10 objek wisata di Jateng terima bantuan Kemenparekraf

Nusarina Yuliastuti
·Bacaan 1 menit

Sebanyak 10 objek wisata di Jawa Tengah menerima bantuan alat protokol kesehatan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia dalam rangka kampanye penerapan Cleanliness,

Health, Safety, dan Environmental Sustainability (CHSE) dalam setiap aktivitas wisata.


"Kami sedang kampanye CHSE dan mau 'gaining confidence' kepada wisatawan, khususnya wisatawan nusantara. Ada kurang lebih 10 objek wisata yang terima bantuan," kata Sub Koordinator Wisata Buatan II Direktorat Promosi Wisata Minat Khusus Kemenparekraf Rizki Permana di sela pelaksanaan Program Wisata Edukasi Tematik Nusantara di Objek Wisata Svargabumi, Kabupaten Magelang, Kamis.


Bantuan alat protokol kesehatan yang diserahkan Kemenparekraf berupa tempat cuci tangan yang dioperasikan dengan kaki, alat penyemprot disinfektan, cairan penyanitasi tangan, dan alat pengecek suhu tubuh.

Baca juga: Kemenparekraf gelar Wisata Edukasi Tematik di Semarang-Magelang


Menurut dia, bantuan tersebut hanya pemantik bagi para pengelola objek wisata agar siap dengan penerapan protokol kesehatan yang harus dijalankan saat pandemi COVID-19.


Rizki berharap bantuan tersebut dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para pengelola objek wisata dalam mengantisipasi meluasnya penyebaran COVID-19.


"Kami tidak lelah untuk selalu mengingatkan masyarakat, khususnya para pegiat dan pengelola objek wisata untuk terus menerapkan 3M yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan," ujarnya.

Baca juga: Pengelola wisata Jateng sesuaikan pelayanan dengan protokol kesehatan


Kemenparekraf menggelar Program Wisata Edukasi Tematik Nusantara di Kota Semarang serta Kabupaten Magelang pada 17-20 November 2020 sebagai salah satu upaya menyosialisasikan penerapan protokol kesehatan di objek-objek wisata saat pandemi COVID-19.


Kegiatan sebagai salah satu cara mengedukasi mengenai daya tarik wisata (DTW) minat khusus di daerah, serta Implementasi Protokol Kesehatan Wisata melalui penerapan CHSE ini diikuti oleh 40 orang pada tiap temanya yang berasal dari kalangan mahasiswa, komunitas, pokdarwis, duta pariwisata, media.