10 Kebiasaan Sehari-Hari yang Bisa Sebabkan Varises

Liputan6.com, Jakarta Varises merupakan gangguan pada pembuluh darah. Varises menyebabkan pembuluh darah membengkak, terlihat timbul dan berwarna biru atau ungu gelap. Varises terkadang bisa menghambat sirkulasi sampai menyebabkan pergelangan kaki bengkak, kulit gatal, dan sakit.

Varises kerap muncul di kaki dan memberi tampilan urat yang menonjol dan berwarna biru atau gelap. Meski tak berbahaya, varises cukup mengganggu penampilan. Penyebab utama varises adalah darah yang dapat menumpuk di pembuluh darah akibat lemahnya katup pembuluh darah. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai hal seperti usia, cedera, hingga aktivitas sehari-hari yang tidak disadari.

Setiap kondisi yang memberi tekanan pada perut berpotensi menyebabkan varises; misalnya, kehamilan, sembelit dan dalam kasus yang jarang terjadi, tumor. Beberapa aktivitas dapat menjadi faktor risiko munculnya varises.

Aktivitas ini bahkan tidak disadari menjadi penyebab varises. Mengetahui faktor risiko penyebab varises ini bisa membuat Anda lebih waspada dan mengurangi aktivitas terkait. Berikut 10 aktivitas yang bisa menyebabkan varises seperti dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (4/12/2019).

Duduk dan berdiri terlalu lama

ilustrasi pekerjaan/copyright By TORWAISTUDIO (Shutterstock)

Berdiri terlalu lama

Berdiri untuk waktu yang lama adalah kebiasaan yang harus diingat dapat menyebabkan varises. Banyak alasan untuk orang berdiri terlalu lama seperti diangkutan umum, mengantre berjam-jam, atau melakukan aktivitas lapangan yang mengharuskan mobilitas tanpa duduk dan istirahat.

Pekerjaan yang melibatkan terlalu banyak berdiri seperti teller bank, kasir, atau guru juga bisa memicu varises. Berdiri dalam satu posisi untuk waktu yang lama membuat darah lebih sulit berjalan di pembuluh darah kaki melawan gravitasi. Ini menyebabkan tekanan pada pembuluh darah meningkat yang dapat menyebabkan darah menggenang di sekitar pergelangan kaki.

Duduk terlalu lama

Duduk terlalu lama juga bisa menyebabkan varises sama prosesnya seperti berdiri terlalu lama. Meskipun berdiri sepanjang hari bukanlah ide yang bagus, duduk terlalu lama juga tidak sehat. Biasanya, otot-otot kaki berfungsi sebagai pompa untuk mengarahkan darah vena ke jantung.

Ketika duduk terlalu lama, gravitasi dapat menyebabkan darah menggenang di kaki. Tanpa bantuan kontraksi otot untuk memompa darah kembali ke atas, varises dapat terbentuk. Jika aktivitas pekerjaan mengharuskan untuk duduk dalam waktu lama, manfaatkan waktu istirahat untuk berjalan-jalan atau melakukan pergangan ringan.

Mencukur dan menyilangkan kaki

Ilustrasi kaki. Sumber foto: unsplash.com/Imani Clovis.

Mencukur bulu kaki yang salah

Mencukur sembarangan atau terburu-buru dapat menyebabkan timbulnya varises. Kondisi ini bisa lebih berisiko jika Anda memiliki kebiasaan mencabuti bulu kaki.

Luka yang ada di kaki akan mengganggu sirkulasi darah di daerah kaki dan akan memberikan banyak tekanan pada pembuluh darah untuk mengatasi masalah tersebut. Mencukur bulu kaki secara berlawanan arah juga bisa menjadi salah satu alasan utama untuk varises.

Menyilangkan kaki

Ada beberapa bukti bahwa menyilangkan kaki dan bersila dapat menyebabkan spider veins, suatu jenis varises. Ini karena adanya tekanan posisi yang bisa diletakkan pada kaki dan pinggul.

Jika seseorang memiliki pembuluh darah yang lemak secara genetik, maka kebiasaan menyilangkan kaki selama beberapa tahun akan memicu pembentukannya. Ini karena otot kaki yang lemah tak bisa mengalirkan darah ke jantung dengan efektif.

Mengabaikan kesehatan otot kaki

Ilustrasi kaki. (Foto: unsplash.com)

Tidak pernah memijat kaki

Menggunakan losion pelembab mungkin tidak akan mencegah varises, tapi menggunakannya bersama pijatan dapat berguna. Saat Anda melembabkan dan melakukan pengelupasan kulit secara teratur pada kaki, melakukan pemijatan bisa meningkatkan sirkulasi darah.

Sirkulasi darah yang lancar dapat mencegah timbulnya varises. Sebaliknya, mengabaikan aktivitas ini akan menyebabkan pembuluh darah jadi malas dan kaku, menyebabkan penumpukkan darah di pembuluh darah.

Mengabaikan kesehatan otot kaki

Ketika seseorang mulai kehilangan massa otot kaki, celah di otot terbuka dan memungkinkan pembuluh darah melebar dan varises mulai muncul. Kondisi ini biasa dialami atelet setelah cedera yang menyebabkan mereka mengurangi porsi olahraganya. Kondisi ini juga bisa dialami bagi orang yang malas berolahraga atau terlalu malas untuk melemaskan otot.

Untuk menjaga agar semuanya tetap berfungsi disarankan untuk berolahraga cukup. Olahraga yang paling bermanfaat untuk mencegah varises adalah berjalan. Yoga juga merupakan pilihan yang baik.

Lari berlebihan dan makanan asin

Ilustrasi lari (iStockphoto)

Lari berlebihan

Meski olahraga baik untuk pencegahan varises, melakukannya berlebihan justru akan berdampak buruk. Penting untuk mengetahui bahwa beberapa bentuk latihan dapat menyebabkan varises dari waktu ke waktu. Latihan ini menyebabkan cedera berulang pada katup vena di kaki, menyebabkan mereka bocor yang seiring waktu menyebabkan varises berkembang.

Makan makanan asin

Memiliki banyak garam dalam makanan dapat menjadi faktor dalam pengembangan varises. Makan makanan asin menyebabkan retensi air dan meningkatkan tekanan pada pembuluh darah. Hal ini menyebabkan peningkatan volume darah dalam tubuh, yang mengarah pada peningkatan tekanan di vena. Peningkatan tekanan ini dapat menyebabkan pembengkakan dan retensi air di kaki.

Tekanan air pada kaki ini memberi tekanan tambahan pada katup kecil di dalam pembuluh darah yang menjaga darah memompa dalam satu arah.

Merokok dan sepatu hak tinggi

Ilustrasi sepatu medium Heels atau sepatu hak tinggi medium (iStockphoto)

Merokok

Ada banyak alasan terkait buruknya rokok salah satunya adalah pengembangan varises. Nikotin dalam produk tembakau mengeraskan arteri dan mempersempitnya. Ketika arteri sempit dan mengeras, gumpalan darah dapat lebih mudah terbentuk. Bahan kimia dan racun tambahan yang ada di sebagian besar produk tembakau bisa mengentalkan darah dan mengurangi oksigen dalam darah.

Menggunakan sepatu hak tinggi

Ketika berjalan, otot betis bertindak seperti pompa untuk mengalirkan darah secara aktif di pembuluh darah. Dengan sepatu hak tinggi, betis tak dapat memompa aliran darah secara efektif. Ini mengakibatkan pembuluh darah membesar.