10 Orang Terkapar dan Lumpuh Terhantam Ilmu Laduni Kapten TNI Tatang

Bayu Adi Wicaksono
·Bacaan 2 menit

VIVA – Beladiri bukan lagi hal yang aneh bagi dunia militer Tentara Nasional Indonesia. Sebab, sudah dapat dipastikan semua prajurit TNI telah membekali diri mereka dengan berbagai kemampuan beladiri. Apakah itu karate, silat dan boxing dan lain sebagainya.

Namun, ada juga prajurit TNI yang memiliki kemampuan beladiri yang berbeda dari biasanya. Karena, tak cuma mengandalkan kekuatan dan keahlian fisik saja. Tapi, juga kekuatan batin.

Di edisi kali ini Senin 15 Maret 2021, VIVA Militer akan mengulas tentang sosok seorang prajurit TNI yang memiliki dan menguasai sebuah ilmu kebatinan beladiri yang sangat langka dan jarang dimiliki orang kebanyakan.

Dia adalah Kapten Inf Tatang Taryono, saat ini beliau merupakan pemegang tongkat Komandan Komando Rayon Militer (Koramil) 2115/Kemang dari Kodim 0621/Kabupaten Bogor, Kodam III/Siliwangi.

Kapten Tatang memiliki ilmu kebatinan yang disebut sebagai Ilmu Laduni atau ilmu putih tingkat tinggi yang benar-benar bersumber dari kekuasaan Allah SWT semata. Hanya saja menurutnya, ilmu ini merupakan ilmu yang pernah dimiliki salah satu Walisongo, yakni Sunan Kalijaga.

"Ilmu Laduni ini ilmu ketauhidan karena ilmu ini benar-benar datangnya dari Allah SWT dan yang diamalkan Sunan Kalijaga dalam syiar Islam dahulu," kata Kapten Inf Tatang dalam perbincangan khusus dengan VIVA Militer.

Ilmu beladiri kebatinan yang dikuasai Kapten Tatang memang jauh berbeda dengan seni beladiri lainnya. Sebab, dalam peragaannya, penguasa ilmu ini tak perlu harus terlibat benturan fisik dengan orang yang akan mencelakainya atau orang yang hendak berniat jahat.

Jadi, orang yang berniat jahat dan hendak berbuat zalim akan takluk dan tumbang dalam jarak jauh sebelum serangan orang jahat itu mengenai tubuh pemilik Ilmu Laduni.

Kapten Tatang sendiri pernah memperagakan Ilmu Laduni di pedepokan yang dipimpinnya. Jangankan cuma satu dua orang saja, 10 orang yang menyerangnya langsung terkapar dan berteriak-teriak kesakitan dalam sekali gerakan tangan dari jarak jauh.

Dampak yang dialami para penyerang cukup menakutkan, orang-orang yang terkena hantaman Ilmu Laduni bakal terpental, terkulai lemas hingga kaku seperti patung.

"Ilmu ini tidak bisa dipikirkan oleh akal, ilmu berfungsi untuk membela diri dan mengobati orang yang sakit. Tidak bisa untuk kesombongan dan tidak berfungsi untuk kejahatan. Ilmu ini digunakan melindungi diri dari kezaliman," kata Kapten Tatang.

Menurut Kapten Inf Tatang, sejak mendirikan padepokan seni beladiri Albaathin Alwaliyy, sudah ribuan orang yang datang untuk mempelajari ilmu putih ini. Selain itu ada ribuan orang juga yang telah datang padanya untuk mengikuti terapi pengobatan yang digelar Kapten Tatang.

"Albaathin Alwaliyy berdiri 19 Agustus 2019, dan sudah ada dua belas ribu murid saya. Dan banyak cabang sampai ke Malaysia. Dan setiap hari ratusan orang datang untuk mengikuti terapi pengobatan, sampai saya kewalahan," kata beliau.

Saat ini Kapten Inf Tatang sedang berada di Papua, beliau sedang menjalankan tugas negara dalam Satuan Tugas Aparat Teritorial (Satgas Apter) 2020. Dan di wilayah penugasannya Kapten Tatang bersama prajurit TNI lainnya menggelar pengobatan bagi masyarakat Papua.

Baca: Prajurit TNI Tangkap Pocong Muka Hitam yang Gegerkan Jakarta