10 Jenis-Jenis Narkoba dan Dampak Buruknya bagi Kesehatan

·Bacaan 7 menit

Liputan6.com, Jakarta Ada sekitar 10 jenis-jenis narkoba yang umum digunakan dan disalahgunakan. Mulai dari golongan satu sampai tiga. Jenis-jenis narkoba yang terbuat dari tanaman dan bukan tanaman. Termasuk yang sintetis dan semi sintetis.

Di berbagai negara banyak yang menggunakan narkoba untuk keperluan medis sementara Indonesia hanya menggunakan beberapa jenis saja. Di Indonesia sendiri, memiliki jenis-jenis narkoba yang digunakan tanpa pengawasan atau resep dokter termasuk tindakan ilegal. Bukan tanpa alasan, Indonesia menerapkan demikian karena dampak buruknya lebih banyak daripada manfaatnya.

Menggunakan jenis-jenis narkoba yang umum digunakan ini berbahaya bagi kesehatan jika tidak sesuai aturan. Dampak buruknya bersifat berkepanjangan. Apalagi jika disalahgunakan sampai overdosis, kematian bisa menjadi ancaman bagi penggunanya.

Berikut jenis-jenis narkoba serta dampak buruknya jika disalahgunakan yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (20/10/2020).

Jenis-Jenis Narkoba

Ilustrasi kokain (iStock)
Ilustrasi kokain (iStock)

Kokain

Kokain adalah salah satu jenis narkoba yang umum digunakan. Jika membicarakan bahayanya, kokain sangat adiktif. Penggunaannya bisa sangat memengaruhi sistem saraf pusat.

Kokain biasa digunakan dengan hisap, hirup, dan suntik. Terbuat dari ekstrak tanaman koka. Biasanya berbentuk kristal putih. Penggunaannya bisa memengaruhi pelepasan dopamin.

Dopamin dapat memicu rasa gembira berlebihan sesaat. Efek sampingnya jika disalahgunakan bisa menyebabkan serangan jantung, kejang, dan henti napas. Sementara jika dikonsumsi bersama alkohol bisa sebabkan kematian.

Berbagai masalah kesehatan yang bisa berdampak pada penggunaan kokain adalah:

- Kehilangan penciuman (anosmia), terutama bila penggunaan kokain melalui hidung

- HIV dan hepatitis C

- Depresi atau kecemasan

- Aritmia

- Denyut jantung, tekanan darah, dan suhu tubuh meningkat

- Kerusakan usus

- Kehilangan nafsu makan dan kekurangan gizi

Ganja

Ganja adalah salah satu jenis narkoba yang umum digunakan. Ganja terbuat dari ekstrak daun, bunga, batang, dan biji tanaman Cannabis sativa. Ganja biasanya digunakan dengan hisap, campur makanan, atau minuman.

Sama seperti narkoba pada umumnya, ganja bisa menyebabkan kecanduan. Ganja mengandung psikoaktif yang jika disalah gunakan bisa memengaruhi kerja otak. Mulai dari memengaruhi sensasi tubuh, perasaan, gerakan, pemikiran, dan ingatan. Perasaan senang sesaat juga bisa muncul setelah mengonsumsinya.

Untuk kebutuhan medis, ganja di beberapa negara biasa digunakan untuk terapi multiple sclerosis (MS), penyakit Alzheimer, dan penyakit Crohn. Sementara di Indonesia termasuk ilegal karena dampak buruknya lebih banyak daripada manfaat.

Berbagai masalah kesehatan yang bisa berdampak pada penggunaan ganja adalah:

- Gangguan kognitif (daya berpikir)

- Gangguan pernapasan

- Peningkatan detak jantung

- Risiko serangan jantung

- Pemikiran bunuh diri

Jenis-Jenis Narkoba

Ilustrasi Sabu-sabu | Foto: pixabay.com
Ilustrasi Sabu-sabu | Foto: pixabay.com

Sabu-Sabu

Sabu-sabu memiliki nama lain methamphetamine. Sabu-sabu termasuk salah satu jenis narkoba yang umum digunakan. Jenis narkoba ini bersifat adiktif dan bekerja memengaruhi sistem saraf.

Dibanding jenis narkoba yang lain, di Indonesia sabu-sabulah yang paling sering disalah gunakan. Mirip dengan kokain, sabu-sabu berupa bubuk kristal putih. Hanya saja sabu-sabu ini tak berbau dan pahit.

Berbagai masalah kesehatan yang bisa berdampak pada penggunaan sabu-sabu adalah:

- Nafsu makan turun

- Napas lebih cepat

- Detak jantung lebih cepat atau tidak teratur

- Peningkatan tekanan darah dan suhu tubuh

- Kulit kusam

- Mulut kering

- Gigi patah atau bernoda

Morphin

Morphin termasuk dalam jenis-jenis narkoba yang mempunyai efek berbahaya pada tubuh jika dikonsumsi secara berlebihan. Nama morphin berasal dari kata morpheus yang dalam mitologi Yunani berarti dewa pemimpi.

Jenis narkoba yang satu ini merupakan alkaloid analgesik sangat kuat yang ditemukan pada opium. Jenis narkoba ini bekerja langsung pada sistem saraf pusat yang berguna sebagai penghilang rasa sakit.

Berbagai masalah kesehatan yang bisa berdampak pada penggunaan morphin adalah:

- Menurunkan kesadaran

- Menimbulkan euphoria

- Orang akan merasa bingung

- Sering berkeringat

- Detak jantung menjadi berdebar-bedar

- Bisa menyebabkan pingsan

- Merusak suasana hati dan menimbulkan gelisah

- Mengalami kejang lambung

- Air seni menjadi berkurang

- Mengakibatkan gangguan menstruasi dan impotensi

Jenis-Jenis Narkoba

Ilustrasi ekstasi | (Liputan6.com/M Syukur)
Ilustrasi ekstasi | (Liputan6.com/M Syukur)

LSD

Lyseric Acid atau biasa disingkat dengan LSD juga termasuk dalam kategori jenis-jenis narkoba yang berbahaya bagi tubuh. Jenis narkoba yang satu ini tergolong dalam obat halusinogen, atau obat yang dapat menimbulkan efek halusinasi. Narkoba jenis ini banyak ditemui dalam bentuk lembaran kertas kecil, kapsul hingga pil.

Berbagai masalah kesehatan yang bisa berdampak pada penggunaan LSD adalah:

- Sering berhalusinasi mengenai berbagai kejadian, tempat, warna, dan waktu

- Sering terobsesi dengan apa yang ada dalam halusinasinya

- Sering juga mengalami paranoid akibat hal-hal yang dihalusinasikannya

- Denyut jantung dan tekanan darahnya meningkat

- Diafragma mata melebar

- Mengalami demam

- Sering depresi dan merasa pusing

- Memiliki rasa panik dan takut yang berlebihan

- Mengalami gangguan persepsi.

Ekstasi

Ekstasi adalah jenis narkoba yang umum digunakan untuk efek halusinasi dan semangat berlebihan. Jenis narkoba yang satu ini termasuk turunan dari obat amfetamin. Sama seperti narkoba pada umumnya, ekstasi juga memicu ketergantungan.

Ekstasi biasanya digunakan untuk meningkatkan suasana hati, energi, nafsu makan, dan gairah seksual. Sementara saat sudah habis, dampak buruknya bikin bingung, depresi, cemas, dan gangguan tidur. Hal inilah yang menjadikan pengguna ekstasi selalu membutuhan dosis tambahan.

Berbagai masalah kesehatan yang bisa berdampak pada penggunaan ekstasi adalah:

- Denyut jantung dan tekanan darah meningkat

- Otot menegang

- Mual

- Penglihatan kabur

- Pusing

- Berkeringat atau kedinginan

- Gangguan mental

Jenis-Jenis Narkoba

Petugas memperlihatkan barang bukti dalam rilis pemusnahan narkoba di Mapolda Metro Jaya, Rabu (19/2/2020). Barang bukti tersebut merupakan hasil temuan dijajaran Polres selama bulan Januari 2020 seperti sabu, ganja, esktasi, heroin, happy five dan gorilla. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Petugas memperlihatkan barang bukti dalam rilis pemusnahan narkoba di Mapolda Metro Jaya, Rabu (19/2/2020). Barang bukti tersebut merupakan hasil temuan dijajaran Polres selama bulan Januari 2020 seperti sabu, ganja, esktasi, heroin, happy five dan gorilla. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Heroin

Heroin memiliki nama lain putaw. Heroin termasuk jenis narkoba adiktif yang umum digunakan. Jenis narkoba ini berasal dari bunga opium poppy.

Jenis narkoba yang umum digunakan ini cepat diserap otak dan bikin ketagihan penggunanya. Sama seperti narkoba pada umumnya, heroin juga memunculkan perasaan senang dan tenang ketika digunakan.

Berbagai masalah kesehatan yang bisa berdampak pada penggunaan heroin adalah:

- Kesulitan bernapas

- Kemerahan pada kulit

- Mulut kering

- Pupil menyempit

- Mual

- Hipotensi

- Bibir dan kuku membiru

- Kaku otot

- Kejang

- Henti napas

- Kematian.

Opium

Opium termasuk jenis narkoba yang umum digunakan. Opium ini berasal dari tanaman papaver somniferum yang umumnya ditemukan dalam bentuk bubuk.

Jenis narkoba ini mempunyai kandungan morfin yang umumnya digunakan untuk menghilangkan rasa sakit. Narkoba ini juga memberikan beberapa efek buruk bagi tubuh.

Berbagai masalah kesehatan yang bisa berdampak pada penggunaan opium adalah:

- Memiliki semangat yang tinggi

- Sering merasa waktu berjalan begitu lambat

- Merasa pusing / mabuk

- Birahi meningkat

- Timbul masalah kulit di bagian mulut dan leher

- Sering merasa sibuk sendiri

Jenis-Jenis Narkoba

Ilustrasi kokain | (iStock)
Ilustrasi kokain | (iStock)

Kodein

Pada dasarnya kodein merupakan obat batuk yang biasa diberikan dokter pada pasien yang mengalami sakit tenggorokan atau batuk. Namun sayangnya obat ini memiliki efek ketergantungan bagi pengguna.

Berbagai masalah kesehatan yang bisa berdampak pada penggunaan kodein adalah:

- Mengalami euforia

- Sering mengalami gatal-gatal

- Mengalami mual dan muntah

- Mudah mengantuk

- Mulut terasa kering

- Mengalami hipotensi

- Mengalami depresi

- Sering sembelit

- Mengalami depresi saluran pernafasan

Nipam

Nipam juga termasuk dalam kategori jenis-jenis narkoba yang berbahaya bagi tubuh. Narkoba jenis ini juga sering disebut dengan pil koplo. Biasanya jenis narkoba ini disalahgunakan oleh orang-orang untuk mengurangi kecemasan.

Penyalahgunaan narkoba jenis ini sering kali dilakukan bersamaan dengan minuman alkohol yang semakin memberikan efek buruk bagi penggunanya.

Berbagai masalah kesehatan yang bisa berdampak pada penggunaan nipam adalah:

- Mengalami cadel saat berbicara

- Jalan sempoyongan

- Wajah menjadi kemerahan

- Menjadi banyak bicara

- Kurang fokus

- Turunnya kesadaran

Golongan Narkoba

Ilustrasi sabu-sabu | Dwiangga Perwira/Kriminologi.id
Ilustrasi sabu-sabu | Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Narkotika Golongan I

Golongan narkotika ini hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan.

Contoh: Heroin, Kokain, Daun Kokain, Opium, Ganja, Jicing, Katinon, MDMDA/Ekstasi, dan lebih dari 65 macam jenis lainnya.

Narkotika Golongan II

Golongan narkotika ini berkhasiat untuk pengobatan, namun digunakan sebagai pilihan terakhir. Selain itu, dapat digunakan untuk terapi dan/atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan. Mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan.

Contoh: Morfin, Petidin, Fentanil, Metadon.

Narkotika Golongan III

Golongan narkotika ini berkhasiat untuk pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan/atau tujuan pengembangan ilmu pengetahuan, serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan ketergantungan.

Contoh: Kodein, Buprenorfin, Etilmorfina, Nikokodina, Polkodina, Propiram, dan ada tiga belas macam termasuk beberapa campuran lainnya.

Narkotika Sintesis

Jenis-jenis narkoba yang paling sering disalahgunakan di Indonesia berikutnya adalah jenis-jenis narkoba sintetis. Jenis narkoba sintetis dibuat melalui tahapan dan proses pengolahan yang rumit.

Pada jenis-jenis narkoba golongan ini, banyak para ahli dan bidang kedokteran yang memanfaatkan untuk keperluan pengobatan ataupun penelitian. Jenis-jenis narkoba yang bersifat sintetis antara lain adalah Amfetamin dan Deksamfetamin

Narkotika Semi Sintesis

Dilansir dari laman bnn.go.id, pengolahan narkoba jenis semi sintetis merupakan pengolahan narkoba yang menggunakan bahan utama berupa narkotika alami.

Selanjutnya diisolasi dengan cara diekstraksi atau memakai proses lain. Beberapa jenis-jenis narkoba yang termasuk ke dalam jenis-jenis narkoba semi sintetis adalah Morfin, Heroin, dan Kodein.