10 Makanan Khas saat Perayaan Tahun Baru Cina

Dian Lestari Ningsih, deqaa
·Bacaan 6 menit

VIVATahun Baru Cina atau Imlek menjadi salah satu hari raya yang sangat ditunggu, apalagi oleh mereka orang yang memiliki darah Tionghoa. Pada hari inilah menjadi momen penting dimana berkumpulnya semua sanak saudara untuk berkumpul dan berbincang-bincang.

Bukan hanya dinikmati karena libur dan tentu angpaonya, di hari ini juga ada banyak makanan tradisional dan enak yang bisa disantap. Ada 10 makanan tradisional yang pasti dan wajib ada di meja makan selama perayaan Imlek. Apa saja makanan tersebut? Inilah daftarnya.

10. Makanan Manis

Hari raya Tahun Baru Cina merupakan hari raya yang sangat ditunggu-tunggu oleh mereka yang memiliki darah Tionghoa. Di hari inilah bersama-sama dengan keluarga menikmati hari yang spesial dengan suka cita. Berkaitan dengan suka cita tentunya harus dihidangkan dengan makanan yang juga bisa membawa kebahagiaan. Apalagi kalau bukan makanan manis.

Makanan manis yang disediakan saat perayaan Imlek bisa beraneka ragam. Mulai dari permen, snack hingga kue yang memiliki rasa manis. Bukan tanpa makna, penyajian makanan manis ini diharapkan bisa berdampak juga pada kehidupan setiap hari. Diharapkan bahwa setiap harinya, hari-hari yang dihadapi itu manis seperti makanan yang dimakan.

9. Kue Mangkok

Tentu kita semua sudah tidak asing lagi dengan gambar di atas. Di Indonesia, makanan ini dikenal dengan sebutan kue mangkok karena bentuknya yang mirip dengan mangkok. Oleh orang-orang Cina, kue ini disebut dengan fa gao. Ketika Tahun Baru Cina tiba, makanan ini menjadi salah satu makanan yang wajib ada di meja makan.

Oleh orang keturunan Tionghoa, kue mangkok melambangkan kemakmuran. Dengan menyediakan kue mangkok, orang berharap bahwa di hari Imlek dan hari berikutnya, semua orang diberikan kemakmuran yang melimpah. Mengenai bahan pembuat dan cara membuatnya masih tetap sama seperti kue mangkok pada umumnya. Masih menggunakan tepung beras, terigu, santan, air, gula, garam, dan ragi.

8. Ayam

Mudah-mudahan di antara kalian tidak ada yang bosan dengan yang namanya ayam. Mungkin setiap hari kalian sudah memasukan ayam ke dalam menu makanan kalian. Bisa itu bagian paha atau dadanya. Namun di hari spesial seperti hari raya Imlek, ayam yang disajikan haruslah satu ekor ayam utuh.

Daging ayam utuh ini wajib ada di meja makan selama perayaan Imlek. Mengenai metode pembuatannya itu tergantung dari selera orang yang mau menyajikannya. Bisa digoreng, direbus, dibakar atau panggang. Tujuan menggunakan ayam utuh ini adalah sebagai pengikat agar hubungan keluarga tetap utuh dan kuat.

7. Jeruk

Setelah makan besar dan kenyang, harus ditutup dengan suatu hal yang manis dan ringan. Makanan yang dimaksud adalah buah. Terkhusus di hari raya Imlek, ada satu buah yang harus ada. Buah itu adalah jeruk. Meski sudah sering disediakan pada saat Imlek, masih ada orang yang belum tahu makna dibalik buah jeruk tersebut.

Oleh masyarakat Tionghoa, jeruk merupakan lambang dari kesempurnaan dan kekayaan. Agar semakin memperkuat harapan, di jeruk atau kotak jeruk ditambahkan pula dengan huruf Cina yang bertuliskan Cheng yang berarti sukses. Semakin banyak buah jeruk yang disajikan, maka semakin banyak dan besar juga sukses yang akan didapat.

6. Mie

Masyarakat keturunan Tionghoa sangatlah filosofis. Semua hal yang ada di hidup haruslah memiliki makna. Ketika merayakan Tahun Baru Cina, ada sejumlah makanan yang musti disediakan. Dan setiap makanan yang disajikan tersebut memiliki makna dan doa yang berguna untuk hidup. Mie adalah salah makanan yang ada dan memiliki makna spesial.

Mie memiliki bentuk yang panjang bukan? Mau dimasak dengan cara apapun, bentuknya akan tetap panjang. Bentuk panjang dari mie ini diharapkan bisa terefleksikan juga dengan usia orang yang memakannya. Tak cuma disajikan pada hari raya Imlek, mie juga disediakan pada saat ada anggota keluarga yang merayakan hari ulang tahun.

5. Lumpia

Makanan khas selanjutnya yang juga pasti ditemukan pada saat hari raya Imlek adalah lumpia. Di hari-hari biasa, lumpia cukup sering ditemukan dijual di pasar. Sedikit orang yang sadar bahwa makanan tradisional ini juga musti ada pada saat perayaan Tahun Baru Cina. Tak hanya di Indonesia, di Cina sendiri makanan ini cukup populer.

Di Cina, lumpia tidak hanya disajikan pada saat Imlek saja, tapi juga pada saat festival musim semi. Termasuk dalam kategori dimsum, lumpia memiliki isi campuran dari sayur, daging, wortel, dan bihun. Di bagian pembungkusnya digunakan bahan kulit yang dibuat dari bahan tepung. Oleh orang Cina, lumpia ini digunakan sebagai lambang emas dan kemakmuran.

4. Ronde (Tang Yuan)

Makanan yang penuh warna sudah pasti menarik untuk dilihat. Makanan seperti inilah yang musti ada di hari-hari spesial. Apalagi jika itu adalah Hari Tahun Baru Cina. Dari sekian banyak jenis makanan yang memiliki aneka warna, yang sering dihidangkan pada saat pesta makan Imlek adalah tang yuan. Kalau di Indonesia lebih dikenal dengan sebutan ronde.

Bahan pembuat ronde terdiri dari tepung ketan. Dengan campuran air, ronde dibuat berbentuk seperti bola. Ronde lalu direbus dan disajikan dengan kuah yang memiliki rasa manis. Makanan yang juga dihidangkan saat festival lentera ini begitu diminati oleh anak-anak. Alasannya karena bentuknya yang unik, warna-warni, dan manis. Mereka yang memakan ronde diharapkan bisa mempererat hubungan keluarga.

3. Kue Keranjang (Nian Gao)

Tidak lengkap apabila Imlek tidak dirayakan dengan yang namanya kue keranjang. Orang Cina menyebut kue keranjang dengan sebutan nian gao. Ada alasan kenapa dinamakan kue keranjang. Kue keranjang dibuat dengan menggunakan sebuah cetakan yang mirip dengan keranjang. Kue keranjangnya sendiri dibuat dengan menggunaakn tepung ketan dan gula.

Cara membuat kue keranjang bisa dengan cara dikukus atau digoreng. Pada saat acara makan selesai, kue keranjang biasa dihidangkan sebagai menu dessert atau penutup. Jika dimakan, kue keranjang memiliki karakteristik kenyal dan lengket. Tujuan adanya kue keranjang pada saat Imlek adalah sebagai doa agar kita diberi kemakmuran dan kesuksesan di setiap pekerjaan yang dilakukan.

2. Pangsit

Meski berasal dari Cina, cukup mudah bagi kita untuk menemukan pangsit. Mau di pasar atau bahkan di tukang bakmie biasanya menjual pangsit. Pangsit yang dijual juga berbeda-beda cara pembuatnya tergantung siapa yang menjual. Pangsit bisa dibuat dengan cara direbus atau juga digoreng.. Makanan satu ini termasuk salah satu makanan yang cukup tua di Cina.

Bagian dalam pangsit biasanya diisi dengan daging cincang dan sayuran. Setelah itu, dibungkus dengan menggunakan kulit pangsit. Isian daging untuk pangsit bisa apa saja. Bisa daging ayam, sapi atau babi. Masyarakat Tionghoa memiliki kepercayaan bahwa dengan menyajikan dan mengkonsumsi pangsit, maka rezeki mereka akan dilimpahkan.

1. Ikan

Jika kalian ke pasar di masa-masa mendekati harian Imlek, pastinya kalian akan menemukan banyak sekali penjual ikan. Jumlah penjual ikan mendadak bertambah banyak ketimbang hari biasa. Ini dikarenakan permintaan ikan pada saat menjelang Imlek sedang tinggi-tingginya. Mendengar ini tentu sudah pasti bisa diketahui bahwa ikan juga termasuk menu yang wajib ada pada saat Imlek.

Ikan jenis bandeng menjadi pilihan yang cukup umum dipilih oleh masyarakat Tionghoa yang tinggal di Indonesia. Yang harus dimasak tidak boleh sebagian tapi satu ikan utuh. Kenapa ikan? Ikan dipercaya oleh masyarakat Tionghoa bisa mendatangkan kemakmuran di keluarga. Mengenai cara mengolahnya, tak ada ketentuan yang mengharuskan ikan harus dimasak dengan cara apa.

SUMBER ASLI