Update 10 Januari 2021: 89,6 Juta Kasus COVID-10 Dunia, di Indonesia 818 Ribu

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kasus COVID-19 di seluruh dunia telah mencapai 89,6 juta pada Minggu (10/1/2021). Jumlah kasus kematian akibat corona sudah 1,9 juta jiwa dan pasien sembuh 49,7 juta.

Berdasarkan data Johns Hopkins University, lima negara dengan kasus tertinggi adalah Amerika Serikat (22,1 juta), India (10,4 juta), Brasil (8 juta), Rusia (3,3 juta), dan Inggris (3 juta).

Jumlah kasus di Turki sudah hampir mencapai lima besar dengan total 2,3 juta kasus.

Kasus di Indonesia juga sangat tinggi, yakni mencapai 818 ribu kasus. Indonesia berada di posisi pertama di Asia Tenggara dalam jumlah kasus terbanyak.

Sementara, kasus di China masih relatif stabil. Jumlah kasus di negara itu mencapai 96 ribu.

Amerika Serikat, Inggris, dan China saat ini sedang menggelar pemberian vaksin COVID-19 secara gratis kepada masyarakat. Inggris sudah memiliki tiga opsi vaksin: Pfizer, AstraZeneca, dan Moderna.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Kasus WNI di Luar Negeri

Seorang pria lanjut usia mengenakan masker saat melintas di jalan Champs Elysee, Paris, Kamis (19/11/2020). Prancis telah melampaui 2 juta kasus virus corona COVID-19 yang dikonfirmasi, total tertinggi keempat di dunia. (AP Photo/Thibault Camus)
Seorang pria lanjut usia mengenakan masker saat melintas di jalan Champs Elysee, Paris, Kamis (19/11/2020). Prancis telah melampaui 2 juta kasus virus corona COVID-19 yang dikonfirmasi, total tertinggi keempat di dunia. (AP Photo/Thibault Camus)

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mencatat bertambahnya kasus COVID-19 di WNI yang berada di Inggris dan Kuwait. Ada juga yang sembuh di Mesir.

"Total WNI terkonfirmasi di luar negeri adalah 2.735: 1.910 sembuh, 167 meninggal, dan 658 dalam perawatan," tulis akun @Kemlu_RI, Minggu (10/1/2021).

Berikut peta kasusnya:

Fatwa MUI Soal Vaksin COVID-19:

Seorang pria memakai masker saat melintas di jalan Champs Elysee, Paris, Kamis (19/11/2020). Prancis telah melampaui 2 juta kasus virus corona COVID-19 yang dikonfirmasi, total tertinggi keempat di dunia. (AP Photo/Thibault Camus)
Seorang pria memakai masker saat melintas di jalan Champs Elysee, Paris, Kamis (19/11/2020). Prancis telah melampaui 2 juta kasus virus corona COVID-19 yang dikonfirmasi, total tertinggi keempat di dunia. (AP Photo/Thibault Camus)

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan, vaksin Covid-19 yang berasal dari Sinovac suci dan halal. Keputusan itu dihasilkan melalui rapat pleno MUI terkait vaksin Covid-19 Sinovac, Jumat 8 Januari 2021.

"Setelah dilakukan diskusi panjang penjelasan auditor, maka komisi fatwa menyepakati vaksin Covid-19 yang diproduksi Sinovac suci dan halal," kata Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam dalam konferensi daring.

Meski telah halal, terkait keamanan penggunaannya masih akan menunggu hasil uji final Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Mengenai kebolehan penggunaannya, ini sangat terkait dengan keputusan mengenai aspek keamanan BPOM, dengan demikian fatwa MUI terkait produk vaksin Covid-19 Sinovac China ini akan menunggu final dari BPOM mengenai aspek ketoyibannya," kata dia.

Niam menyebut, aspek kethoyiban atau fatwa utuh akan keluar setelah BPOM menyampaikan aspek keamanan vaksin.

"Fatwa utuhnya akan disampaikan setelah BPOM menyampaikan mengenai aspek untuk digunakan apakah aman atau tidak, fatwa akan melihat aspek ketoyiban itu," kata dia.

Niam mengatakan, sidang diikuti pimpinan dan anggota Komisi Fatwa MUI. Keputusan fatwa kehalalan vaksin Covid-19 tersebut sudah lama ditunggu oleh masyarakat dan umat seiring berjalannya proses pemberian izin penggunaan darurat/EUA antivirus produksi perusahaan Sinovac tersebut dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Infografis COVID-19:

Infografis 6 Cara Hindari Covid-19 Saat Bepergian dengan Pesawat. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis 6 Cara Hindari Covid-19 Saat Bepergian dengan Pesawat. (Liputan6.com/Abdillah)