10 Orang Terluka dalam Serangan Drone di Bandara Arab Saudi Dekat Yaman

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jazan - Setidaknya 10 orang dilaporkan terluka dalam serangan di sebuah bandara di kota Jazan, Arab Saudi, dekat perbatasan dengan Yaman.

Saudi Press Agency (SPA) mengatakan serangan pada Jumat 8 Oktober 2021 malam waktu setempat menargetkan Bandara King Abdullah, demikian seperti dikutip dari Aljazeera, Sabtu (9/10/2021).

Mengutip juru bicara koalisi yang dipimpin Saudi, SPA mengatakan bahwa proyektil itu ditembakkan dari pesawat tak berawak, menghancurkan jendela fasad bandara dan menyebabkan cedera.

Enam warga Saudi, tiga warga Bangladesh dan satu warga Sudan termasuk di antara mereka yang terluka, menurut kantor berita Reuters.

Setidaknya lima korban hanya menderita luka ringan, sementara kondisi lima lainnya tidak segera diketahui.

Diduga Ulah Militan Houthi Yaman

Sejumlah puing pesawat tanpa awak (drone) Ababil buatan Iran milik pemberontak Houthi saat gelar rilis di Abu Dhabi, (19/6). Para pemberontak mencoba untuk memata-matai dan memantau pergerakan pasukan Yaman. (AFP PHOTO / Karim Sahib)
Sejumlah puing pesawat tanpa awak (drone) Ababil buatan Iran milik pemberontak Houthi saat gelar rilis di Abu Dhabi, (19/6). Para pemberontak mencoba untuk memata-matai dan memantau pergerakan pasukan Yaman. (AFP PHOTO / Karim Sahib)

Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab langsung atas serangan itu, tetapi sejumlah serangan terhadap target Saudi baru-baru ini telah disalahkan pada pasukan Houthi Yaman.

Houthi memerangi koalisi pimpinan Saudi, yang berusaha mengembalikan pemerintah yang digulingkan di sana.

Pada hari Rabu 6 Oktober 2021, empat pekerja juga terluka setelah koalisi mencegat sebuah pesawat tak berawak bermuatan bahan peledak yang menargetkan bandara Abha kerajaan.

Pada 31 Agustus, sebuah pesawat tak berawak menghantam bandara yang sama, melukai delapan orang dan merusak pesawat sipil.

Terletak di pegunungan barat daya kerajaan, Abha adalah tujuan populer bagi wisatawan Saudi.

Tidak ada rincian lebih lanjut tentang insiden terbaru.

Arab Saudi campur tangan dalam perang Yaman atas nama pemerintah yang diakui secara internasional pada tahun 2015.

Houthi yang bersekutu dengan Iran telah berulang kali menargetkan kerajaan dalam serangan lintas batas.

Pada bulan Agustus, pemberontak meningkatkan operasi tersebut, menggunakan drone dan rudal.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel