10 Manfaat Puasa bagi Kesehatan Fisik dan Mental, Baik untuk Jantung

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Manfaat puasa ternyata sangat baik untuk kesehatan fisik dan mental seseorang. Baik melaksanakan puasa wajib di bulan Ramadan, maupun menjalankan puasa sunah, seperti puasa Senin Kamis, kamu akan mendapatkan manfaat kesehatan yang sangat baik.

Seperti yang telah diketahui, puasa merupakan salah satu ibadah yang menyediakan pahala besar untuk umat Islam. Ibadah puasa bahkan memberikan manfaat untuk kesehatan, di antaranya dapat menjaga kesehatan jantung.

Manfaat puasa bagi kesehatan tidak boleh dianggap sepele. Bahkan, banyak orang sudah menjalankan puasa untuk mengontrol berat badan. Jadi, selain mendapatkan kesehatan, kamu juga mendapatkan pahala dalam menjalankan ibadah satu ini.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (9/11/2021) tentang manfaat puasa.

Manfaat Puasa bagi Kesehatan

Ilustrasi Timbangan Berat Badan Credit: unsplash.com/iyunmai
Ilustrasi Timbangan Berat Badan Credit: unsplash.com/iyunmai

Mengontrol Berat Badan

Manfaat puasa bagi kesehatan yang pertama tentunya sebagai cara untuk mengontrol berat badan. Obesitas merupakan salah satu faktor risiko bagi banyak penyakit metabolik. Orang yang puasa cenderung dapat mengendalikan perilaku makannya, sehingga berat badan juga bisa terkontrol.

Saat berpuasa, tubuh menggunakan lemak sebagai sumber energi. Dengan begitu, lemak berlebih akan berkurang dan tubuh akan terhindar dari gangguan penyakit, seperti tekanan darah tinggi atau kolesterol. Jika berat badan bisa terkontrol, maka kemungkinan terjadinya penyakit jantung pun semakin kecil.

Mengontrol Kadar Gula Darah

Manfaat puasa bagi kesehatan juga dapat mengatur tingkat gula darah. Puasa akan membuat tubuh menghancurkan glukosa untuk mendapatkan energi. Hal ini akan menurunkan produksi insulin tubuh. Hasilnya tubuh akan mengalami penurunan gula darah. Bahkan, puasa Senin Kamis secara rutin juga mencegah lonjakan gula darah.

Manfaat puasa akan membantu mengurangi resistensi insulin. Mengurangi resistensi insulin dapat meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin, sehingga memungkinkannya untuk memindahkan glukosa dari aliran darah ke sel-sel dengan lebih efisien.

Kadar Kolesterol Darah Menurun

Salah satu faktor utama yang menjadi penyebab penyakit jantung adalah lemak. Lemak dapat menyusup ke dalam lapisan pembuluh darah yang rusak dan menyebabkan aterosklerosis, yaitu penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah. Manfaat puasa untuk kesehatan dapat menurukan kadar kolesterol darah.

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa terdapat perubahan dari profil lemak dan perbandingan lemak baik dan lemak jahat selama puasa di bulan Ramadan. Kadar kolesterol darah menurun dari 193.4±51 mg/dl menjadi 184.3±42 mg/dl setelah Ramadan, begitu pula dengan kadar trigliserida yang menurun dari 4.5±1 mg/dl menjadi 3,9±1 mg/dl dan lemak jahat, yaitu LDL. Selain, itu didapatkan pula peningkatan dari lemak baik yaitu HDL setelah puasa Ramadan.

Manfaat Puasa bagi Kesehatan

Ilustrasi tekanan darah tinggi | Pera Detlic dari Pixabay
Ilustrasi tekanan darah tinggi | Pera Detlic dari Pixabay

Menurunkan Tekanan Darah

Jika kamu mengalami tekanan darah tinggi, jantung harus bekerja lebih keras dalam memompa darah dibanding dengan orang normal. Hal ini bisa menyebabkan jantung kelelahan, dan dapat terjadi pembesaran dan penebalan otot jantung, hingga gagal jantung. Tekanan darah tinggi juga dapat menyebabkan pembuluh darah otak pecah sehingga terjadi stroke hemoragik.

Manfaat puasa untuk kesehatan sendiri dapat menurunkan tekanan darah yang merupakan salah satu penyebab penyakit jantung. Selama bulan Ramadan, terdapat penurunan tekanan darah pada orang yang berpuasa, yaitu penurunan tekanan darah sistolik dari 132.9±16 mmHg menjadi 129.9±17 mmHg.

Lancarkan Metabolisme

Manfaat puasa juga dapat meningkatkan metabolisme dengan meningkatkan kadar neurotransmitter norepinefrin. Dengan berpuasa tubuh harus bertahan berjam-jam tanpa makanan dan minuman, menggunakan sumber lemak, dan mengangkut racun dari tubuh.

Dengan berbuka menggunakan makanan bergizi seimbang metabolisme akan terbangun ulang dan meningkatkan level energi. Jenis makanan yang perlu dikonsumsi saat berbuka dan sahur di antaranya adalah buah-buahan yang kaya akan serat, sayuran, gandum, protein tanpa lemak, dan air mineral.

Mengistirahatkan Organ Pencernaan

Sistem pencernaan sangat sibuk dan membutuhkan energi dalam jumlah besar. Sistem pencernaan bahkan dapat mengalirkan energi yang dibutuhkan untuk penyembuhan, perbaikan dan pemeliharaan umum tubuh. Masuk akal untuk memberinya istirahat sesekali. Sistem pencernaan manusia juga perlu istirahat dalam waktu tertentu agar bisa bekerja maksimal.

Saat berpuasa, pencernaan secara rutin akan beristirahat dari tekanan mencerna makanan. Dengan begitu fungsi sistem pencernaan akan terus terjaga kinerjanya. Sistem pencernaan yang sehat akan membuat kamu jauh dari penyakit pencernaan seperti masalah lambung, sembelit, diare, dan masih banyak lagi.

Manfaat Puasa bagi Kesehatan

Ilustrasi Stres Credit: pexels.com/Ahmad
Ilustrasi Stres Credit: pexels.com/Ahmad

Menurunkan Kadar Homosistein Darah

Homosistein merupakan salah satu asam amino yang terdapat dalam tubuh, dan peningkatan homosistein darah merupakan salah satu faktor risiko seseorang terkena penyakit jantung dan pembuluh darah. Walaupun tidak signifikan, namun terdapat penurunan kadar homosistein darah saat seseorang berpuasa.

Menurunkan Tingkat Stres

Pada penderita depresi atau stres, ternyata ada pula manfaat puasa bagi kesehatan mental.Hal ini terjadi karena saat berpuasa, penderita stres dan depresi akan belajar untuk berkata tidak pada makanan. Selain itu, berpuasa di bulan Ramadan juga mendorong kamu untuk menahan hawa nafsu lainnya, menjadi lebih bersabar dan tenang. Semua itu adalah hal-hal positif yang dapat membantu kamu terhindar dari stres.

Mengeluarkan Racun dalam Tubuh

Manfaat puasa berikutnya adalah membantu mengeluarkan racun dalam tubuh. Racun yang bercampur dalam lemak, darah, atau bagian yang lain berasal dari makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari. Selain berolahraga, cara mengeluarkan racun ini adalah dengan berpuasa. Saat seseorang berhenti mengonsumsi makanan dan minuman minimal selama sehari, racun dapat dikeluarkan dengan efektif.

Pengeluaran racun bisa melalui keringat, buang air kecil, atau saat buang air besar. Jika racun-racun tersebut sudah keluar, maka tubuh akan terasa lebih sehat dan bugar.

Melawan Peradangan

Peradangan akut merupakan proses kekebalan normal yang dipakai tubuh untuk bantu melawan infeksi. Namun, peradangan kronis bisa menimbulkan konsekuensi serius untuk kesehatan. Penelitian menunjukkan, peradangan mungkin terlibat pada perkembangan kondisi yang kronis, misalnya kanker, penyakit jantung, serta rheumatoid arthritis.

Beberapa penelitian menemukan kalau berpuasa dapat membantu menurunkan level peradangan sekaligus membantu memperbaiki tingkat kesehatan. Sebuah penelitian dengan subjek 50 orang dewasa sehat menunjukkan, satu bulan berpuasa intermiten secara signifikan menekan tingkat penanda peradangan. Penelitian lainnya menemukan efek serupa saat orang puasa 12 jam sehari dalam satu bulan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel