10 Penyebab Kista Ovarium yang Wajib Diketahui, Menstruasi Dini Salah Satunya

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Penyebab kista ovarium sering kali diabaikan oleh para wanita. Kista ovarium adalah kantong berisi cairan yang tumbuh pada indung telur (ovarium) wanita. Kista ini biasanya muncul selama masa subur atau selama wanita mengalami menstruasi.

Tiap wanita memiliki dua indung telur (ovarium), satu di bagian kanan dan satu lagi di sebelah kiri rahim. Ovarium yang berukuran sebesar biji kenari ini merupakan bagian dari sistem reproduksi wanita. Ovarium berfungsi menghasilkan sel telur tiap bulan (mulai dari masa pubertas hingga menopause), serta memproduksi hormon estrogen dan progesteron.

Kista berbeda dengan abses karena tidak mengandung nanah. Kebanyakan kista yang terdapat di ovarium tidak berbahaya dan akan menghilang dengan sendirinya tanpa penanganan medis, seiring dengan bertambahnya usia. Namun, dalam beberapa kasus, kista dapat mengakibatkan rasa sakit, pendarahan, serta gejala-gejala lainnya. Apabila kista memiliki diameter lebih dari 5 cm, prosedur operasi harus segera dilaksanakan untuk mengangkat kista tersebut.

Kemudian, apa penyebab kista ovarium? Berikut ini penjelasannya yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (5/1/2021).

Penyebab Kista Ovarium

ilustrasi siklus menstruasi tidak teratur.
ilustrasi siklus menstruasi tidak teratur.

1. Siklus Menstruasi Tidak Lancar

Penyebab kista ovarium yang pertama adalah siklus menstruasi tidak lancar. Siklus menstruasi yang tidak lancar akan berakibat buruk bagi tubuh. Salah satunya yakni mampu menimbulkan kista ovarium atau kista pada indung telur. Terdapat alasan tersendiri kenapa hal itu bisa terjadi. Penyebabnya yaitu adanya penumpukan darah kotor di dalam tubuh. Di mana darah kotor tersebut seharusnya dikeluarkan pada masa tertentu.

2. Menstruasi Dini

Penyebab kista ovarium yang lainnya adalah menstruasi dini. Siapa sangka, terlalu dini mengalami menstruasi justru bisa meningkatkan risiko terkena kista ovarium. Untuk itu, sangat penting bagi orang tua membekali anak-anak mereka saat mendapatkan menstruasi. Ajarkan pada anak-anak untuk bisa menjaga pola makan sehat. Sebab, pola makan sehat mampu mengurangi risiko seseorang terkena kista.

3. Stres

Setiap orang tentu pernah mengalami stres dalam hidupnya. Entah itu karena pekerjaan ataupun masalah percintaan. Akan tetapi semua itu tetap bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Tahukah kalian, stres menjadi penyebab kista ovarium. Sebab, stres berlebihan mampu menghasilkan hormon tertentu dalam tubuh. Di mana hormon tersebut justru yang memicu sebuah penyakit datang. Ketidakmampuan dalam mengelola stres inilah yang bisa jadi pemicu munculnya kista ovarium. Oleh karena itu, sangat disarankan bagi kalian untuk menghindari stres. Jika tidak bisa, cobalah mengelola stres yang menyerang pikiran. Salah satu cara yang bisa dilakukan yakni menjalani gaya hidup sehat dan rajin berolahraga.

4. Gangguan Hormon

Penyebab kista ovarium selanjutnya adalah gangguan hormon. Gangguan hormon ternyata juga bisa menyebabkan seseorang mengidap kista. Perlu diketahui, keseimbangan hormon memiliki peranan yang begitu penting bagi tubuh. Untuk itu, sangat penting bagi kalian menjaga keseimbangan hormon tubuh.

5. Belum Memiliki Keturunan

Penyebab kista ovarium berikutnya adalah belum memiliki keturunan. Mengandung dan melahirkan rupanya mampu membuat rahim menjadi lebih sehat. Tak hanya itu, kedua hal itu juga bisa menurunkan risiko seorang wanita terkena penyakit kista. Namun jika kalian memang belum berniat untuk mengandung dan melahirkan, terdapat cara pencegahan yang bisa dilakukan. Pencegahan bisa dilakukan adalah dengan mengonsumsi makanan kaya akan antioksidan. Sebab, antioksidan nantinya akan melindungi tubuh dari parasit, bakteri, virus dan sejumlah radikal bebas.

Penyebab Kista Ovarium

Kolesterol Tinggi.
Kolesterol Tinggi.

6. Kolesterol Tinggi

Kadar kolesterol yang tinggi dapat menimbulkan berbagai macam penyakit. Salah satunya, kolesterol bisa menyerang organ reproduksi seperti rahim dan mennjadi penyebab kista ovarium. Oleh karena itu, demi kesehatan organ reproduksi, seorang wanita sebaiknya mengurangi konsumsi lemak jenuh.

7. Obat Subur

Penggunaan obat subur juga ternyata bisa menjadi penyebab kista ovarium. Memiliki keturunan merupakan impian bagi sebagian besar pasangan. Tak sedikit pasangan bahkan rela melakukan apa pun demi mendapatnya. Sayangnya, penggunaan obat penyubur kandungan justru memiliki efek samping. Apalagi jika dikonsumsi secara berlebihan. Salah satu efek samping yang bisa ditimbulkan dari obat subur adalah kista ovarium. Maka dari itu, ada baiknya mengonsumsi obat subur alami seperti taoge dan kacang hijau.

8. Minuman Beralkohol

Minuman beralkohol jika dikonsumsi secara berlebihan mampu merusak organ tubuh seperti hati. Namun siapa sangka, minuman jenis ini juga bisa mengakibatkan seseorang menderita kista ovarium. Tak hanya beralkohol, mengonsumsi minuman soda berlebih juga bisa menimbulkan kista ovarium. Untuk itu, sangat dianjurkan bagi kalian untuk mengurangi minuman beralkohol dan bersoda. Sebaiknya diganti dengan mengonsumsi air putih, susu ataupun jus buah dan sayur.

9. Merokok

Merokok tak hanya merusak paru-paru, namun juga bisa jadi penyebab kista ovarium. Zat adiktif pada rokok rupanya mampu mengganggu rahim. Bukan hanya untuk perokok aktif, bagi kalian yang menjadi perokok pasif pun harus lebih waspada. Ada baiknya justru kalian menghindari lingkungan penuh asap rokok. Bagi para perokok juga sebaiknya segera dihentikan agar bisa menurunkan risiko terkena kista ovarium.

10. Infeksi Parasit, Kuman dan Bakteri

Penyebab kista ovarium selanjutnya adalah adanya infeksi parasit, kuman dan bakteri. Infeksi ini biasanya akan terjadi di organ intim wanita. Ini juga menjadi penyebab utama seorang wanita terkena kista ovarium. Untuk mencegahnya, Kalian harus selalu rajin menjaga kebersihan serta kesehatan organ kewanitaan.

Gejala Kista Ovarium

Gejala kista ovarium. (Foto: iStockphoto)
Gejala kista ovarium. (Foto: iStockphoto)

Sebagian besar kista ovarium berukuran kecil dan tidak menimbulkan gejala. Kista ini biasanya akan hilang sendiri tanpa pengobatan. Kista baru menimbulkan masalah jika tidak kunjung menghilang atau justru makin membesar. Namun dalam kondisi seperti ini, gejala yang muncul yaitu:

1. Rasa nyeri di panggul yang dapat menyebar ke punggung bawah dan paha.

2. Merasa nyeri panggul selama hubungan seksual.

3. Rasa sakit saat buang air besar.

4. Kembung, bengkak, atau rasa berat di perut.

5. Kesulitan buang air kecil.

6. Perubahan dalam cara pertumbuhan payudara dan rambut tubuh.

7. Nyeri payudara dan mual.

Penanganan Kista Ovarium

ilustrasi operasi | pexels.com/@shvetsa
ilustrasi operasi | pexels.com/@shvetsa

Langkah penanganan terhadap kista ovarium dilakukan berdasarkan usia pasien, jenis, atau ukuran kista. beberapa pilihan penanganan kista ovarium, salah satunya hanya pemantauan rutin saja jika kista masih kecil dan tidak menimbulkan gejala. Namun jika kista membesar, dapat dilakukan tindakan operasi pengangkatan kista. Sulit untuk dapat mencegah timbulnya kista. Kendati demikian, pemeriksaan panggul secara teratur dapat memantau jika terjadi perubahan pada ovarium. Pemeriksaan juga perlu dilakukan jika terjadi mengalami menstruasi di luar kebiasaan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel