrice Lumumba, di atas patung Raja Belgia Leopold II (AP Photo/Francisco Seco)

Patrice Lumumba adalah pendiri dari partai Mouvement National Congolais.

Ia juga kemudian menjadi perdana menteri pertama yang dipilih secara demoktratis di Republik Demokratik Kongo.

Lumumba mengadvokasi Kongo serta Afrikaisasi pemerintah.

Ketika negara baru tersebut sedang menghadapi kerusuhan politik, pasukan dari Belgia menyerbu dengan kedok melindungi warga negara Belgia di negara tersebut.

Namun, pada kenyataannya, Belgia berharap akan kekacauan di Kongo agar mendapatkan keuntungan.

Lumumba memohon kepada United Nation dan Amerika Serikat untuk bantuan dalam mengalahkan pasukan yang di dukung oleh Belgia tapi ia ditolak bantuan dari keduanya.

Ia kemudian pergi ke Uni Soviet dan hal tersebut menjadi faktor kecil terjadinya kudeta pada 14 September 1960 yang dipimpin oleh pemimpin angkatan darat Kolonel Joseph Mobutu.

Setelah lama dipenjara, Lumumba dieksekusi dengan regu tembak pada 17 Januari 1961.

7. Thomas Sankara, Burkina Faso

Grafiti mewakili almarhum revolusioner Burkina Faso dan presiden Thomas Sankara, di pusat di Nairobi, Kenya. (AP Photo/Khalil Senosi)
Grafiti mewakili almarhum revolusioner Burkina Faso dan presiden Thomas Sankara, di pusat di Nairobi, Kenya. (AP Photo/Khalil Senosi)

Thomas Sankara adalah Presiden Burkina Faso dari tahun 1983 hingga 1987.

Ia mengambil alih kekuasaan melalui kudeta pada tahun 1983.

Sankara menentang imperalisme dan memulai banyak program untuk perubahaan ekonomi dan sosial.

Terlepas dari kemajuan yang dicapai, ia dibunuh oleh kelompok bersenjata dalam kudeta yang dilakukan oleh rekannya Blaise Compaoré.

Compaoré kemudian membatalkan banyak kebijakan yang telah diberlakukan Sankara.

8. Marie-François Sadi Carnot, Prancis

Ilustrasi bendera Prancis (AFP/Eric Feferberg)
Ilustrasi bendera Prancis (AFP/Eric Feferberg)

Marie-François Sadi Carnot adalah Presiden Prancis dari Desember 1887 hingga 1894.

Dalam masa singkat ia menjadi presiden, ia tetap mempertahankan popularitasnya di tengah-tengah masa sulit Prancis.

Pada 14 Juni 1894, saat berpidato di Lyon, Carnot ditikam oleh anarkis asal Italia, Sante Geronimo Caserio, tepat di hati.

Ia meninggal keesokannya pada 25 Juni 1984.

Anarkis tersebut kemudian dieksekusi sebagai hukuman.

9. Mahatma Gandhi, India

Dalam file foto tahun 1931 ini, menunjukkan saat Mahatma Gandhi tengah berbicara kepada warga di India. (AP Photo/James A. Mills, File)
Dalam file foto tahun 1931 ini, menunjukkan saat Mahatma Gandhi tengah berbicara kepada warga di India. (AP Photo/James A. Mills, File)

Mahatma Gandhi adalah pemimpin Gerakan Kemerdekaan India yang berjuang melawan rezim kolonial Inggris.

Pada 1920, ia berhasil mengambil alih kepemimpinan kongres dan mendorong kebebasan untuk India lalu mengumumkan kemerdekaan India pada 26 Januari 1930.

Pada tanggal 30 Januari 1948 pukul 17:17, Nathuram Godse, seorang pemuda fanatik Hindu, menembak Gandhi tiga kali di dada.

Gandhi meninggal tidak lama setelah itu.

Penembakan itu terjadi saat upacara doa di New Delhi.

10. Aldo Moro, Italia

Setelah 55 hari diculik, mantan PM Italia Aldo Moro ditemukan tak bernyawa di dalam mobil pada 9 Mei 1978 (AFP)
Setelah 55 hari diculik, mantan PM Italia Aldo Moro ditemukan tak bernyawa di dalam mobil pada 9 Mei 1978 (AFP)

Aldo Moro adalah seorang politikus Italia dan Perdana Menteri negara ke-38 antara tahun 1963 dan 1968 dan sekali lagi dari tahun 1974 hingga 1976.

Red Brigade, sebuah kelompok militan sayap kiri Italia, menculik Moro dan menahannya selama dua bulan dalam harapan akan terjadinya sebuah tebusan.

Mereka akan menyerahkan Moro jika rekan-rekan mereka yang ditangkap dibebaskan sebagai gantinya.

Pemerintah Italia menahan diri dan menolak untuk melakukan permintaan Red Brigade yang berhasil dengan penembakan Moro pada 9 Mei 1978.

Moro ditembak sepuluh kali oleh Red Brigade.

Reporter : Paquita Gadin

Infografis 3 Area Wajah Sering Disentuh Tangan Rentan Covid-19

Infografis 3 Area Wajah Sering Disentuh Tangan Rentan Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis 3 Area Wajah Sering Disentuh Tangan Rentan Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)