10 Pemain Asia yang Terbaik dan Termoncer Sepanjang Masa (Bagian 1): Cicipi Serie A hingga Liga Inggris

Bola.com, Jakarta - Benua Asia masih berusaha kerasa bersaing sejajar dengan Eropa dan Amerika Selatan di kancah sepak bola dunia. Meski perjalanan masih jauh dan berliku, Asia memiliki sejumlah pemain hebat yang namanya diakui dunia. Siapa saja pemain terbaik Asia sepanjang masa?

Bahkan di ajang internasional, tim-tim Asia juga kerap membuat kejutan. Mulai dari Korea Selatan yang mampu melaju hingga ke semifinal Piala Dunia 2002.

Kesebelasan putri Jepang membuat kejutan dengan menjuarai Piala Dunia Wanita 2011. Meski dianggap sebagai kelas kedua atau ketiga di dunia sepak bola, tetapi Asia mampu membuktikan diri bisa bersaing.

Asia memiliki pemain hebat yang berkarier di Benua Eropa. Prestasinya bermacam-macam, ada yang mencuri perhatian, atau hanya menjadi angin lalu.

Berikut 10 pemain terbaik Asia yang akan terbagi dalam dua artikel. Berikut ini pemain untuk posisi ke-10 hingga keenam. Langsung kita simak daftarnya.

 

10. Shinji Kagawa

Shinji Kagawa. Gelandang serang Jepang yang kini berusia 33 tahun dan masih aktif bermain bersama Sint-Truiden di Liga Utama Belgia ini didatangkan Manchester United pada awal musim 2012/2013 dari Borussia Dortmund dengan nilai transfer 16 juta euro. (AFP/DPA/Kevin Kurek)
Shinji Kagawa. Gelandang serang Jepang yang kini berusia 33 tahun dan masih aktif bermain bersama Sint-Truiden di Liga Utama Belgia ini didatangkan Manchester United pada awal musim 2012/2013 dari Borussia Dortmund dengan nilai transfer 16 juta euro. (AFP/DPA/Kevin Kurek)

Cerdas, terampil, dan cepat. Shinji Kagawa memiliki bakat sebagai pemain Asia terhebat sepanjang masa. Dia dua kali menjuarai Bundesliga bersama Borussia Dortmund pada usia 23 tahun dan membuat Manchester United mengeluarkan 12 juta pounds demi mendapat jasanya.

Meski kariernya di Old Trafford sempat terganggu karena cedera, tetapi dia menjadi pemain Jepang pertama yang mencicipi gelar Premier League. Kagawa mengoleksi 97 penampilan untuk negaranya, mencetak 31 gol, dan memenangi Asian International Player of the Year pada 2012.

 

9. Shunsuke Nakamura

Shunsuke Nakamura merupakan pemain Asia lainnya yang masuk dalam nominasi Ballon d'Or tahun 2007. Nakamura memiliki andil membawa Glasgow Celtic menjuarai Liga Skotlandia dan Piala Skotlandia. Selain itu, ia juga mampu tampil apik di Piala Asia 2007 bersama Jepang. (AFP/Paul Ellis)
Shunsuke Nakamura merupakan pemain Asia lainnya yang masuk dalam nominasi Ballon d'Or tahun 2007. Nakamura memiliki andil membawa Glasgow Celtic menjuarai Liga Skotlandia dan Piala Skotlandia. Selain itu, ia juga mampu tampil apik di Piala Asia 2007 bersama Jepang. (AFP/Paul Ellis)

Diberkati dengan kemampuan teknis tinggi dan keterampilan mengeksekusi bola mati, Shunsuke Nakamura adalah pemain favorit suporter Celtic saat memperkuat tim itu selama empat tahun. Dia pernah mencetak gol tendangan bebas yang menakjubkan saat melawan Manchester United di Liga Champions 2006/2007.

Pada 2007, dia dinobatkan sebagai Pemain Terbaik PFA, Pemain Terbaik Penulis Sepak Bola Skotlandia serta masuk nominasikan Ballon d'Or. Nakamura masih bermain secara profesional hingga kini di Yokohama yang berlaga di J League meski usianya sudah 42 tahun.

 

8. Hong Myung-bo

Hong Myung-bo. Sweeper Korea Selatan yang kini berusia 53 tahun dan telah pensiun dari sepak bola internasional usai Piala Dunia 2002 ini tercatat sebagai pemain Asia pertama yang tampil dalam 4 edisi Piala Dunia, mulai edisi 1990 hingga 2002. Total tampil dalam 16 laga dengan torehan 2 gol dan 1 assist, penampilan terbaiknya terjadi pada edisi 2002 di saat menjadi tuan rumah bersama Jepang. Pada laga perempatfinal kontra Spanyol (22/6/2002), ia mencetak gol penentu kemenangan dalam drama adu penalti yang berakhir 5-3 untuk kemenangan Korsel dan terus melaju hingga menempati peringkat ketiga. (AFP/Christophe Simon)
Hong Myung-bo. Sweeper Korea Selatan yang kini berusia 53 tahun dan telah pensiun dari sepak bola internasional usai Piala Dunia 2002 ini tercatat sebagai pemain Asia pertama yang tampil dalam 4 edisi Piala Dunia, mulai edisi 1990 hingga 2002. Total tampil dalam 16 laga dengan torehan 2 gol dan 1 assist, penampilan terbaiknya terjadi pada edisi 2002 di saat menjadi tuan rumah bersama Jepang. Pada laga perempatfinal kontra Spanyol (22/6/2002), ia mencetak gol penentu kemenangan dalam drama adu penalti yang berakhir 5-3 untuk kemenangan Korsel dan terus melaju hingga menempati peringkat ketiga. (AFP/Christophe Simon)

Hong Myung-bo adalah ikon sepak bola Korea Selatan, yang memiliki visi luar biasa, jangkauan passing, dan umur panjang dalam kariernya. Dia mengoleksi 136 caps-nya dan paling banyak bagi Timnas Korea Selatan.

Mantan kapten Korea Selatan tersebut juga mengantar negaranya hingga semifinal Piala Dunia 2002. Bek legendaris ini juga menjadi pemain Asia pertama yang mendapat bola perunggu Piala Dunia serta pemain Asia pertama yang berlaga di empat edisi Piala Dunia.

 

7. Kim Joo-sung

Peringkat ketujug dalam pemain Asia IFFHS abad ini, Kim Joo-sung. Dia terkenal karena kecepatan dan rambutnya yang panjang sehingga mendapat julukan Kuda Liar. Pemain sayap yang menghabiskan sebagian besar kariernya dengan Daewoo Royals di negara asalnya Korea Selatan

Dia juga pernah menjadi pemain pinjaman klub Liga Jerman FC Bochum. Joo-sung menyabet penghargaan Asian Footballer of the Year yang bergengsi selama tiga tahun antara 1989 dan 1991.

 

6. Hidetoshi Nakata

Sebuah kebanggaan tentunya bagi pesepak bola Asia yang mampu meniti karier di Eropa bersama klub-klub elite Eropa, seperti di Liga Italia. Tercatat, 5 pemain berikut pernah dan ada pula yang masih memperkuat klub-klub elite di Liga Italia. Siapa saja? Yuk disimak uraiannya. (AFP/Gabriel Bouys)
Sebuah kebanggaan tentunya bagi pesepak bola Asia yang mampu meniti karier di Eropa bersama klub-klub elite Eropa, seperti di Liga Italia. Tercatat, 5 pemain berikut pernah dan ada pula yang masih memperkuat klub-klub elite di Liga Italia. Siapa saja? Yuk disimak uraiannya. (AFP/Gabriel Bouys)

Hidetoshi Nakata dianggap sebagai salah satu pemain Jepang paling berbakat sepanjang masa. Dia dua kali jadi Asian Footballer of the Year, tiga kali masuk nominasi Ballon d'or, dan empat kali nominasi FIFA World Player of the year

Gelandang yang terkenal karena visi dan keseimbangan permainan serta kreativitasnya menghabiskan lima tahun di Serie A. Dia pernah mencetak gol di final Coppa Italia 2002 untuk Parma dan memenangi Serie A bersama AS Roma musim 2000/2021.

Sumber: 90min