10 Manfaat Seledri untuk Kesehatan dan Cara Pengolahannya yang Tepat

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Manfaat seledri untuk kesehatan dipengaruhi oleh kandungan nutrisinya yang baik untuk tubuh. Seledri yang memiliki nama ilmiah apium graveolens ini bisa dimanfaatkan daunnya, batangnya, maupun bijinya.

Seledri merupakan sumber vitamin, mineral, dan antioksidan yang melimpah. Menurut US Department of Agriculture (USDA), untuk 1 batang seledri berukuran sedang atau sekitar 40 gram memiliki kandungan gizi, 5,6 kalori, 0,1 gram lemak, 32 miligram sodium, 1,2 gram karbohidrat, 0,6 gram serat, 0,5 gram gula, dan 0,3 gram protein.

Manfaat seledri bisa kamu dapatkan dengan mengonsumsinya. Daun seledri banyak dimanfaatkan sebagai pelengkap masakan di Indonesia dengan dicincang dan ditaburkan di atas masakan.

Tidak hanya membuat makanan semakin nikmat, manfaat daun seledri untuk kesehatan juga cukup banyak. Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (22/4/2021) tentang manfaat seledri.

Manfaat Seledri untuk Kesehatan

Ilustrasi Pemeriksaan kadar gula darah. Credit: freepik.com
Ilustrasi Pemeriksaan kadar gula darah. Credit: freepik.com

Menurunkan Tekanan Darah

Daun seledri diyakini bisa membantu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Hal ini dipengaruhi efek positif dari n-butylphthalide untuk menurunkan tekanan darah.

Manfaat seledri mampu mengobati atau mencegah tekanan darah tinggi serta menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Kandungan kalium yang ada di dalam daun seledri membantu menurunkan kadar lemak jahat dalam darah.

Mengontrol Kadar Gula Darah

Daun seledri cocok sekali dikonsumsi penderita diabetes. Hal ini disebabkan karena adanya ekstrak etil asetat daun seledri yang mampu menurunkan kadar glukosa darah. Bahkan Berbagai studi menunjukkan hasil bahwa konsumsi daun seledri mampu menurunkan kadar glukosa darah cukup tinggi, bisa mencapai 20 persen.

Bagi yang ingin mengonsumsi bisa mencampurnya dengan mentimun agar lebih segar. Seledri dan timun mengandung indeks glikemik rendah. Kedua bahan ini memiliki efek lambat terkait kenaikan pada gula darah. Timun juga dapat berperan dalam mengendalikan dan mencegah diabetes.

Menghambat Perkembangan Kolesterol

Tak hanya gula darah, daun seledri pun cocok dipakai untuk mengatasi masalah kolesterol. Utamanya menghambat perkembangan kolesterol jahat dalam tubuh. Manfaat seledri untuk kesehatan ini berasal dari senyawa 3-n-butylphthalide yang sangat tinggi.

Kandungan 3-n-butylphthalide mampu mengatasi kadar lemak yang ada dalam darah. Apabila sering mengeluh kolesterol yang tak kunjung turun, cobalah konsumsi jus seledri yang dicampur wortel untuk meminimalisir aroma khasnya yang unik.

Manfaat Seledri untuk Kesehatan

Meringankan Nyeri Sendi

Daun seledri memiliki sifat antiinflamasi yang dapat membantu meringankan gejala radang sendi, rematik, hingga asam urat. Mengonsumsi daun seledri bisa mengurangi intensitas dan lamanya rasa nyeri.

Daun seledri memiliki sekitar 25 senyawa antiradang yang bisa melindungi tubuh dari peradangan. Oleh karena itu, manfaat seledri dapat mengurangi risiko peradangan kronis yang dikaitkan dengan berbagai penyakit, termasuk radang sendi dan osteoporosis. Daun seledri juga dipercaya dapat mengatasi asam urat.

Mencegah Kanker

Daun seledri mampu menghambat pertumbuhan dan penyebaran sel kanker di dalam tubuh. Bahkan, manfaat seledri sering digunakan sebagai obat antikanker. Sifat antioksidan pada daun seledri bekerja dengan baik menjaga organ dan mencegah kerusakan sel tubuh yang menjadi pemicu kanker.

Selain itu, daun seledri mengandung flavonoid yang disebut luteolin. Kedua kandungan tersebut membuat sel-sel kanker lebih rentan terhadap serangan bahan kimia yang digunakan dalam terapi.

Manfaat Seledri untuk Kesehatan

Ilustrasi Timbangan Berat Badan Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Timbangan Berat Badan Credit: pexels.com/pixabay

Menjaga Kesehatan Pencernaan

Manfaat seledri selanjutnya adalah menjaga kesehatan pencernaan. Daun seledri yang tinggi serat dan sifat antioksidan dipercaya dapat meningkatkan sistem pencernaan. Daun seledri juga memiliki kandungan polisakarida berbasis pektin yang bisa membantu melancarkan pencernaan, mencegah penyakit maag, memperbaiki lapisan lambung yang rusak, dan menjaga kesehatan saluran pencernaan.

Membantu Menurunkan Berat Badan

Daun seledri memiliki kandungan serat tinggi dan kalori yang rendah. Hal ini membuat manfaat seledri bisa dijadikan pilihan makanan untuk menurunkan berat badan. Daun seledri juga punya kemampuan untuk menjadi cadangan nutrisi bagi tubuh dan mengelola metabolisme lemak tubuh.

Daun seledri cocok menjadi pilihan alternatif menu program diet. Mengonsumsi daun seledri membantu seseorang merasa kenyang lebih lama dan sangat penting bagi tubuh untuk mengatur metabolisme lemak.

Manfaat Seledri untuk Kesehatan

Melindungi Kesehatan Hati

Manfaat seledri juga mampu melindungi kesehatan hati. Seledri mengandung ekstrak methanol, jadi tidak heran daun seledri ini mampu melindungi hati akibat paracetamol dan karbon tetra klorida. Biasanya paracetamol dan karbon memiliki efek samping merusak hati. Dari hasil penelitian konsumsi seledri mampu menurunkan ketidaknormalan pada kondisi hati.

Detoks Tubuh

Manfaat seledri selanjutnya adalah untuk detoksifikasi tubuh. Manfaat ini bisa didapat dengan mencampur daun seledri dengan mentimun. Terdapat kandungan polifenol dalam seledri yang dapat membantu menghilangkan akumulasi racun. Begitu juga mampu menangkal radikal bebas dalam tubuh.

Jus seledri mengandung dua mineral penting yaitu natrium dan kalium. Mineral-mineral ini bertindak sebagai pengatur cairan tubuh. Bersama dengan timun, jus ini mampu menghidrasi sekaligus mengeluarkan limbah berbahaya dari tubuh.

Mengatasi Dehidrasi

Daun seledri mampu mengatasi masalah dehidrasi tubuh, sehingga membuatnya baik untuk kesehatan kulit, ginjal, hingga pencernaan. Dalam 101 gram seledri, terdapat 96.39 gram air. Jadi kamu tidak perlu ragu untuk mulai menjadikannya camilan segar seperti jus. Bisa mencampurnya dengan mentimun, wortel, dan lain sebagainya.

Cara Mengolah Daun Seledri yang Sehat

Ilustrasi jus seledri. (dok. Pixabay.com/stux)
Ilustrasi jus seledri. (dok. Pixabay.com/stux)

Berikut beberapa cara mengolah daun seledri yang sehat:

Minum Air Rebusan Seledri

Cara mengolah daun seledri yang pertama adalah dengan merebusnya. Cucilah 1 ikat daun seledri sampai bersih, lalu potong menjadi kecil-kecil. Rebuslah potongan daun seledri selama 10 menit.

Setelah itu, tuang air rebusan daun seledri ke dalam botol. Kamu dapat menyimpan air rebusan ini di dalam kulkas dan minum 1 gelas setiap hari. Cara ini diyakini dapat membersihkan ginjal.

Minum Jus Seledri

Selain itu, kamu juga bisa mencoba membuat jus dari 400 gram daun seledri setiap hari. Untuk membuat jus seledri, kamu juga dapat menambahkan berbagai bahan lain, seperti bayam, buah pir, atau air perasan lemon.

Membuat jus seledri sangat mudah, cukup potong kecil-kecil seledri dengan bahan lain, lalu masukkan ke dalam blender. Tambahkan air perasan lemon dan es batu. Kemudian saring jus yang sudah diblender, sebelum diminum.

Camilan

Seledri juga bisa menjadi camilan sehat. Cukup dengan menyiapkan batang seledri segar, lalu potong dengan ukuran sedang dan belah menjadi dua. Tambahkan dua sendok selai kacang pada batang seledri dan camilan seledri pun siap untuk dinikmati.

Pastikan kamu tidak mengonsumsi seledri secara berlebihan. Hal ini karena kandungan potasium yang terdapat di dalam seledri patut diwaspadai. Sebuah penelitian oleh University of Maryland menunjukkan bahwa potasium terbukti meningkatkan risiko hiperkalemia, yaitu kondisi di mana darah mengandung terlalu banyak potasium. Kasus kejadian hiperkalemia banyak ditemukan pada penderita penyakit ginjal kronis.

Kamu harus selalu konsultasikan dengan dokter gizi sebelum mengonsumsi seledri, terutama jika kamu memiliki kondisi kesehatan tertentu. Segera periksa ke dokter, jika mengalami reaksi alergi setelah mengonsumsi seledri.