10 Jenis Narkoba yang Bahayakan Tubuh dan Mental

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Ada banyak jenis narkoba yang bisa ditemukan di dunia. Narkoba merupakan singkatan dari Narkotika dan obat-obatan terlarang. Narkoba juga kerap dikenal sebagai Napza yang merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif.

Baik narkoba maupun napza mengacu pada kelompok senyawa yang umumnya memiliki risiko kecanduan bagi penggunanya. Beberapa jenis narkoba memang dimanfaatkan dalam dunia kesehatan. Namun, jika berada di tangan yang salah, jenis-jenis narkoba ini kerap disalahgunakan.

Kebanyakan jenis narkoba yang sering disalahgunakan adalah Narkotika Golongan 1. Jenis narkotika ini mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan. Jika disalahgunakan, jenis narkoba ini bisa menimbulkan kecanduan dan bahaya kesehatan lainnya.

Berikut jenis narkoba yang sering disalahgunakan, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Selasa(3/11/2020).

Jenis narkoba yang sering disalahgunakan

Petugas memperlihatkan barang bukti dalam rilis pemusnahan narkoba di Mapolda Metro Jaya, Rabu (19/2/2020). Barang bukti tersebut merupakan hasil temuan dijajaran Polres selama bulan Januari 2020 seperti sabu, ganja, esktasi, heroin, happy five dan gorilla. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Petugas memperlihatkan barang bukti dalam rilis pemusnahan narkoba di Mapolda Metro Jaya, Rabu (19/2/2020). Barang bukti tersebut merupakan hasil temuan dijajaran Polres selama bulan Januari 2020 seperti sabu, ganja, esktasi, heroin, happy five dan gorilla. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Heroin

Heroin atau putaw termasuk jenis narkoba adiktif yang bisa menimbulkan kecanduan berat. Jenis narkoba ini cepat diserap otak dan menimbulkan ketagihan jangka panjang. Heroin juga memunculkan perasaan senang dan tenang ketika digunakan.

Heroin adalah obat opioid yang terbuat dari morfin, bahan alami yang diambil dari polong biji berbagai tanaman opium poppy yang tumbuh di Asia Tenggara dan Barat Daya, Meksiko, dan Kolombia. Heroin bisa berupa bubuk putih atau coklat, atau zat lengket hitam yang dikenal sebagai heroin tar hitam. Heroin biasa digunakan dengan cara disuntikkan, dihirup, atau dihisap.

Ganja

Jenis narkoba yang sering disalahgunakan selanjutnya adalah ganja. Jenis narkoba ini berasal dari ekstrak daun, bunga, batang, dan biji tanaman Cannabis sativa. Ganja biasanya digunakan dengan hisap, campur makanan, atau minuman.

Ganja mengandung psikoaktif yang jika disalahgunakan bisa memengaruhi kerja otak. Ganja bisa memengaruhi sensasi tubuh, perasaan, gerakan, pemikiran, dan ingatan. Perasaan senang sesaat juga bisa muncul setelah mengonsumsinya.

Jenis narkoba yang sering disalahgunakan

Ilustrasi kokain (iStock)
Ilustrasi kokain (iStock)

Kokain

Kokain adalah obat perangsang yang sangat adiktif. Jenis narkoba ini dibuat dari daun tanaman koka yang berasal dari Amerika Selatan. Kokain terlihat seperti bubuk kristal putih halus. Kokain biasa digunakan dengan hisap, hirup, dan suntik.

Penggunaannya bisa sangat memengaruhi sistem saraf pusat dan memengaruhi pelepasan dopamin. Dopamin dapat memicu rasa gembira berlebihan sesaat. Efek sampingnya jika disalahgunakan bisa menyebabkan serangan jantung, kejang, dan henti napas. Sementara jika dikonsumsi bersama alkohol bisa sebabkan kematian.

Sabu-Sabu

Sabu-Sabu juga dikenal sebagai Metamfetamin. Metamfetamin adalah stimulan yang kuat dan sangat adiktif yang memengaruhi sistem saraf pusat. Metamfetamin kristal adalah suatu bentuk obat yang tampak seperti pecahan kaca atau bebatuan putih kebiruan yang mengkilap.

Dibanding jenis narkoba lain, sabu-sabu paling sering disalahgunakan di Indonesia. Ini secara kimiawi mirip dengan amfetamin, obat yang digunakan untuk mengobati gangguan attention-deficit hyperactivity (ADHD) dan narkolepsi, gangguan tidur.

Jenis narkoba yang sering disalahgunakan

Ilustrasi ekstasi. (Liputan6.com/M Syukur)
Ilustrasi ekstasi. (Liputan6.com/M Syukur)

Ekstasi

Ekstasi termasuk turunan dari obat amfetamin. Jenis narkoba ini sering disalahgunakan untuk efek halusinasi dan semangat berlebihan.

Ekstasi biasanya digunakan untuk meningkatkan suasana hati, energi, nafsu makan, dan gairah seksual. Sementara saat sudah habis, dampak buruknya bikin bingung, depresi, cemas, dan gangguan tidur. Hal inilah yang menjadikan pengguna ekstasi selalu membutuhan dosis tambahan dan akhirnya kecanduan.

Morphin

Nama morphin berasal dari kata morpheus yang dalam mitologi Yunani berarti dewa pemimpi. Morphin merupakan alkaloid analgesik sangat kuat yang ditemukan pada opium. Jenis narkoba ini bekerja langsung pada sistem saraf pusat yang berguna sebagai penghilang rasa sakit.

Jika dikonsumsi tanpa resep morfin dapat menyebabkan turunntya tingkat kesadaran, euphoria, bingung, berkeringat, pingsan, dan gangguan saraf otak lainnya.

Jenis narkoba yang sering disalahgunakan

Ilustrasi LSD| unsplash.com/@starvingartistfoodphotography
Ilustrasi LSD| unsplash.com/@starvingartistfoodphotography

Opium

Opium adalah obat narkotik yang sangat adiktif yang diperoleh dari getah kering dari polong biji opium poppy (Papaver somniferum). Opium memiliki rasa pahit dan mengandung sejumlah alkaloid yang bervariasi seperti morfin, kodein, tebain dan papaverine. Turunan opium sintetis atau semisintetik lainnya termasuk fentanil, metadon, oksikodon, dan hidrokodon.

Jenis narkoba ini mempunyai kandungan morfin yang umumnya digunakan untuk menghilangkan rasa sakit. Jika disalahgunakan, jenis narkoba ini bisa berbahaya bagi kesehatan.

LSD

Lyseric Acid atau biasa disingkat dengan LSD juga termasuk dalam kategori jenis narkoba yang berbahaya bagi tubuh. Jenis narkoba ini tergolong dalam obat halusinogen, atau obat yang dapat menimbulkan efek halusinasi. Narkoba jenis ini banyak ditemui dalam bentuk lembaran kertas kecil, kapsul hingga pil.

LSD adalah obat yang mengubah pikiran. Diperkirakan LSD menyebabkan efek halusinogenik yang khas melalui interaksi dengan reseptor serotonin di otak. Serotonin adalah neurotransmitter yang membantu mengontrol perilaku dan suasana hati, mengatur indra, dan memoderasi pikiran.

Jenis narkoba yang sering disalahgunakan

Ilustrasi obat | pexels.com
Ilustrasi obat | pexels.com

Kodein

Kodein sebenarnya merupakan obat yang digunakan untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang. Kodein juga biasanya diberikan dokter pada pasien yang mengalami sakit tenggorokan atau batuk. Namun jika digunakan tanpa resep dan disalahgunakan obat ini memiliki efek ketergantungan bagi pengguna.

Konsumsi kodein yang disalahgunakan akan menyebabkan agitasi, halusinasi, demam, berkeringat, kebingungan, detak jantung cepat, menggigil, otot kaku atau berkedut parah, kehilangan koordinasi, mual, muntah, atau diare.

Nipam

Nipam kerap kali disebut sebagai pil koplo. Biasanya jenis narkoba ini disalahgunakan oleh orang-orang untuk mengurangi kecemasan. Penyalahgunaan narkoba jenis ini sering kali dilakukan bersamaan dengan minuman alkohol yang semakin memberikan efek buruk bagi penggunanya.

Nipam sebenarnya merupakan jenis obat anti depresan turunan dari Benzodiazepin. Obat ini memang diresepkan untuk mengurangi peasaan cemas, panik, hingga kesulitan untuk tidur. Namun, jika disalahgunakan, obat ini bisa menimbulkan masalah serius.