10 Penyebab Kabut Otak, Bisa Hambat Konsentrasi

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Kabut otak atau brain fog merupakan kondisi yang memengaruhi kinerja otak. Kondisi ini merupakan jenis disfungsi kognitif yang melibatkan masalah memori, konsentrasi yang buruk, dan ketidakmampuan untuk tetap fokus. Kabut otak bisa sangat mengganggu.

Kabut otak dapat membuat seseorang merasa seolah-olah proses berpikir, memahami, dan mengingat tidak berjalan sebagaimana mestinya. Ini bisa menghambat pekerjaan dan menimbulkan ketidaknyamanan. Kabut otak bukanlah kondisi medis itu sendiri, melainkan gejala dari kondisi medis lainnya.

Kabut otak bisa menandakan adanya gangguan pada kinerja otak. Ada banyak penjelasan mengapa kabut otak terjadi. Ini bisa disebabkan oleh gaya hidup, stres, hingga penyakit tertentu.

Berikut penyebab kabut otak, dirangkum Liputan6.com dari Medical News Today, Jumat(13/11/2020).

Penyebab Kabut Otak

Sumber : Freepik
Sumber : Freepik

Stres

Stres kronis dapat meningkatkan tekanan darah, melemahkan sistem kekebalan, dan memicu depresi. Depresi adalah gangguan mood serius yang memengaruhi cara berpikir dan perasaan seseorang. Masalah dengan memori, fokus, dan pengambilan keputusan dapat menyebabkan kabut otak.

Saat otak lelah, seseorang akan menjadi lebih sulit untuk berpikir, bernalar, dan fokus. Stres dan kecemasan juga bisa membuat orang sulit berpikir jernih. Stres juga bisa menyebabkan kelelahan mental.

Kurang tidur

Kualitas tidur yang buruk juga dapat mengganggu fungsi otak. Tidur terlalu sedikit dapat menyebabkan konsentrasi yang buruk dan pikiran yang keruh. Kurang tidur mengganggu kemampuan sel-sel otak untuk berkomunikasi satu sama lain. Ini bisa memengaruhi memori dan persepsi visual.

Sleep apnea juga bisa menyebabkan brain fog. Sleep apnea terjadi ketika orang mengalami kesulitan bernapas di malam hari yang mengganggu kualitas tidurnya.

Penyebab Kabut Otak

Ilustrasi otak. (Sumber Pixabay)
Ilustrasi otak. (Sumber Pixabay)

Perubahan hormon

Perubahan hormonal juga bisa memicu kabut otak. Kadar hormon progesteron dan estrogen meningkat selama kehamilan. Perubahan ini dapat memengaruhi memori dan menyebabkan gangguan kognitif jangka pendek. Demikian pula, penurunan tingkat estrogen selama menopause dapat menyebabkan pikun, konsentrasi yang buruk, dan pemikiran yang keruh.

Hipotiroidisme dan tiroiditis Hashimoto juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon. Masalah memori dan berpikir yang mirip dengan kabut otak sering terjadi pada gangguan tiroid.

Pola makan

Makanan yang dikonsumsi juga bisa berperan dalam kabut otak. Vitamin B-12 mendukung fungsi otak yang sehat, dan kekurangan vitamin B-12 dapat menyebabkan kabut otak. Jika seseorang memiliki alergi atau sensitif terhadap makanan, kabut otak dapat muncul setelah makan makanan tertentu.

Makanan yang bisa memicu kabut otak di antaranya termasuk MSG, aspartam, kacang kacangan, dan produk susu.

Penyebab Kabut Otak

Ilustrasi anemia (iStock)
Ilustrasi anemia (iStock)

Pengobatan tertentu

Kabut otak mungkin merupakan efek samping obat tertentu. Jika Anda merasakan kabut otak saat minum obat, bicarakan dengan dokter. Menurunkan dosis atau beralih ke obat lain dapat memperbaiki gejala. Kabut otak juga bisa terjadi setelah perawatan kanker.

Beberapa obat dapat memengaruhi kabut otak seperti obat kemoterapi, obat tidur, obat untuk kecemasan, beberapa obat pereda nyeri, statin, dan kortikosteroid.

Anemia

Anemia defisiensi besi adalah jenis anemia yang umum - suatu kondisi di mana darah kekurangan sel darah merah sehat yang memadai. Sel darah merah membawa oksigen ke jaringan tubuh. Sesuai dengan namanya, anemia defisiensi besi disebabkan karena kekurangan zat besi.

Anemia defisiensi besi dapat menyebabkan kabut otak. Jika sel darah merah tidak dapat mengirimkan oksigen yang cukup ke organ dan jaringan tubuh, seseorang dapat mengalami kelelahan mental dan fisik serta gejala lainnya, seperti sesak napas dan kabut otak.

Penyebab Kabut Otak

Ilustrasi Pusing dan Sakit Kepala Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Pusing dan Sakit Kepala Credit: pexels.com/pixabay

Multiple sclerosis

Orang yang hidup dengan Multiple sclerosis mungkin mengalami beberapa perubahan dalam kemampuan untuk membuat keputusan dan untuk memproses dan mengingat informasi.

Perubahan ini biasanya berkisar ringan hingga sedang dan tidak memengaruhi kemampuan seseorang untuk hidup mandiri. Namun, mereka dapat menyebabkan frustrasi dan kesulitan menyelesaikan tugas sehari-hari, seperti mencari kunci rumah atau berbelanja bahan makanan.

Fibromyalgia

Fibromyalgia adalah sindrom umum dan kronis yang menyebabkan nyeri tubuh dan tekanan mental. Fibromyalgia menyebabkan nyeri di seluruh tubuh dan dapat memengaruhi konsentrasi dan daya ingat seseorang. Fibromyalgia menyebabkan nyeri yang meluas, kelelahan, dan jenis ketidaknyamanan lainnya.

Gejala fibromyalgia bisa disalahartikan dengan gejala artritis, atau radang sendi. Namun, tidak seperti artritis, pada kondisi ini tidak ditemukan adanya radang dan kerusakan sendi atau otot. Ini karena fibromyalgia memengaruhi jaringan lunak, bukan persendian.

Penyebab Kabut Otak

ilustrasi kelelahan/pexels
ilustrasi kelelahan/pexels

Sindrom kelelahan kronis

Sindrom kelelahan kronis adalah kondisi kronis atau jangka panjang lainnya. Ini dapat menyebabkan kelelahan parah dan masalah dengan pemikiran. Gejala umum kondisi ini adalah kelelahan ekstrem, gangguan tidur, dan penurunan aktivitas fisik.

Pemicu gangguan ini dapat berbeda-beda pada setiap orang, dan mungkin sesuatu yang sederhana seperti flu atau stres ekstrem.

Penyakit Alzheimer

Alzheimer dan jenis demensia lainnya dapat melibatkan gejala kabut otak. Alzheimer terjadi ketika plak protein menumpuk di otak seseorang. Penumpukan ini memengaruhi fungsi otak, dengan berbagai gejala kognitif dan gejala lainnya.