10 Meme PPKM Diperpanjang Ala Warganet, Kocak tapi Bikin Nyesek

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM hingga kini masih berlangsung dan masih terus diperpanjang di berbagai daerah di Indonesia.

Pemerintah mengumumkan pemberlakuan PPKM level 1-4 Jawa-Bali berlaku dari 19 Oktober hingga 8 November 2021. Terdapat 54 daerah di Pulau Jawa dan Bali yang menerapkan PPKM Level 2.

Di luar Jawa Bali, tercatat tidak ada provinsi yang berada pada level 4. Sementara itu, untuk PPKM level 3 hanya 1 provinsi, yaitu Kalimantan Utara (Kaltara), untuk level 2 berjumlah 23 provinsi dan sudah 3 provinsi yang berhasil mencapai level 1, yaitu Sumatera Utara, Nusa Tenggara Barat, dan Kepulauan Riau.

Namun, bukan warganet jika tak curhat dan menyindir kebijakan pemerintah melalui meme kocak di jejaring sosial.

Pantauan tim Citizen6-Liputan6.com, lini masa Twitter hingga kini masih dibanjiri dengan berbagai meme PPKM yang diperpanjang ala warganet.

Penasaran seperti apa meme PPKM diperpanjang? Berikut potretnya seperti merangkum dari Twitter.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

1. Ngeselin banget bapaknya

(@irdhs_/twitter.com)
(@irdhs_/twitter.com)

2. Yuk bisa yuk

(@camaricica/twitter.com)
(@camaricica/twitter.com)

3. Tak ada harapan

(@1cak.com/instagram.com)
(@1cak.com/instagram.com)

4. Kira-kira sampai level berapa nih?

(@rhyvaaa/twitter.com)
(@rhyvaaa/twitter.com)

5. Sudah malas

(@aldysuhanda_/twitter.com)
(@aldysuhanda_/twitter.com)

6. Sudah tidak kaget lagi

(@memecomic.id/twitter.com)
(@memecomic.id/twitter.com)

7. Pasrah deh

(@JagungsusuKeju/twitter.com)
(@JagungsusuKeju/twitter.com)

8. On the way nih

(@irdhs_/twitter.com)
(@irdhs_/twitter.com)

9. Yang sabar ya

(@dptrrr/twitter.com)
(@dptrrr/twitter.com)

10. Siapa yang seperti ini juga?

(@diditmoo/twitter.com)
(@diditmoo/twitter.com)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel