10 Penyebab Batuk Berdahak dan Cara Mengatasinya Secara Alami

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Penyebab batuk berdahak penting diketahui. Batuk berdahak atau disebut juga batuk produktif merupakan jenis batuk yang disertai dengan cairan atau dahak. Penyebab batuk berdahak bisa berbeda dari batuk kering.

Jenis batuk ini umum terjadi, biasanya menandakan tubuh sedang tidak fit. Batuk berdahak dapat terjadi karena berbagai alasan. Sejumlah kondisi terkait sistem pernapasan juga bisa menjadi penyebab batuk berdahak.

Penyebab batuk berdahak terjadi ketika cairan di saluran napas memicu refleks batuk. Biasanya penyebab batuk berdahak menandakan ada cairan di saluran pernapasan. Kondisi ini bisa disembuhkan dengan mengatasi penyebab batuk berdahak.

Berikut penyebab batuk berdahak, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Sabtu (28/8/2021).

Penyebab batuk berdahak

Ilustrasi Batuk | pexels.com
Ilustrasi Batuk | pexels.com

Flu

Flu adalah penyebab batuk berdahak yang paling umum. Flu termasuk gangguan saluran pernapasan atas. Beragam jenis flu bisa menyebabkan batuk berdahak. Ini meliputi flu biasa dan influenza. Pilek dan flu memiliki sejumlah gejala umum, termasuk ketidaknyamanan dada, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, meler, bersin, nyeri otot, dan kelemahan.

Gejala flu biasa biasanya hilang dalam 7-14 hari. Obat yang dijual bebas atau bahan herbal bisa membantu mengurangi gejalanya.

Bronkitis

Bronkitis adalah istilah medis untuk peradangan pada bronkus di paru-paru. Bronkus adalah saluran udara yang memungkinkan aliran udara ke paru-paru. Peradangan bronkial dapat terjadi sebagai akibat dari infeksi virus atau iritasi dari alergen atau polutan.

Gejala bronkitis meliputi batuk yang menghasilkan lendir bening, putih, atau kuning, mengi, sulit bernapas, sakit tenggorokan, pilek, dan demam.

Penyebab batuk berdahak

Sumber: Freepik
Sumber: Freepik

Pneumonia

Pneumonia adalah istilah medis untuk infeksi dan peradangan pada salah satu atau kedua paru-paru. Pneumonia dapat terjadi sebagai akibat dari infeksi bakteri, virus, jamur, dan parasit. Gejala-gejala pneumonia mungkin termasuk batuk berdahak, sakit dada, sesak napas, sakit kepala, nyeri dan nyeri otot dan sendi, demam dengan menggigil, dan kelelahan.

Bronkiektasis

Bronkiektasis adalah penyakit paru-paru kronis di mana saluran udara menjadi melebar secara tidak normal dan dipenuhi dengan lendir yang berlebihan. Hal ini dapat membuat paru-paru rentan terhadap infeksi. Penyebab batuk berdahak ini bisa dipicu oleh infeksi bakteri, virus, atau jamur, obstruksi jalan napas, seperti tumor atau benda asing, kondisi paru-paru genetik, seperti cystic fibrosis.

Gejala bronkiektasis meliputi batuk terus-menerus, jangka panjang yang biasanya menghasilkan lendir, lendir bercampur darah, sesak napas, mengi, sakit dada, kesulitan menelan, kelelahan, dan penurunan berat badan.

Penyebab batuk berdahak

Diagnosis paru-paru / Sumber: iStockphoto.com
Diagnosis paru-paru / Sumber: iStockphoto.com

Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)

Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) mengacu pada sekelompok kondisi yang memengaruhi paru-paru secara kronis. PPOK menyebabkan kesulitan bernapas jangka panjang. Penyebab PPOK bisa meliputi paparan polusi udara, infeksi saluran pernapasan sebelumnya, dan faktor genetik.

Gejala PPOK meliputi batuk terus-menerus yang menghasilkan banyak lendir, sesak napas setelah aktivitas fisik, mengi, dan sesak di dada.

Asam lambung

Penyakit asam lambung atau GERD juga bisa menjadi penyebab batuk berdahak. GERD adalah suatu kondisi di mana asam lambung dan isi lambung lainnya sering bocor keluar dari lambung dan naik kembali ke kerongkongan. GERD adalah salah satu penyebab paling umum dari batuk terus-menerus.

Ciri batuk yang disebabkan oleh GERD adalah terjadi di malam hari atau setelah makan, terjadi saat berbaring, terus terjadi bahkan ketika penyebab umum batuk tidak ditemukan. GERD bisa menyebabkan dahak di bagian belakang tenggorokan.

Penyebab batuk berdahak

Ilustrasi Tuberkulosis Foto oleh Anna Shvets dari Pexels
Ilustrasi Tuberkulosis Foto oleh Anna Shvets dari Pexels

Tuberkulosis

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang terutama menyerang paru-paru. TBC berkembang karena bakteri yang disebut Mycobacterium tuberculosis. Tuberkulosis bisa menjadi penyebab batuk berdahak. Batuk berdahak pada tuberkulosis berlangsung lebih dari 3 minggu dan biasanya menghasilkan lendir. Lendir biasanya bercampur darah atau berwarna hijau.

Batuk rejan

Batuk rejan, juga dikenal sebagai pertusis, adalah penyakit yang sangat menular yang disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis. Batuk rejan juga bisa menjadi penyebab batuk berdahak. Pada awalnya, batuk rejan memang menyebabkan batuk kering. Namun, seiring waktu, sekitar 2 minggu berjalan, batuk bisa berubah menjadi batuk berdahak dengan lendir yang kental.

Segera setelah Bordetella pertussis mencapai lapisan saluran udara, ia menggandakan dan melumpuhkan komponen pembersih lendir dari lapisan tersebut, menyebabkan akumulasi lendir. Saat lendir menumpuk, penderita mencoba mengeluarkannya dengan batuk, batuk menjadi lebih intens karena ada begitu banyak lendir.

Penyebab batuk berdahak

ilustrasi batuk/freepik
ilustrasi batuk/freepik

Fibrosis kistik

Fibrosis kistik adalah kondisi genetik dari sistem pernapasan yang biasanya didiagnosis selama masa kanak-kanak. Ini menyebabkan produksi lendir yang kental dan lengket di paru-paru dan organ lainnya. Fibrosis kistik bisa menjadi penyebab batuk berdahak dan menimbulkan gejala seperti mengi, sesak napas, hidung tersumbat, dan sinus pengap.

Alergi

Penyebab batuk berdahak lainnya adalah alergi. Alergi juga dapat menyebabkan dada sesak dan batuk parah karena lendir dari sinus hidung menetes ke bagian belakang tenggorokan (post-nasal drip). Gejala alergi biasanya termasuk mata gatal, hidung tersumbat, post-nasal drip, bersin, dan batuk basah, disertai dahak.

Cara alami mengatasi batuk berdahak

Ilustrasi Humidifier Credit: pexels.com/Tommy
Ilustrasi Humidifier Credit: pexels.com/Tommy

Humidifier

Humidifier akan membantu memproduksi udara yang lembap. Ini sangat membantu di malam hari, ketika tenggorokan mengering secara alami. Tenggorokan kering lebih rentan terhadap iritasi dan peradangan. Dengan humidifier dahak di saluran pernapasan menjadi lebih tipis dan lebih mudah keluar dari paru-paru.

Mandi uap

Mandi uap dapat membantu melembapkan saluran udara bagian atas. Ini juga dapat membantu memecah lendir di dada. Cobalah untuk tetap mandi atau di kamar mandi beruap setidaknya selama lima menit.

Madu

Madu adalah salah satu cara paling efektif untuk mengobati batuk berdahak. Uji klinis kecil menemukan bahwa makan 1,5 sendok teh madu 30 menit sebelum tidur dapat membantu mengurangi batuk dan mendorong tidur nyenyak pada anak-anak.

Cara alami mengatasi batuk berdahak

Sumber: Freepik
Sumber: Freepik

Vitamin C

Dosis besar vitamin C dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membantu melawan infeksi virus lebih cepat. Cobalah makan jeruk atau buah-buahan lainnya dua kali sehari sampai gejala membaik.

Hidrasi

Tetap terhidrasi sangat penting ketika melawan infeksi. Ini juga menjaga tenggorokan dari kekeringan dan menjadi iritasi atau meradang. Bertujuan untuk minum setidaknya 10 gelas air per hari.

Teh jahe

Jahe dikemas dengan sifat anti-inflamasi dan antioksidan. Beberapa cangkir teh jahe per hari dapat membantu meredakan peradangan di tenggorokan sekaligus membuat tetap terhidrasi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel