10 Penyebab Gusi Bengkak dan Cara Mengatasinya Secara Alami

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Penyebab gusi bengkak bisa disebabkan banyak faktor. Gusi bengkak termasuk masalah mulut yang sering ditemui. Gusi merupakan bagian penting bagi kesehatan mulut.

Gusi tebal, berserat, dan penuh dengan pembuluh darah. Jika gusi bengkak, ia akan terasa menonjol, merah, dan nyeri. Penyebab gusi bengkak sangat terkait dengan kesehatan mulut.

Penyebab gusi bengkak bisa jadi tanda kondisi mulut yang buruk seperti gigi berlubang atau infeksi. Penyebab gusi bengkak biasanya muncul pada gusi di sekitar satu gigi. Berbagai masalah dapat menjadi penyebab gusi bengkak.

Penyebab gusi bengkak bisa diatasi dengan menjaga kebersihan mulut. Berikut penyebab gusi bengkak, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (19/5/2021).

Penyebab gusi bengkak

Ilustrasi Sakit Gigi Credit: unsplash.com/EnginA
Ilustrasi Sakit Gigi Credit: unsplash.com/EnginA

Kebersihan mulut yang buruk

Penyebab gusi bengkak mungkin sederhana, seperti partikel makanan yang tersangkut di gigi. Kondisi ini terkait dengan kebersihan mulut yang buruk. Terkadang, sisa makanan dapat terperangkap di antara gigi dan garis gusi. Ini dapat dengan mudah menyebabkan iritasi dan pembengkakan di area tersebut.

Infeksi jamur atau virus

Infeksi yang terjadi pada mulut bisa menjadi penyebab gusi bengkak. Misalnya, infeksi kronis seperti virus herpes yang dapat dapat menyebabkan kondisi yang disebut gingivostomatitis herpes akut. Ada juga infeksi jamur yang menyebabkan sariawan. Kerusakan gigi yang tidak ditangani dapat menyebabkan abses gigi, yang merupakan pembengkakan gusi lokal.

Penyebab gusi bengkak

gusi bengkak (sumber: freepik)
gusi bengkak (sumber: freepik)

Gingivitis

Gingivitis atau radang gusi adalah penyebab gusi bengkak yang paling umum. ni adalah penyakit gusi yang menyebabkan gusi iritasi dan bengkak. Gingivitis paling sering disebabkan oleh kebersihan mulut yang buruk, yang memungkinkan penumpukan plak di garis gusi dan gigi. Tanpa pengobatan, gingivitis dapat berkembang menjadi infeksi serius pada gusi, yang disebut periodontitis atau penyakit periodontal.

Periodontitis

Periodontitis adalah tahap lanjut dari gingivitis yang tidak diobati. Periodontitis menyebabkan bengkak pada gusi yang parah. Periodontitis membuat gusi tertarik atau surut dari gigi. Jika hal ini terjadi, infeksi dapat merusak tulang penyangga gigi, menyebabkan gigi kendor atau bahkan rontok.

Penyebab gusi bengkak

Ilustrasi gigi  (sumber: Pixabay)
Ilustrasi gigi (sumber: Pixabay)

Abses gigi

Abses gigi adalah kumpulan nanah yang bentuk dalam gigi atau struktur sekitarnya sebagai akibat dari infeksi bakteri. Abses gigi dapat menjadi penyebab gusi bengkak dan kemerahan di sekitar gigi.

Gejala abses gigi lainnya meliputi rasa sakit berdenyut yang hebat di gigi atau gusi, nyeri yang menjalar ke telinga, rahang, atau leher, dan nyeri yang bertambah parah saat berbaring.

Gigi berlubang

Gigi yang berlubang karena kuman juga dapat merambah hingga gusi dan menyebabkan gusi bengkak. Gigi berlubang yang tidak segera dibersihkan dan ditambal akan menyebabkan infeksi yang juga membuat gusi bengkak.

Penyebab gusi bengkak

ilustrasi behel (sumber: freepik)
ilustrasi behel (sumber: freepik)

Kesalahan pemasangan aksesori pada gigi

Pemasangan aksesori gigi seperti gigi palsu atau behel yang salah bisa juga menyebabkan gusi bengkak. Kesalahan ini biasanya terjadi jika pemasangan gigi palsu atau behel dilakukan bukan oleh ahlinya.

Sensitivitas pada produk perawatan mulut

Kepekaan terhadap produk oral, seperti bahan dalam pasta gigi atau obat kumur juga dapat menjadi penyebab gusi bengkak.

Penyebab gusi bengkak

Ilustrasi Kesehatan Gigi Credit: pexels.com/Shiney
Ilustrasi Kesehatan Gigi Credit: pexels.com/Shiney

Malnutrisi

Kekurangan vitamin, terutama vitamin B dan C, dapat menyebabkan pembengkakan gusi. Vitamin C, misalnya, berperan penting dalam pemeliharaan dan perbaikan gigi dan gusi. Jika kadar vitamin C terlalu rendah, seseorang juga bisa mengalami skorbut. Penyakit skorbut dapat menyebabkan anemia dan penyakit gusi.

Kehamilan

Gusi bengkak juga bisa terjadi selama kehamilan. Hormon yang dihasilkan tubuh selama kehamilan dapat meningkatkan aliran darah di gusi. Peningkatan aliran darah ini dapat menyebabkan gusi lebih mudah teriritasi, sehingga menyebabkan pembengkakan. Perubahan hormonal juga dapat menghambat kemampuan tubuh untuk melawan bakteri yang biasanya menyebabkan infeksi gusi.

Cara mengatasi gusi bengkak secara alami

Ilustrasi Garam Credit: pexels.com/Lorena
Ilustrasi Garam Credit: pexels.com/Lorena

Air garam

Berkumur dengan air garam dapat mengurangi jumlah bakteri berbahaya yang hidup di gusi. Air garam dapat membantu mengurangi pembengkakan yang menyebabkan rasa sakit di gusi. Tambahkan 1 sdt. garam ke air hangat dan aduk rata. Berkumurlah dengan larutan garam ini setidaknya dua kali sehari sampai bengkak mereda.

Kompres

Kompres hangat atau dingin dapat menghilangkan rasa sakit dan pembengkakan pada gusi. Untuk membuat kompres panas untuk gusi, celupkan kain bersih ke dalam air panas. Peras air yang berlebih, lalu tempelkan kain pada bagian pipi atau bibir yang menutupi bagian gusi yang sakit. Untuk kompres dingin, bungkus es dengan kain bersih dan kompres dengan cara yang sama.

Cara mengatasi gusi bengkak secara alami

Ilustrasi Lidah Buaya Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Lidah Buaya Credit: pexels.com/pixabay

Lidah buaya

Gel aloe vera memiliki sifat antibakteri, anti-inflamasi, dan antioksidan. Lidah buaya bisa meredakan pembengkakan dan membunuh bakteri berbahaya penyebab gusi bengkak. Gel lidah buaya segar bisa dioleskan langsung ke gusi. Lidah buaya juga bisa digunakan sebagai obat kumur. Caranya dengan men-jus gel lidah buaya dan berkumur dengan jus lidah buaya tersebut dua hingga tiga kali sehari.

Teh

Tanin dapat mengurangi rasa sakit gusi dengan membunuh bakteri yang dapat mengiritasi gusi. Untuk mengurangi rasa sakit gusi, rendam kantong teh dalam air mendidih selama beberapa menit, lalu keluarkan, biarkan agak dingin. Sementara tas masih hangat, oleskan langsung ke lokasi rasa sakit selama sekitar 5 menit.

Cara mengatasi gusi bengkak secara alami

Daun Jambu Biji  (sumber: Pixabay)
Daun Jambu Biji (sumber: Pixabay)

Daun jambu biji

Daun jambu telah lama menjadi pengobatan efektif untuk menjaga kebersihan mulut. Daun jambu biji memiliki sifat antibakteri dan antimikroba yang bisa membersihkan mulut. Obat kumur daun jambu biji juga memiliki efek positif pada pengendalian plak. Berkumur dengan daun jambu biji bisa mengurangi peradangan gusi, meringankan nyeri, dan menyegarkan napas. Daun jambu biji bisa direbus dengan air, lalu digunakan untuk berkumur dua kali sehari.

Cengkeh

Cengkeh memiliki sifat antivirus dan antioksidan yang membantu mengatasi plak dan peradangan. Cengkeh juga bisa membantu meringankan rasa sakit. Cengkeh bisa digunakan dengan menghaluskan 1 sendok teh cengkeh, campur dengan sedikit air dan aplikasikan pada gusi yang bengkak dengan kapas. Biarkan selama sekitar satu menit lalu bilas dengan berkumur. Cengkeh juga bisa digunakan dalam bentuk minyak. Aplikasikan minyak cengkeh pada gusi yang bengkak, diamkan selama beberapa menit, lalu bilas dengan berkumut.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel