10 Penyebab Komputer Lemot yang Umum Terjadi, Simak Solusi Praktisnya

·Bacaan 6 menit

Liputan6.com, Jakarta Ada sekitar sepuluh penyebab komputer lemot yang umum terjadi dan jarang disadari. Faktor pemengaruhnya adalah penyimpanan, aktivitas, program, update, visualisasi, sampai masalah internet.

Semua pengguna komputer tak terkecuali Windows dan MacOs harus paham penyebab komputer lemot yang umum terjadi. Tujuannya agar performa komputer tetap terjaga dan perangkat yang dimiliki lebih awet.

Apabila penyebab komputer lemot yang umum terjadi sudah dipahami betul, solusinya perlu dipraktikkan juga. Kuncinya adalah makukan update, reset, dan delete. Praktis sekali bukan?

Berikut Liputan6.com ulas penyebab komputer lemot yang umum terjadi dan solusinya dari berbagai sumber, Senin (22/2/2021).

Penyebab Komputer Lemot

Ilustrasi Komputer | Credit: pexels.com/ThisisEngineering
Ilustrasi Komputer | Credit: pexels.com/ThisisEngineering

Hard Disk

Penyebab komputer lemot yang umum terjadi adalah masalah pada Hard Disk. Kalau Hard Disk sudah lama, maka perlu menggantinya. Hard Disk memiliki batasan usia. Hard Disk yang sudah tua, akan mempengaruhi performa komputer secara keseluruhan.

Penyebab komputer lemot yang umum terjadi ini biasanya juga dipengaruhi oleh faktor Hard Disk yang terdefragmentasi. Sehingga mengakibatkan proses pembacaan data pada partisi hard disk menjadi lambat.

Dalam melakukan proses pembacaan dan pencarian data, sistem komputer akan mencari data yang tersimpan pada Hard Disk menggunakan sistem indeks. Bila tidak pernah melalukan defragmentasi, data yang tersimpan akan berserakan ketika diakses, akan membutuhkan proses yang lebih lama.

Startup Program

Banyaknya startup program di komputer dapat menjadi penyebab komputer lemot yang umum terjadi. Beberapa aplikasi akan berjalan di background secara otomatis saat kamu mulai menyalakan komputer.

Makin banyak aplikasi yang berjalan otomatis ketika booting, akan menjadikan penyebab komputer lemot yang umum terjadi.

Biasanya ketika start-up komputer sangatlah lambat dan terkadang akan memakan waktu hingga 2-3 menit. Ditambah dengan masalah loading time yang begitu lama ketika membuka aplikasi sesaat setelah start-up, ini tanda penyebab komputer lemot yang umum terjadi.

Penyebab Komputer Lemot

Ilustrasi komputer | Oleg Magni dari Pexels
Ilustrasi komputer | Oleg Magni dari Pexels

RAM Terbebani

Banyaknya aplikasi yang berjalan saat start-up dapat menjadi penyebab komputer lemot yang umum terjadi. RAM akan bekerja terlalu keras untuk mengalokasikan seluruh ruang yang dimilikinya.

Terutama pada aplikasi yang berjalan saat start-up tersebut sehingga tentu saja, hal tersebut akan membuat RAM sangat terbebani. Penyebab komputer lemot yang umum terjadi ini perlu diwaspadai.

Selain itu, tak jarang pengguna membuka banyak aplikasi dalam satu waktu. Hal ini juga merupakan penyebab komputer lemot yang umum terjadi, karena terbatasnya RAM.

Temporary Files

Penyebab komputer lemot yang umum terjadi bisa karena terlalu banyak temporary files. Sebenarnya temporary files bisa sangat berguna untuk mempercepat akses ke data situs yang sudah pernah dikunjungi.

Namun ternyata temporary files juga dapat menjadi penyebab komputer lemot yang umum terjadi. Jika hard disk sudah hampir penuh, keberadaan temporary files ini akan memakan ruang hard disk.

Padahal seharusnya masih tersisa untuk digunakan sebagai page file. Tujuannya agar dapat membantu RAM menjalankan berbagai program. Penyebab komputer lemot yang umum terjadi ini kerap disepelekan.

Penyebab Komputer Lemot

Ilustrasi komputer | Tranmautritam dari Pexels
Ilustrasi komputer | Tranmautritam dari Pexels

Akses Internet

Ketika membuka browser, sering kali pengguna membuka banyak tab pada browser tersebut untuk mengakses beberapa situs sekaligus.

Padahal kebiasaan seperti ini dapat menjadi penyebab komputer lemot yang umum terjadi.

Hal ini dapat memberikan beban yang lebih besar pada RAM komputer. Misalnya saja jika pengguna membuka 10 tab secara bersamaan, tentunya beban pada RAM komputer akan menjadi sepuluh kali lipat.

Infeksi Malware

Salah satu penyebab komputer lemot yang umum terjadi adalah karena komputer mengandung virus atau malware. Serangan virus atau malware yang tidak disadari dapat memberatkan perangkat komputer yang digunakan.

Jenis virus dan malware penyebab komputer lemot yang umum terjadi sangat banyak jenisnya. Begitu juga program anti virus yang tersedia sangat beragam, baik yang berbayar maupun yang gratis. Lebih direkomendasikan yang berbayar.

Penyebab Komputer Lemot

Ilustrasi komputer | (Sumber: Unsplash/Domenico Loia)
Ilustrasi komputer | (Sumber: Unsplash/Domenico Loia)

Banyak Program

Komputer pribadi biasanya terisi oleh bermacam-macam program, bahkan program yang tidak diperlukan dan tidak pernah digunakan sama sekali. Padahal kebiasaan ini termasuk penyebab komputer lemot yang umum terjadi.

Masalahnya adalah, beberapa program ini dapat berjalan di background process dan memakan resource komputer yang tersedia. Selain membuat harddisk penuh, program-program tak terpakai yang berjalan di background tersebut dapat membuat komputer menjadi lemot.

Visual Effect

Pada Windows, visual effect berfungsi untuk mempercantik tampilan komputer ketika sedang dijalankan agar lebih nyaman dipandang.

Terdapat cukup banyak visual effect pada Windows 10, yang sebenarnya malah memakan cukup banyak performa CPU komputer. Tidak heran bila pemasangan terlalu banyak adalah penyebab komputer lemot yang umum terjadi.

Mulai kurangi beberapa penggunaan visual effect tersebut. Triknya bisa dengan akses ke Control Panel dan mengatur Performance-nya.

Penyebab Komputer Lemot

Ilustrasi komputer | fauxels dari Pexels
Ilustrasi komputer | fauxels dari Pexels

Update

Program Microsoft pada umumnya perlu mengalami upgrade agar performa kerjanya tetap maksimal. Dalam setiap tipenya terdapat bug yang tetap perlu diperbaiki dan ditingkatkan.

Mengupgrade system Windows pada komputer dapat membuat beberapa bug secara otomatis diperbaiki. Mengingat update yang terlambat termasuk penyebab komputer lemot yang umum terjadi.

Tak terkecuali bagi pengguna komputer Windows atau MacOS. Memperbaharui sistem operasi wajib dilakoni. Hal ini guna untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada pada komputer. Jika komputer jarang di-update performanya menjadi tak maksimal.

Add-Ons

Add-ons memang kerap ditambah untuk fungsionalitasnya. Hanya saja, sebenarnya keberadaan Add-ons ini bisa menjadi penyebab komputer lemot yang umum terjadi.

Ekstensi yang biasa ditemukan dalam browser banyak orang adalah Ad Blocker. Si penghalau iklan yang muncul pada situs yang dikunjungi.

Meski bermanfaat, tetapi jika terlalu banyak Add-Ons atau Extension juga tak baik. Jika keduanya dipasang pada browser komputer dan melakukan banyak pemblokiran, lemot adalah risiko yang akan menanti.

Solusi Komputer Lemot

Ilustrasi komputer | Vlada Karpovich dari Pexels
Ilustrasi komputer | Vlada Karpovich dari Pexels

1. Wajib melakukan defragmentasi Hard Disk setidaknya satu atau dua minggu sekali. Caranya cukup mudah, dengan mengetik Disk Defragmenter pada Start Menu, lalu kamu bisa melakukannya secara terjadwal.

2. Perlu mematikan beberapa start-up program yang berjalan secara default pada komputer kalian dengan mengetikkan msconfig pada start menu kemudian pilih tab start-up dan matikan beberapa program start-up yang memakan banyak RAM seperti Tune-Up Utilities jika ada.

3. Gunakan berbagai aplikasi untuk membersihkan temporary files pada komputer.

4. Usahakan untuk tidak membuka tab terlalu banyak saat sedang menggunakan browser.

5. Gunakan beberapa anti-virus dengan reputasi bagus seperti Avast, Kaspersky dan lain-lain. Lebih disarankan bagi Anda untuk menggunakan program anti virus berbayar untuk hasil proteksi yang maksimal.

6. Pada Windows 10, pengguna bisa membatasi aktivitas beberapa aplikasi otomatis dengan cara buka task manager, pilih tab Startup, lalu pada tab tersebut pilih beberapa aplikasi yang akan dibatasi, lalu restart.

7. Bisa dengan mengetikkan msconfig pada start menu, pilih tab start-up, dan matikan beberapa program start-up seperti Tune-Up Utilities yang memakan banyak RAM.

8. Hapus atau uninstall program-program yang memang tidak dipakai dan tidak dibutuhkan. Ini akan mengurangi beban kerja CPU komputer dan meningkatkan performanya.

9. Kurangi visual effect dengan masuk ke Control Panel, klik System & Security, pilih System, pilih Advanced System Setting, lalu pilih tab Performance. Setelah masuk, Anda tinggal memilih opsi yang mengatur visual effect tersebut, lalu restart komputer.

10. Rutin mengupdate Windows, guna menjaga performa komputer agar tetap berfungsi dengan maksimal.

11. Perlu mereset atau install ulang software yang digunakan. Selain itu kamu juga bisa mengganti software yang sebelumnya, untuk meningkatkan kinerja perangkat komputer.

12. Kegunaan Thermal Paste adalah untuk mendinginkan dan menjaga suhu prosesor agar tidak cepat panas.