10 Pengertian Kreativitas Menurut Para Ahli dan Cara Melatihnya

·Bacaan 6 menit

Liputan6.com, Jakarta Pengertian kreativitas adalah mengarah pada proses penciptaan ide atau sesuatu yang baru. Ide yang tercipta dari kreativitas benar-benar original atau berbeda dengan yang lain dan memiliki keunikan tersendiri.

Seorang ahli Clarkl Monstakis dalam buku yang ditulis oleh Munandar terbitan tahun 1995, menjelaskan pengertian kreativitas adalah pengalaman mengekspresikan dan mengaktualisasikan identitas individu dalam bentuk terpadu antara hubungan diri sendiri, alam, dan orang lain.

Pengertian kreativitas pun dapat dimaknai suatu proses pemecahan masalah. Tak hanya kemampuan menghasilkan sesuatu yang baru, tetapi teknik kreativitas sesungguhnya pasti menggunakan metode baru juga.

Berikut Liputan6.com ulas tentang pengertian kreativitas menurut para ahli lebih dalam dari berbagai sumber, Jumat (27/8/2021).

Pengertian Kreativitas Menurut Para Ahli

Ilustrasi Membaca Buku Credit: pexels.com/Alexandra
Ilustrasi Membaca Buku Credit: pexels.com/Alexandra

1. James J. Gallagher (1985)

“Creativity is a mental process by which an individual creates new ideas or products, or recombines existing ideas and product, in fashion that is novel to him or her.”

Pengertian kreativitas adalah suatu proses mental yang dilakukan individu berupa gagasan atau produk baru, atau mengombinasikan antara keduanya yang pada akhirnya akan melekat pada dirinya.

2. Widayatun

Pengertian kreativitas adalah kemampuan memecahkan masalah yang memberikan individu mampu menciptakan ide-ide asli atau adaptif fungsi kegunaannya secara penuh untuk berkembang.

3. Chaplin (1989)

Pengertian kreativitas adalah kemampuan menghasilkan bentuk baru menggunakan metode-metode baru.

4. Clarkl Monstakis (dalam Munandar, 1995)

Pengertian kreativitas adalah pengalaman mengekspresikan dan mengaktualisasikan identitas individu dalam bentuk terpadu antara hubungan diri sendiri, alam, dan orang lain.

5. James R. Evans

Pengertian kreativitas adalah keterampialn menentukan pertalian baru dengan melihat subjek perspektif baru dan membentuk kombinasi-kombinasi baru dari dua atau lebih konsep dalam pikiran.

6. Semiawan (1997)

Pengertian kreativitas adalah kemampuan untuk memberikan gagasan baru dan menerapkannya dalam pemecahan masalah.

7. Santrock

Pengertian kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk memikirkan sesuatu dengan cara baru dan tidak biasa serta mendapatkan solusi-solusi yang unik.

8. Supriadi (1994)

Pengertian kreativitas adalah kemampuan seseorang melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada.

9. Csikzentmihalyi (dalam Munandar, 1995)

Pengertian kreativitas adalah sebagai produk berkaitan dengan penemuan sesuatu, memproduksi sesuatu yang baru, daripada akumulasi keterampilan atau berlatih pengetahuan dan mempelajari buku.

10. Munandar

Pengertian kreativitas adalah kemampuan mengombinasikan. memecah masalah, dan cerminan dari kemampuan operasional anak kreatif.

Ciri-Ciri Kreativitas

Menurut Pedoman Diagnostik Potensi Peserta Didik (Depdiknas 2004:19) dalam Nurhayati (2011: 10), disebutkan ciri kreativitas adalah sebagai berikut:

1. Menunjukan rasa ingin tahu yang luar biasa.

2. Menciptakan berbagai ragam dan jumlah gagasan guna memecahkan persoalan.

3. Sering mengajukan tanggapan yang unik dan pintar.

4. Berani mengambil risiko.

5. Suka mencoba.

6. Peka terhadap keindahan dan segi estetika dari lingkungan.

Kemudian, menurut Conny R. Semiawan (2009:136) ciri-ciri kreativitas adalah:

1. Berani mengambil resiko.

2. Memainkan peran yang positif berfikir kreatif.

3. Merumuskan dan mendefinisikan masalah.

4. Tumbuh kembang mengatasi masalah.

5. Toleransi terhadap masalah ganda (ambigutiy).

6. Menghargai sesama dan lingkungan sekitar.

Sedangkan menurut Utami Munandar (2009:10) ciri-ciri kreativitas sendiri bisa dibedakan jadi dua yaitu ciri kognitif (aptitude) dan ciri non-kognitif (non-aptitude). Ciri kognitif (aptitude) sendiri terdiri dari orisinalitas, fleksibilitas, kelancaran dan elaboratif. Sedangkan ciri nonkognitif meliputi motivasi, kepribadian, dan sikap kreatif.

Cara Melatih Kreativitas

1. Fokus

Fokus memang menjadi kunci utama untuk dipraktekkan agar mencapai hasil yang optimal. Fokus di sini maksudnya ialah fokus dalam hal mempelajari ilmu baru, pengetahuan, maupun informasi terbaru terkait dengan kreativitas yang dimiliki. Misalkan teknik baru membuat sketsa wajah, menggambar dengan bahan pewarna baru, dan lainnya. Tujuan utamanya adalah untuk menciptakan karya yang menakjubkan.

2. Mau Terus Belajar dan Berani Menunjukkan Karya Orisinil

Dibutuhkan semangat, kerja keras, mengamati sekeliling untuk bahan referensi, mencoba menuliskan ide-ide baru yang Anda temukan, agar kreativitas terus menyala. Dari hari ke hari harus mau belajar untuk mengasah kemampuan. Mencari ilmu dari berbagai sumber, kemudian mengembangkannya dalam sebuah karya.

Sebuah karya cemerlang akan lahir dari proses belajar yang tekun. Setelahnya Anda bisa menunjukkan kepada dunia karya orisinil Anda yang patut dibanggakan.

3. Pajang Mainan di atas Meja Kerja

Banyak perusahaan desain kreatif mendorong karyawan untuk menaruh mainan di meja kerja karyawannya. Mulai dari mainan seperti lego, gundam, kertas origami, dan robot-robot.

Pemandangan yang menyenangkan seperti mainan tersebut dapat merileksasi pikiran kita dibanding melihat tumpukan berkas dokumen. Bukan tidak mungkin ide-ide cemerlang bermunculan setiap waktu.

4. Mencoba Menulis Fiksi secara Cepat (flash fiction)

Flash fiction merupakan bentuk tulisan yang terdiri dari potongan-potongan cerita yang sangat pendek. Ada banyak komunitas flash fiction online dimana anggotanya menulis cerita dalam 100 kata. Tidak ada salahnya Anda mulai berlatih menulis cerita pendek dari sekarang.

Pasalnya, menulis itu mampu meningkatkan daya ingat dan melatih memori otak. Masih ingat kapan Anda terakhir menulis di kertas atau buku?

Dengan menulis pada Collins Notebook, Anda bisa menjadi semakin semangat menulis karena notebook ini bisa dibawa kemana pun Anda pergi. Tampilannya yang elegan membuat Anda ingin terus menulis di berbagai suasana.

5. Doodling/Sketching

Suni Brown, penulis The Doodle Revolution, mencatat bahwa beberapa orang sukses seperti Henry Ford dan Steve Jobs sering dan senang melakukan coretan tangan untuk menuangkan ide dan konsep pada penemuan baru mereka. Mencoret-coret juga bisa meningkatkan daya ingat dan mengaktifkan jalur syaraf yang mengarah pada kreativitas tanpa batas.

Perilaku Kreatif

Ilustrasi Melukis Credit: pexels.com/Gustavo
Ilustrasi Melukis Credit: pexels.com/Gustavo

Proses kreativitas hanya akan terjadi jika dibangkitkan melalui masalah yang memacu pada lima macam perilaku, sebagaimana yang dipaparkan oleh Parnes (dalam Nursito: 2000) sebagai berikut:

1. Fluency (kelancaran), yaitu kemampuan mengemukakan ide yang serupa untuk memecahkan suatu masalah.

2. Flexibility (keluwesan), yaitu kemampuan untuk menghasilkan berbagai macam ide guna memecahkan suatu masalah di luar kategori yang biasa.

3. Originality (keaslian), yaitu kemampuan memberikan respons yang unik atau luar biasa.

4. Elaboration (keterperincian), yaitu kemampuan menyatakan pengarahan ide secara terperinci untuk mewujudkan ide menjadi kenyataan.

5. Sensitivity (kepekaan), yaitu kepekaan menangkap dan menghasilkan masalah sebagai tanggapan terhadap suatu situasi.

Tahapan Kreativitas

Berdasarkan model Wallas, yang dikutip oleh Solso (1991), dikutip dari Ngalimun dkk (2013: 52) kreativitas sendiri bisa muncul melalui empat tahap sebagai berikut:

1. Tahap Persiapan

Berisi kegiataan pengenalan masalah, pengumpulan data informasi yang relevan, melihat hubungan antara hiptesis dengan kaidah-kaidah yang ada, tapi belum sampai menemukan sesuatu, dan baru sekadar menjajaki kemungkinan-kemungkinan. Sampai batas tertentu keseluruhan pendidikan, latar belakang umum dan pengalaman hidup turut menyumbang proses persiapan menjadi kreatif.

2. Tahap Inkubasi

Masa inkubasi atau tahap istrirahat, masa menyimpan informasi yang sudah dikumpulkan, lalu berhenti dan tidak lagi memusatkan diri atau merenungkannya. Kreativitas adalah hasil kemampuan pikiran dalam mengaitkan berbagai gagasan, menghasilkan sesuatu yang baru dan unik. Dalam proses mengaitkan ide, pikiran sebenarnya melakukan proses, yaitu:

- Menjajarkan: mengambil satu gagasan dan mengadunya dengan ide lain, dari kontras muncul ide baru.

- Memadukan: meminjam sifat aspek dari dua ide dan menyatukannya untuk bersama-sama membentuk ide baru.

- Menyusun atau memilih: menggabungkan banyak ide untuk membentuk suatu sintesis dipuncak atau dasar, ide yang benar-benar bary, yang menyatukan seluruh elemen.

- Mengitari: dimulai dengan gambaran kabur ide baru, kemudian mempersempitnya pilihan untuk mendapatkan suatu konsep pokok yang manjur.

- Membayangkan: menggunakan imajinasi dan fantasi untuk menghasilkan ide baru dari ide lama.

3. Tahap Pencerahan

Tahap pencerahan yang dikenal luas sebagai pengalaman eureka atau “Aha”, yaitu saat inspirasi atau sebuah gagasan baru muncul dalam pikiran, seakan dari ketiadaaan untuk menjawab tantangan kreatif yang sedang dihadapi.

4. Tahap Pelaksanaan atau Pembuktian

Di tahap ini titik di mana seseorang memberi bentuk pada ide atau gagasan baru, dan menyakinkan bahwa gagasan tersebut dapat diterapkan. Dalam tahap ini ada gagasan yang dapat berhasil dengan cepat dan ada juga yang perlu waktu bulanan bahkan tahunan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel