10 Pemain Top yang Identik dengan Nomor Punggung 13, Selain Michael Ballack Siapa Lagi?

Bola.com, Jakarta - Banyak yang menganggap 13 merupakan angka sial. Hal ini juga berlaku di sepak bola, ketika banyak tim atau pemain enggan memakai nomor punggung 13 di kostum mereka.

Salah satu cerita paling ikonik tentang nomor punggung 13 di dunia sepak bola terjadi pada pentas Piala Dunia 1962 silam. Saat itu semua pemain Uruguay menolak memakai nomor tersebut.

Kejadian tersebut hampir terulang di ajang Piala Dunia 1978. Skuad Peru menolak memakai nomor punggung 13, hingga pada akhirnya Juan Caceres dengan terpaksa setuju untuk menaati aturan.

Terlepas dari kepercayaan banyak orang akan kesialan nomor 13, ada sejumlah pesepakbola dunia yang justru meraih kesuksesan luar biasa dengan mengenakan jersey bernomor punggung 13.

Siapa saja ya pemain sepak bola terkenal yang identik dengan nomor punggung 13? Yuk lihat daftarnya di bawah ini.

Eusebio

Eusebio (kiri) dianggap sebagai pemain bintang Portugal sebelum Cristiano Ronaldo. Memenangkan banyak gelar bersama Benfica hingga berhasil dinobatkan sebagai peraih Ballon d'Or, Eusebio ternyata tak pernah merasakan trofi internasional bersama Timnas Portugal. (AFP/
Eusebio (kiri) dianggap sebagai pemain bintang Portugal sebelum Cristiano Ronaldo. Memenangkan banyak gelar bersama Benfica hingga berhasil dinobatkan sebagai peraih Ballon d'Or, Eusebio ternyata tak pernah merasakan trofi internasional bersama Timnas Portugal. (AFP/

Eusebio bisa dibilang merupakan pesepakbola terhebat sepanjang sejarah Portugal, tentu sebelum era Cristiano Ronaldo.

Eusebio mengenakan nomor punggung 13 kala membela Portugal di Piala Dunia 1966 silam. Kala itu ia sukses membawa negarany menempati peringkat ketiga.

Tak hanya itu, Eusebio juga mengakhiri turnamen tersebut dengan predikat sebagai top skor berkat sembilan gol yang ia ciptakan.

Alessandro Nesta

Alessandro Nesta - Nesta menjadi duet maut bersama Paolo Maldini dalam menjaga pertahanan AC Milan pada 2007. Duet Nesta dan Maldini menjadi duet bek AC Milan paling sulit ditembus oleh serangan tim lawan. (AFP/Paco Serinelli)
Alessandro Nesta - Nesta menjadi duet maut bersama Paolo Maldini dalam menjaga pertahanan AC Milan pada 2007. Duet Nesta dan Maldini menjadi duet bek AC Milan paling sulit ditembus oleh serangan tim lawan. (AFP/Paco Serinelli)

Kualitas Alessandro Nesta sebagai salah satu bek tengah terbaik di dunia tak perlu diragukan. Namanya besar ketika membela Lazio pada periode 1993 hingga 2002, sebelum 10 musim menjadi palang pintu AC Milan.

Di masa jayanya, Nesta dikenal memiliki kecepatan dan kecerdasan dalam menekel lawan. Dia pun sangat lihai membaca permainan dan kerap menjadi alasan mengapa serangan lawan mengalami kegagalan.

Menariknya, Nesta dikenal sangat lekat dengan nomor punggung 13. Tahun-tahun kejayaannya di level klub dan tim nasional pun dilakui dengan nomor punggung tersebut.

Hampir seluruh gelar bergengsi pernah ia raih, mulai dari Serie A, Coppa Italia, Liga Champions, Piala UEFA, Piala Winners, Piala Super Eropa, Piala Dunia Antarklub, hingga Piala Dunia.

Michael Ballack

Michael Ballack - Legenda timnas Jerman cukup sering terlihat di beberapa film, diantaranya The Referees (2009) dan The Art of Football from A to Z (2006). (AFP/Carl de Souza)
Michael Ballack - Legenda timnas Jerman cukup sering terlihat di beberapa film, diantaranya The Referees (2009) dan The Art of Football from A to Z (2006). (AFP/Carl de Souza)

Ballack dikenal sebagai salah satu gelandang terhebat yang pernah dimiliki Jerman. Ballack pun sangat lekat dengan nomor punggung 13 sepanjang kariernya.

Ballack mulai memakai nomor punggung 13 saat memperkuat Bayer Leverkusen, kemudian di Bayern Munchen, hingga Chelsea. Di tim nasional Jerman pun ia juga mengenakan nomor tersebut.

Ballack meraih kesuksesan luar biasa bersama Bayern Munchen dan Chelsea. Sayang, ia juga kerap dijuluki spesialis runner-up karena seringkali hanya berakhir menjadi finalis bersama timnya.

Park Ji-sung

Park Ji-sung mampu bertahan selama 7 musim di Old Trafford dan langsung memberi warna tersendiri dalam permainan Setan Merah. Ia total bermain dalam 204 laga di semua ajang dengan torehan 28 gol dan 29 assist. (AFP/Andrew Yates)
Park Ji-sung mampu bertahan selama 7 musim di Old Trafford dan langsung memberi warna tersendiri dalam permainan Setan Merah. Ia total bermain dalam 204 laga di semua ajang dengan torehan 28 gol dan 29 assist. (AFP/Andrew Yates)

Sepanjang tujuh musim kariernya bersama Manchester United, Park Ji-sung identik dengan nomor punggung 13.

Dengan nomor inilah gelandang asal Korea Selatan itu menjadi pilar kesuksesan Manchester United meraih sederet trofi, mulai dari empat gelar Premier League, tiga Piala Liga dan Community Shield, hingga satu trofi Liga Champions dan Piala Dunia Antarklub.

Ketika kembali ke klub lamanya, PSV Eindhoven pun, Park Ji-sung memilih kembali memakai nomor punggung 13.

Maicon

4. Maicon - Pemain yang besar bersama Inter Milan ini mematahkan mitos jika 13 merupakan angka sial. Saat bersama Inter, Maicon tercatat sebagai bek kanan yang handal mencetak gol. Ia telah menyumbangkan 20 gol dan 49 assist selama berkarier di Serie A. (AFP/Filippo Monteforte)
4. Maicon - Pemain yang besar bersama Inter Milan ini mematahkan mitos jika 13 merupakan angka sial. Saat bersama Inter, Maicon tercatat sebagai bek kanan yang handal mencetak gol. Ia telah menyumbangkan 20 gol dan 49 assist selama berkarier di Serie A. (AFP/Filippo Monteforte)

Maicon dikenal solid dalam bertahan. Saat menyerang ia tampil sangat luar biasa dengan energi dan kecepatan larinya. Ia kerap meneror pertahanan lawan dengan tusukan-tusukannya.

Maicon meraih kejayaannya bersama Inter Milan. Pemain bernama lengkap Maicon Douglas Sisenando itu berhasil membawa Nerazzurri meraih treble winners pada musim 2009/10 silam.

Tentu saja kala itu Maicon melakukannya dengan memakai nomor punggung 13. Nomor ini masih ia pakai ketika kemudian memperkuat AS Roma.

Danny Murphy

Selanjutnya ada nama Danny Murphy. Gelandang Liverpool ini dipaksa wasit meninggalkan lapangan pada menit 69 usai mendapat kartu kuning keduanya saat melawan Setan Merah pada laga pekan 31 Premier League 31 Maret 2001. (AFP/Paul Barker)
Selanjutnya ada nama Danny Murphy. Gelandang Liverpool ini dipaksa wasit meninggalkan lapangan pada menit 69 usai mendapat kartu kuning keduanya saat melawan Setan Merah pada laga pekan 31 Premier League 31 Maret 2001. (AFP/Paul Barker)

Salah satu pemain yang dikenal sangat gemar memakai nomor punggung 13 adalah Danny Murphy. Hamir di sepanjang perjalanan kariernya Murphy selalu identik dengan nomor tersebut.

Murphy tercatat memakai nomor punggung 13 di Liverpool, Charlon Athletic, Fulham, hingga Blackburn Rovers sebelum ia memutuskan gantung sepatu pada 2013 silam.

Murphy sukses mempersembahkan sejumlah trofi bagi Liverpool, termasuk raihan treble winners pada musim 2000/01 silam.

Thomas Muller

Thomas Muller telah bermain sebanyak 12 kali pada tiga edisi Euro sekaligus (2012 hingga 2020). Sayangnya ia belum diberi kesempatan untuk mencetak gol sejauh ini. Padahal penampilannya bersama Jerman sangat gemilang dengan mengoleksi 39 gol dan 37 assist dari 103 caps. (Foto: AFP/Patrik Stollarz)
Thomas Muller telah bermain sebanyak 12 kali pada tiga edisi Euro sekaligus (2012 hingga 2020). Sayangnya ia belum diberi kesempatan untuk mencetak gol sejauh ini. Padahal penampilannya bersama Jerman sangat gemilang dengan mengoleksi 39 gol dan 37 assist dari 103 caps. (Foto: AFP/Patrik Stollarz)

Harus diakui, Thomas Muller merupakan salah satu pesepakbola Jerman tersukses sepanjang sejarah. Gelimang trofi setia menemani kariernya bersama Bayern Munchen dan Die Mannschaft.

Menariknya, Muller memilih nomor punggung 13 sebagai favoritnya di tim nasional Jerman. Tentu saja ia terinspirasi dari legenda sepak bola Jerman, Gerd Muller. Kebetulan, nama belakang keduanya sama persis.

Muller mencatatkan prestasi luar biasa dengan meraih sepatu emas sebagai top skorer Piala Dunia 2010. Lalu, ia juga menjadi bagian dari skuad Jerman yang menjadi juara di pentas Piala Dunia 2014 silam.

Thibaut Courtois

Kiper Real Madrid, Thibaut Courtois melakukan selebrasi usai berhasil memenangkan laga final Liga Champions antara Liverpool melawan Real Madrid yang berlangsung di Stade de France, Saint Denis, Sabtu, 28 Mei 2022 waktu setempat. (AFP/Javier Soriano)
Kiper Real Madrid, Thibaut Courtois melakukan selebrasi usai berhasil memenangkan laga final Liga Champions antara Liverpool melawan Real Madrid yang berlangsung di Stade de France, Saint Denis, Sabtu, 28 Mei 2022 waktu setempat. (AFP/Javier Soriano)

Sebelum bergabung dengan Real Madrid pada 2018 silam, Thibaut Courtois identik dengan nomor punggung 13 kala memperkuat Atletico Madrid selama tiga musim dan Chelsea selama empat musim.

Di dua klub tersebut, Courtois meraih prestasi luar biasa. Kiper asal Belgia itu mempersembahkan masing-masing satu trofi La Liga, Copa del Rey, Liga Europa, dan Pial Super Eropa bagi Atletico Madrid.

Bersama Chelsea, Courtois meraih dua gelar juara Premier League serta masing-masing satu trofi Piala FA dan Piala Liga.

Gerd Muller

Muller mencetak sejarah bersama Bayern dan tim nasional Jerman. Dia mencetak 566 gol dalam 607 pertandingan termasuk meraih tujuh kali Topskor Bundesliga. (Foto: AFP/Staff)
Muller mencetak sejarah bersama Bayern dan tim nasional Jerman. Dia mencetak 566 gol dalam 607 pertandingan termasuk meraih tujuh kali Topskor Bundesliga. (Foto: AFP/Staff)

Tak afdal memulai daftar ini tanpa menyebut nama Gerd Muller. Ya, ia merupakan striker legendaris Jerman yang sempat memegang rekor gol terbanyak dalam setahun kalender sebelum dipecahkan Lionel Messi.

Muller memakai nomor punggung 13 kala membawa Jerman Barat menjuarai Piala Dunia 1974 silam. Nomor itu pun begitu melekat pada dirinya.

Muller sempat menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan 14 gol, sebelum dipecahkan striker Brasil, Ronaldo.

Budi Sudarsono

Budi Sudarsono, mesin gol Timnas Indonesia di Piala AFF 2008. (AFF)
Budi Sudarsono, mesin gol Timnas Indonesia di Piala AFF 2008. (AFF)

Sepak bola nasional tak mau ketinggalan melahirkan pemain yang identik dengan nomor punggung 13 sepanjang kariernya. Dia adalah Budi Sudarsono.

Dengan nomor punggung 13, Budi pernah mencatat sejarah bagi Timnas Indonesia. Budi mencetak satu gol dalam kemenangan 2-1 atas Qatar di Piala Asia 2004, yang menjadi kemenangan pertama Skuad Garuda di pentas Piala Asia.

Budi Sudarsono pun kembali mencetak gol ke gawang Bahrain di Piala Asia 2007. Namanya harum sebagai salah satu striker terbaik yang pernah dimiliki Indonesia, tentu saja dengan julukan Si Ular Piton yang ia sandang.

Di level klub, Budi Sudarsono pernah mempersembahkan trofi juara Liga Indonesia bagi Persija Jakarta dan Persik Kediri. Ia juga sempat meraih juara Copa Indonesia bersama Sriwijaya FC.

Disadur dari: Bola.net (Ari Prayoga, published 2/8/2022)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel