10 Makanan Khas Ramadan dari Berbagai Negara, Punya Cita Rasa Khas

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Bulan Ramadan menjadi perayaan besar bagi umat Islam di seluruh dunia. Di bulan ini saat berbuka adalah momen yang paling ditunggu. Biasanya, untuk berbuka, disajikan beragam makanan lezat mulai dari takjil hingga makanan berat.

Makan malam buka puasa adalah bagian penting dari Ramadan. Keluarga, teman, tetangga, bahkan orang asing berkumpul untuk berbuka puasa dan menikmati makanan lezat dan beraroma. Makanan khas Ramadan bisa bervariasi di tiap daerah.

Di Indonesia, makanan khas Ramadan yang paling terkenal adalah kolak pisang. Ada juga beragam makanan khas di berbagai daerah yang muncul di kala Ramadan. Tak hanya di Indonesia, negara-negara lain di dunia juga memiliki makanan khas Ramadannya sendiri.

Makanan khas Ramadan di seluruh dunia ini memiliki rasa yang unik dan otentik. Keunikan yang dimiliki makanan-makanan ini menambah kekayaan budaya yang tersebar di seluruh dunia. Berikut 10 makanan khas Ramadan dari seluruh dunia, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Senin (3/5/2021).

Makanan khas Ramadan di seluruh dunia

Haleem (sumber: pixabay)
Haleem (sumber: pixabay)

Haleem - India

Haleem adalah makanan semacam bubur dengan daging rebus, gandum, dan kacang lentil yang dimasak bersama. Hidangan ini dimasak perlahan selama tujuh hingga delapan jam dan kemudian diaduk dengan kuat atau dipukul dengan tongkat pengaduk seperti alu. Selain populer di kala Ramadan, Hyderabadi haleem juga biasa disajikan di pesta-pesta pernikahan.

Salah satu variasi haleem yang paling khas adalah Hyderabadi haleem. Hidangan yang aslinya berasal dari Arab ini dibawa ke Hyderabad oleh orang Chaush selama pemerintahan Nizam.

Harira - Maroko

Harira adalah sup tradisional Maroko. Ada banyak variasi Harira dan kebanyakan disajikan selama Ramadan. Harira biasanya berisi tomat, kacang, buncis, rempah segar, rempah-rempah kering, dan daging. Harira bisa disajikan sebagai hidangan pembuka atau utama, tergantung pada ukuran penyajiannya. Makanan khas Ramadan satu ini biasanya disajikan dengan irisan lemon, roti kering, buah ara, dan kue beraroma air mawar madu yang disebut chebakia.

Makanan khas Ramadan di seluruh dunia

Künefe (sumber: pixabay)
Künefe (sumber: pixabay)

Künefe - Timur Tengah

Künefe merupakan makanan khas Timur Tengah yang banyak ditemukan di Turki atau negara-negara Arab. Künefe merupakan makanan penutup yang terbuat dibuat dengan parutan filo pastry, atau sebagai alternatif adonan semolina halus, direndam dalam sirup berbasis gula yang manis. Künefe biasanya dilapisi dengan keju, atau dengan bahan lain seperti krim atau kacang-kacangan. Künefe adalah camilan umum saat berkumpul di luar karena sangat sulit dibuat sendiri di rumah.

Chakchouka - Algeria

Chakchouka atau Shakshouka merupakan makanan khas Ramadan yang biasa disajikan di Algeria. Chakchouka adalah hidangan telur yang direbus dengan saus tomat, minyak zaitun, paprika, bawang merah dan bawang putih. Chakchouka biasanya dibumbui dengan jintan, paprika, cabai rawit, dan pala. Hidangan ini sebenarnya berasal dari Kekaisaran Ottoman.

Makanan khas Ramadan di seluruh dunia

Seorang wanita menyiapkan Bubur Lambuk di desa Kampung Baru, Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (1/6). Bubur Lambuk adalah bubur yang terbuat dari beras dengan campuran rempah dan sayuran. (AP/Daniel Chan)
Seorang wanita menyiapkan Bubur Lambuk di desa Kampung Baru, Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (1/6). Bubur Lambuk adalah bubur yang terbuat dari beras dengan campuran rempah dan sayuran. (AP/Daniel Chan)

Bubur Lambuk - Malaysia

Bubur lambuk bisa disebut hidangan wajib saat Ramadan di Malaysia. Makanan khas Ramadan satu ini terbuat dari beras, potongan daging, santan, dan rempah-rempah yang beragam. Biasanya bubur lambuk disajikan untuk buka puasa bersama di masjid atau di rumah bersama keluarga.

Nasi Jollof - Nigeria

Jollof adalah hidangan nasi yang populer di Sub-Sahara Afrika. Nasi jollof adalah salah satu hidangan paling umum di Afrika Barat. Hidangan ini biasanya dibuat dengan nasi berbiji panjang, tomat, bawang bombay, rempah-rempah, sayuran, dan daging dalam satu panci, meskipun bahan dan metode persiapannya berbeda-beda di setiap wilayah.

Makanan khas Ramadan di seluruh dunia

Zalabiya (sumber: pixabay)
Zalabiya (sumber: pixabay)

Zalabiya - Yaman

Zalabiya atau zulbia merupakan panganan manis yang cukup populer di Asia Selatan, Asia Barat, dan Afrika Utara. Makanan ini biasa dijadikan takjil untuk buka puasa di Yaman. Zalabiya mirip dengan jalebi dari India. Zalabiya dibuat dari adonan tepung, telur, dan susu. Setelah digoreng, zalabiya dibaluri gula cair.

Dolma - Turki, Yunani, Armenia, Libanon

Dolma juga kerap dikenal sebagai daun anggur isi. Dolma berisi sayur mayur seperti terong, paprika, tomat, kol, dengan daging cincang. Isian ini dibungkus dengan daun anggur dan dikukus hingga matang. Dolma dapat disajikan hangat atau dingin. Hidangan sayur isi telah menjadi bagian dari masakan Timur Tengah selama berabad-abad.

Makanan khas Ramadan di seluruh dunia

Koofteh (sumber: pixabay)
Koofteh (sumber: pixabay)

Koofteh - Iran

Koofteh atau Tabriz köftesi merupakan bakso khas Iran yang berasal dari kota Tabriz. Hidangan ini biasanya termasuk bakso besar dengan daging, nasi, kacang polong kuning, bumbu dan bahan lainnya. Koofteh (Kufteh) Tabrizi sangat terkenal di Iran, terutama di bulan Ramadan.

Qatayef - Yordania

Qatayef adalah makanan penutup Arab yang biasa disajikan selama bulan Ramadan. Qatayef mirip sejenis pangsit manis yangdiisi dengan krim atau kacang. Ini bisa digambarkan sebagai pancake yang dilipat. Kue ini biasanya terbuat dari tepung, baking powder, air, ragi, dan terkadang ditambahkan gula. Kue ini diisi dengan keju manis tanpa garam, campuran dari hazelnut, kenari, almond, pistachio, kismis, gula bubuk, ekstrak vanili, ekstrak mawar dan kayu manis.