10 Penyebab Jerawat di Ketiak, Picu Iritasi

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Jerawat bisa muncul di mana saja, termasuk di ketiak. Kulit ketiak tipis dan halus. Ia juga mengandung banyak kelejar keringat dan folikel rambut. Kulit semacam ini sangat mudah tersumbat dan meradang.

Akibatnya, ketiak rentan terhadap jerawat, bisul, dan masalah kulit lainnya. Jerawat disebabkan oleh penumpukan minyak dan sel kulit mati di kulit. Kondisi ini membuat bakteri penyebab jerawat sangat mudah berkembang biak.

Jerawat di ketiak bukanlah hal yang aneh. Jerawat ini biasanya tidak berbahaya dan menghilang dengan sendirinya. Jerawat mungkin muncul sebagai benjolan kecil dengan warna daging tanpa gejala, atau merah. Benjolan bisa meradang disertai rasa gatal dan ketidaknyamanan.

Banyak faktor sehari-hari yang dapat menyebabkan ketiak berjerawat. Ini termasuk gesekan, rambut yang tumbuh ke dalam, luka pisau cukur, dan infeksi bakteri. Jerawat di ketiak bisa sangat tidak nyaman. Maka dari itu, penting menghindari penyebabnya.

Berikut penyebab jerawat di ketiak, dirangkum Liputan6.com dari Medical News Today, Jumat(29/1/2021).

Penyebab jerawat di ketiak

Ilustrasi Ketiak  Credit: pexels.com/Godisable
Ilustrasi Ketiak Credit: pexels.com/Godisable

Gesekan

Area ketiak sangat sering terkena gesekan. Gesekan yang cukup banyak saat lengan terayun ke depan dan belakang. Setiap kali kulit bergesekan dengan kulit, kemungkinan besar bisa terjadi cedera, iritasi, bahkan infeksi. Kulit juga bisa bergesekan dengan pakaian ketat, ikatan pada bra, dan tali tas atau ransel.

Gesekan ini dapat menyebabkan peradangan dan iritasi pada ketiak, yang menyebabkan pori-pori dan jerawat tersumbat. Orang sering kali berkeringat di ketiak, bahkan setelah menggunakan deodoran atau antiperspirant, dan kelembapan ini dapat memperburuk iritasi.

Luka cukuran

Menggunakan pisau cukur untuk menghilangkan bulu ketiak akan meningkatkan gesekan dan iritasi pada kulit halus. Mencukur kulit di ketiak terkadang dapat menyebabkan ruam merah bergelombang dan iritasi kulit. Ini bisa terasa gatal dan tidak nyaman tetapi cenderung hilang dalam beberapa hari.

Luka cukuran atau razor burn sangat mungkin terjadi jika seseorang menggunakan pisau cukur lama, kusam atau tidak melembapkan kulit. Menggunakan pisau cukur lama juga dapat menyebabkan bakteri masuk ke dalam luka kecil pada kulit. Ini dapat menyebabkan infeksi kulit, seperti folikulitis, atau bisul, yang menyerupai jerawat.

Penyebab jerawat di ketiak

Sumber : Freepik
Sumber : Freepik

Rambut tumbuh ke dalam

Rambut yang tumbuh ke dalam adalah rambut yang tumbuh dari folikel rambut dan kemudian tergulung dan tumbuh kembali ke dalam kulit. Dalam beberapa kasus, rambut yang tumbuh ke dalam mengeriting dan kembali menjadi folikel rambut bahkan sebelum keluar dari kulit. Dalam kasus lain, kulit mati dapat menyumbat folikel rambut, menyebabkan rambut tumbuh ke samping di bawah kulit, bukan ke atas.

Rambut yang tumbuh ke dalam bukanlah hal yang serius, tetapi tidak nyaman jika tumbuh di area sensitif. Rambut yang tumbuh ke dalam biasanya sembuh dengan sendirinya. Penting untuk menghindari mengorek atau merusak kulit pada rambut yang tumbuh ke dalam karena hal ini dapat menyebabkan bakteri penyebab folikulitis.

Folikulitis

Folikulitis adalah infeksi pada folikel rambut. Folikulitis tampak seperti benjolan merah di dalam atau di dekat helai rambut, dan dapat mengandung nanah atau darah. Jika disebabkan oleh bakteri, folikulitis dapat diatasi dengan antibiotik. Sabun antibakteri, seperti sabun benzoyl peroxide, juga dapat membantu membunuh bakteri pada kulit.

Namun, ini bisa sangat mengiritasi kulit pada beberapa individu. Pada kasus yang lebih parah, folikulitis dapat menyebabkan rambut rontok dan jaringan parut permanen.

Penyebab jerawat di ketiak

Penyebab jerawat di ketiak Credit: pexels.com/Mareefe
Penyebab jerawat di ketiak Credit: pexels.com/Mareefe

Dermatitis kontak alergi

Dermatitis kontak alergi terjadi ketika kulit bersentuhan dengan zat atau bahan yang menyebabkan alergi pada kulit. Di ketiak, ini bisa disebabkan deodoran, antiperspiran, atau bahkan sabun atau deterjen yang digunakan untuk mencuci pakaian. Dermatitis kontak alergi menyebabkan ruam merah bergelombang yang sangat gatal. Pada tahap awal, lepuh berisi cairan mungkin muncul.

Bisul

Bisul adalah benjolan merah dan nyeri akibat infeksi bakteri. Bisul lebih mungkin muncul pada kulit yang terkena kelembapan dan gesekan, seperti di ketiak dan selangkangan. Tanpa pengobatan, bisul bisa terus membesar, menimbulkan jerawat dan lebih menyakitkan.

Penyebab jerawat di ketiak

Ketiak(unsplash.com/Eli Defaria).
Ketiak(unsplash.com/Eli Defaria).

Infeksi jamur

Area kulit yang sering menjadi lembap berisiko terkena jamur atau infeksi jamur. ini biasanya disebabkan oleh organisme bernama Candida. Infeksi jamur sering kali menghasilkan benjolan atau pustula merah, yang merupakan lepuh merah berisi nanah. Infeksi jamur dapat diatasi dengan krim antijamur yang dijual bebas.

Hidradenitis suppurativa

Hidradenitis suppurativa adalah kondisi kulit yang paling sering terjadi pada ketiak dan selangkangan, tetapi dapat memengaruhi area lain. Ini dimulai dengan tumbuhnya benjolan merah seperti jerawat pada kulit. Tanpa pengobatan, kondisi ini bisa memburuk saat benjolan membesar dan masuk lebih dalam ke kulit. Ini bisa menyakitkan dan bahkan mungkin membuat lengan sulit untuk digerakkan. Seiring waktu, benjolan tersebut dapat menyebabkan jaringan parut parah yang mengakibatkan pembentukan dan drainase saluran sinus.