10 Manfaat Berjalan Kaki Setelah Makan, Bantu Turunkan Berat Badan

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Berjalan setelah makan bisa bermanfaat bagi kesehatan. Berjalan adalah salah satu bentuk olahraga sederhana yang bisa dilakukan setelah makan. Ada sejumlah manfaat berjalan setelah makan yang bisa didapat.

Berjalan kaki singkat setelah makan dapat membantu melancarkan pencernaan dan mendukung kesehatan secara keseluruhan. Waktu ideal yang bisa dilakukan adalah segera setelah makan. Pada waktu tersebut, tubuh masih bekerja untuk mencerna makanan sehingga manfaat seperti perbaikan pencernaan dan pengelolaan gula darah bisa didapat.

Disarankan untuk berjalan kaki selama 10 menit setelah makan. Berjalan selama sekitar 10 menit dapat memberi manfaat bagi pencernaan sambil mencegah sisi negatif seperti sakit perut. Berikut manfaat berjalan kaki setelah makan yang dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Selasa (27/10/2020).

Manfaat berjalan setelah makan

Ilustrasi Jalan Kaki. (Sumber: Pixabay)
Ilustrasi Jalan Kaki. (Sumber: Pixabay)

Lancarkan pencernaan

Manfaat utama berjalan kaki setelah makan adalah terkait dengan kesehatan pencernaan. Gerakan selama berjalan dapat mendorong stimulasi lambung dan usus. Ini menyebabkan makanan bergerak lebih cepat.

Selain itu, aktivitas fisik yang rendah hingga sedang setelah makan memiliki efek perlindungan pada saluran gastrointestinal. Ini dapat membantu mencegah penyakit seperti tukak lambung, mulas, sindrom iritasi usus besar (IBS), penyakit divertikular, sembelit, dan kanker kolorektal.

Turunkan risiko penyakit jantung

Olahraga teratur dapat menurunkan tekanan darah dan kolesterol LDL jahat, sekaligus mengurangi risiko stroke atau serangan jantung. Olahraga kecil seperti berjalan juga dapat memengaruhi peningkatan kesehatan jantung. Anda dapat meniru pola ini dengan berjalan kaki selama 5 hingga 10 menit setelah makan sepanjang hari.

Manfaat berjalan setelah makan

Ilustrasi alat pengukur berat badan. (dok. Sisdahgoldenhair/Pixabay/Tri Ayu Lutfiani)
Ilustrasi alat pengukur berat badan. (dok. Sisdahgoldenhair/Pixabay/Tri Ayu Lutfiani)

Lancarkan metabolisme

Berjalan dapat meningkatkan metabolisme. Dengan berjalan tubuh akan membakar lebih banyak kalori dan akan tetap bugar. Berjalan bahkan fapat membakar kalori saat istirahat. Ketika metabolisme meningkat, tubuh akan memiliki lebih banyak energi. Berjalan kaki juga mengeluarkan racun dari sistem tubuh, membuat organ bekerja lebih baik, dan meningkatkan kekebalan.

Dukung penurunan berat badan

Olahraga seperti berjalan juga menjadi faktor utama penurunan berat badan. Jika dikombinasikan dengan pola makan sehat, berjalan kaki setelah makan dapat membantu menurunkan berat badan. Berjalan setelah makan dapat turut membakar kalori. Jika dipertahankan secara konsisten, ini dapat menurunkan berat badan.

Berjalan setelah makan juga akan membantu tubuh merasa lebih kenyang setelah makan dan mengekang nafsu makan secara alami.

Manfaat berjalan setelah makan

Ilustrasi tekanan darah tinggi | Pera Detlic dari Pixabay
Ilustrasi tekanan darah tinggi | Pera Detlic dari Pixabay

Bantu kontrol tekanan darah

Berjalan setelah makan juga dapat membantu mengatur tekanan darah sampai batas tertentu. 10 menit berjalan kaki sepanjang hari tampaknya lebih bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah. Tekanan darah berhubungan langsung dengan cara kerja sirkulasi darah. Berjalan setelah makan bisa membantu melancarkan sirkulasi darah.

Bantu kontrol gula darah

Manfaat berjalan setelah makan juga bisa dirasakan oleh penderita diabetes. Berolahraga setelah makan seperti berjalan dapat mencegah lonjakan gula darah yang berlebihan. Ini dapat mengurangi jumlah insulin atau obat-obatan yang dikonsumsi.

Kadar glukosa memuncak 30 menit setelah makan. Saat berjalan-jalan sekitar waktu ini, tubuh akan lebih mudah mengontrol gula darah. Dengan demikian, berjalan kaki setelah makan menjaga gula darah tetap terkendali dan menghilangkan risiko hiperglikemia.

Manfaat berjalan setelah makan

Ilustrasi stres. Sumber foto: unsplash.com/Kevin Grieve.
Ilustrasi stres. Sumber foto: unsplash.com/Kevin Grieve.

Turunkan stres

Berolahraga secara umum membuat tubuh melepaskan endorfin, bahan kimia yang membuat tubuh merasa nyaman. Jalan kaki setelah makan dapat memberikan efek menenangkan pada tubuh yang dapat meningkatkan mood, fokus, dan konsentrasi. Selain itu, berjalan kaki melepaskan hormon perasaan senang atau serotonin. Ini dapat mengurangi tingkat stres pada seseorang.

Berjalan membantu memproduksi serotonin, neurotransmitter yang meningkatkan kualitas tidur, membantu mengatur nafsu makan, meningkatkan pembelajaran dan memori, dan meningkatkan perasaan positif.

Mengurangi nyeri otot

Alih-alih berbaring atau duduk diam, berjalan setelah makan jauh memberi banyak manfaat. Berjalan kaki setelah makan dapat membantu mengurangi kelelahan otot. Jalan kaki setelah makan bisa membantu mengedarkan nutrisi bermanfaat ke sel tubuh. Ini membuat tubuh lebih bugar dan berenergi.

Manfaat berjalan setelah makan

Ilustrasi orang tidur. (dok. Manbob86/Pixabay/ Tri Ayu Lutfiani)
Ilustrasi orang tidur. (dok. Manbob86/Pixabay/ Tri Ayu Lutfiani)

Lancarkan sirkulasi darah

Saat berjalan, jantung memompa lebih banyak darah ke seluruh tubuh. Ini sangat bermanfaat terutama setelah makan. Berjalan kaki bisa mendukung sirkulasi darah yang lebih baik. Jika memiliki sirkulasi darah yang buruk atau tidak teratur, tubuh cenderung mengalami tekanan darah tinggi atau rendah.

Berjalan bisa menginduksi aliran darah ke anggota tubuh dan organ. Ini menghasilkan sistem pembuluh darah yang lebih sehat. Sirkulasi darah yang sehat diperlukan bagi tulang, otot, dan organ untuk bekerja lebih efisien.

Bantu tidur nyenyak

Berjalan setelah makan malam bisa membantu tidur lebih nyenyak. Berjalan setelah makan meningkatkan tidur lebih cepat dan lebih nyenyak. Saat berjalan tubuh akan memproduksi hormon serotonin yang meningkatkan kualitas tidur. Berjalan juga bisa menurunkan stres yang bisa membuat susah tidur.