10 Penyebab Masuk Angin Berkepanjangan, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Liputan6.com, Jakarta Penyebab masuk angin berkepanjangan seringkali disepelekan. Mulai dari infeksi virus, bakteri, kuman, masalah pernapasan, pencernaan, jantung, dan masih banyak lagi. Masuk angin merupakan kondisi kesehatan yang dekat dengan gejala flu like symptoms.

Meski sebenarnya dari kacamata medis, penyebab masuk angin berkepanjangan belum diketahui secara pasti. Ada banyak faktor risiko penyebab masuk angin yang memainkan peran. Bukan masalah kesehatan biasa, masuk angin harus segera mendapat penanganan tepat juga.

Seseorang yang sedang masuk angin biasanya akan menunjukkan beberapa gejala khas. Gejala masuk angin adalah tubuh melemah, meriang, panas, pusing, batuk, dan pilek.

Berikut Liputan6.com ulas tentang penyebab masuk angin berkepanjangan, gejala, dan cara mengatasinya dari berbagai sumber, Kamis (26/8/2021).

Penyebab Masuk Angin Berkepanjangan

Ilustrasi Demam. Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio
Ilustrasi Demam. Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio

Masuk angin merupakan kondisi ketika tubuh melemah, meriang, panas, pusing, batuk, dan pilek. Banyak orang menyebut masuk angin seperti ini disebabkan oleh banyaknya angin di dalam tubuh.

Secara medis, penyebab masuk angin berkepanjangan belum diketahui secara pasti. Begitu juga tidak mungkin pula secara tiba-tiba angin masuk ke dalam tubuh manusia. Kondisi masuk angin ini lebih mendekati gejala flu like symptoms. Hingga cara mengobati masuk angin inipun lebih mengarah ke sana.

Flu like symptoms merupakan gejala awal adanya infeksi virus atau common cold. Selain infeksi virus, biasanya penderitanya akan mengalami dispepsia atau sering bersendawa karena masalah pencernaannya.

Apa saja penyebab masuk angin tersebut? Ada banyak penyebab masuk angin berkepanjangan yang selama ini kerap disepelekan, beberapa di antaranya berbahaya. Berikut penyebab masuk angin yang umum terjadi:

1. Penyebab masuk angin berkepanjangan adalah sistem kekebalan tubuh melemah.

2. Penyebab masuk angin berkepanjangan adalah infeksi virus.

3. Penyebab masuk angin berkepanjangan adalah infeksi bakteri.

4. Penyebab masuk angin berkepanjangan adalah kuman dalam tubuh.

5. Penyebab masuk angin berkepanjangan adalah perubahan cuaca.

6. Penyebab masuk angin berkepanjangan adalah kurang paparan sinar matahari atau vitamin D.

7. Penyebab masuk angin berkepanjangan adalah ada masalah di saluran pernapasan.

8. Penyebab masuk angin berkepanjangan adalah memiliki gangguan pencernaan.

9. Penyebab masuk angin berkepanjangan adalah menderita demam berdarah (DBD).

10. Penyebab masuk angin berkepanjangan adalah memiliki riwayat penyakit jantung.

Cara Mengatasi Masuk Angin Berkepanjangan

Ilustrasi Demam. Credit: pexels.com/Felix
Ilustrasi Demam. Credit: pexels.com/Felix

Terdapat beberapa kumpulan gejala yang sering diartikan sebagai masuk angin. Pengertian gejala masuk angin antara seseorang dengan yang lainnya pun dapat berbeda dan bervariasi. Namun, gejala masuk angin yang sering kali dikeluhkan antara lain:

- Demam

- Menggigil

- Keringat dingin

- Kembung

- Sering buang gas (kentut)

- Sering bersendawa

- Pilek

- Mual dan muntah

- Nafsu makan menurun

- Sakit kepala

- Lemas

Bagaimana mengatasi masuk angin berkepanjangan dengan gejala yang sudah disebutkan?

1. Beristirahat Cukup

Tubuh yang sedang lemas karena masuk angin memang harus diistirahatkan. Tak hanya mengonsumsi makanan dan minuman yang bergizi. Beristirahat dengan waktu yang cukup adalah kunci kesehatan jasmani.

Hilangkan kebiasaan buruk tidur tengah malam. Hindari juga terlalu sering bermain ponsel sampai menjelang subuhan. Pakai ponsel secukupnya, istirahatkan tubuh dan pikiran paling tidak 7-8 jam untuk tidur malam.

Sementara saat bekerja, pastikan istirahatkan tubuh dengan benar. Isi dengan makan siang. Jika memiliki lebih banyak waktu, ajak mata terpejam sebenar paling tidak selama 15 menit saja. Jika sedang benar-benar tidak enak badan, lebih baik hindari berbagai aktivitas padat dan beristirahatlah secara total.

2. Mengonsumsi Suplemen

Mulailah konsumsi suplemen, misalnya suplemen vitamin C dan vitamin A untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Tanpa sistem kekebalan tubuh yang baik maka masalah masuk angin lebih mudah menghampiri. Sementara bagi yang sudah terlanjur masuk angin, mulailah lebih rutin mengonsumsi.

Suplemen akan membantu pemulihan tubuh meriang lebih maksimal dilakukan. Tak ada obat untuk mengatasi masalah masuk angin. Pengobatan simptomatik sebenarnya sudah sangat mencukupi. Misalnya saja dengan menurunkan demam, anti-mual, anti-nyeri untuk sakit kepala, dan lain-lain.

3. Mengonsumsi Makanan Bergizi

Mulailah mengonsumsi makanan bergizi ketika sedang masuk angin. Meski sebenarnya saat masuk angin perut cenderung kembung dan bikin enggak nafsu makan. Meski begitu, paksakan tubuh untuk mengonsumsi makanan bergizi.

Kurang konsumsi makanan bergizi justru akan memperparah masalah masuk angin. Organ tubuh yang tidak mendapat asupan nutrisi seimbang akan semakin berdampak buruk bagi kesehatan. Jangan pula terlambat makan, pastikan tetap konsumsi makanan tiga kali sehari.

Konsumsi makanan kaya vitamin dan mineral. Mulai dari dada ayam sampai sayur dan buah-buahan. Dada ayam bisa dibuat menjadi sup hangat. Kemudian dicampur dengan sayuran. Sebelum mengonsumsi makanan berat, buka dulu dengan konsumsi buah-buahan.

Cara Mengatasi Masuk Angin Berkepanjangan Selanjutnya

Ilustrasi Mengonsumsi Air Putih. Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Mengonsumsi Air Putih. Credit: pexels.com/pixabay

4. Mengonsumsi Air Putih

Air putih memang cocok dipakai untuk mengobati masuk angin. Air putih akan membuat tubuh lebih terhidrasi. Masuk angin biasanya disebabkan oleh dehidrasi. Dehidrasi inilah yang akan membuat infeksi virus dan bakteri lebih mudah terjadi.

Air putih dapat membantu melongsongkan pernapasan. Menghidrasi dengan baik, melancarkan pencernaan, dan mempermudah oksigen diedarkan ke seluruh tubuh. Kesembuhan masuk angin bisa lebih mudah didapat jika asupan cairan dalam tubuh tercukupi.

Hindari konsumsi bersoda, apalagi minuman beralkohol. Ada kalanya mulut terasa pahit sehingga saat masuk angin enggan untuk minum air putih. Maka siasati dengan sup sayur hangat. Sup hangat bisa dikonsumsi untuk memenuhi nutrisi dalam tubuh.

5. Mengonsumsi Jahe

Mengonsumsi air seduhan jahe hangat bisa membantu meringankan gejala masuk angin. Jahe kaya kandungan antioksidan yang sangat baik untuk melancarkan sistem peredaran darah. Selain melancarkan peredaran darah, jahe juga bisa menghangatkan tubuh.

Bagi yang tengah mengalami masuk angin disertai perut kembung, cocok sekali mengonsumsinya. Sementara bagi yang masuk angin disertai flu atau pilek bisa meredakan dengan mengonsumsi jahe hangat ini. Hirup aroma hangatnya dan minum perlahan.

6. Mandi Air Hangat

Melancarkan peredaran darah bisa dengan mandi air hangat. Peredaran darah yang lancar sangat baik untuk pemulihan masalah masuk angin. Uap yang dihasilkan dari ait hangat dapat membantu melancarkan peredaran darah, merelaksasi, dan melegakan saluran pernapasan.

Masuk angin juga identik dengan masalah otot. Mulai dari pegal-pegal dan lemas. Nah, mulailah mandi dengan air hangat untuk mengatasinya. Setelah itu gunakan untuk beristirahat dengan mengoleskan salep atau minyak essensial yang bisa menghangatkan.

7. Memanfaatkan Rempah-Rempah

Rempah bisa dipakai untuk mengobati masuk angin. Jika tidak suka dengan cita rasa khas rempah, tambahkan dengan madu agar lebih nikmat dikonsumsi. Madu mampu meningkatkan daya tahan tubuh sehingga masalah masuk angin bisa disembuhkan secara alami.

Rempah yang dimaksud adalah jahe, pala, kayu manis, dan lain sebagainya. Campurkan bahan-bahan ini dengan madu. Mampu melegakan saluran pernapasan dan melancarkan peredaran darah. Jika meriangnya disertai batuk, ramuan rempah ini juga cocok dikonsumsi untuk melegakannya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel