10 Penyebab Nyeri Haid Hari Pertama, Begini Cara Mengatasinya

·Bacaan 8 menit

Liputan6.com, Jakarta Menstruasi atau haid merupakan siklus normal reproduksi wanita karena peluruhan dinding rahim yang tak dibuahi sel sperma. Masalahnya, sebagian besar wanita ada yang mengalami masalah nyeri haid pada hari pertama, bahkan lebih lama. Apa penyebab nyeri haid hari pertama tersebut?

Nyeri haid hari pertama yang normal terjadi adalah dipengaruhi oleh heavy flow. Heavy flow merupakan kondisi ketika wanita mengalami perdarahan lebih banyak dari biasanya. Masa yang menjadi penyebab nyeri haid hari pertama ini umumnya berlangsung selama 2-3 hari saja.

Apabila masalah nyeri haid berlangsung lebih lama dengan volume lebih banyak, jangan dianggap remeh. Penyebab nyeri haid hari pertama yang mungkin terjadi adalah pengaruh masalah reproduksi. Mulai dari endometriosis, fibroid rahim, radang panggul, stres, konsumsi pil KB, dan masih banyak lagi.

Berikut Liputan6.com ulas tentang penyebab nyeri haid hari pertama dan penjelasannya, Kamis (11/11/2021).

Penyebab Nyeri Haid Hari Pertama

Ilustrasi sakit perut. Sumber: Freepik
Ilustrasi sakit perut. Sumber: Freepik

1. Kurang Waktu Tidur

Memiliki waktu tidur yang cukup ternyata memiliki peran utama dalam proses menstruasi. Inilah mengapa kurang tidur dapat menjadi penyebab nyeri haid hari pertama. Bahkan, kurang tidur dapat menyebabkan terjadinya perubahan hormon, yang membuat menstruasi tidak teratur. Pada beberapa kasus, wanita yang memasuki masa PMS dan kurang tidur akan menjadi lebih sensitif dan mudah terganggu.

2. Endometriosis

Endometriosis termasuk penyebab nyeri haid hari pertama. Gangguan yang menyebabkan jaringan dinding rahim justru tumbuh pada bagian luarnya. Bahkan, bisa tumbuh pada ovarium, usus, dan panggul.

Kondisi penyebab nyeri haid hari pertama ini umumnya disebabkan perubahan hormon selama siklus menstruasi. Kadar hormon berlebih membuat jaringan tumbuh tidak wajar. Seperti menjadi menebal dan rusak. Jaringan rusak ini akan terjebak pada panggul. Ketika berada pada panggung inilah kemudian nyeri haid yang tidak tertahankan muncul.

Ketika mengalami penyebab nyeri haid hari pertama seperti endometriosis, segera konsultasikan ke dokter. Jika tidak segera ditangani, justru akan membuat wanita tidak subur dan sulit memiliki anak.

Selain nyeri haid, penyebab nyeri haid hari pertama seperti endometriosis juga ditandai dengan gejala:

- Nyeri panggul dan pinggang saat haid.

- Nyeri di perut bagian bawah sebelum dan selama menstruasi.

- Mengalami kram satu atau dua minggu sebelum dan selama menstruasi.

- Perdarhan yang cukup berat atau keluar bercak di antara siklus haid.

- Sakit setelah berhubungan seks.

- Sakit saat buang air besar.

3. Radang Panggul

Penyakit radang panggul adalah infeksi pada organ reproduksi wanita yang bisa menjadi penyebab nyeri haid hari pertama. Infeksi dapat muncul ketika bakteri yang ditularkan lewat hubungan seks tanpa kondom masuk dari vagina ke rahim, tuba fallopi, atau ovarium. Ini penyakit penyebab nyeri saat haid yang sangat kuat.

Penyakit yang bisa menjadi penyebab nyeri haid hari pertama ini paling sering disebabkan oleh gonore (kencing nanah) dan klamidia. Namun, nyeri panggul yang dialami saat haid juga harus diwaspadai. Lebih waspada karena wanita dengan penyakit ini akan lebih sulit hamil. Segera periksakan ke dokter jika merasa mengalaminya.

Berikut tanda dan gejala lain penyebab nyeri haid hari pertama seperti penyakit radang panggul:

- Nyeri di perut bagian bawah dan panggul.

- Mengalami keputihan tidak normal dengan bau yang sangat menyengat.

- Pendarahan pada rahim yang tidak normal, terutama selama atau setelah berhubungan intim.

- Sakit saat berhubungan intim.

- Demam terkadang disertai dengan menggigil.

- Sakit saat kencing.

Wanita yang berisiko tinggi terkena penyakit radang panggul:

- Sudah aktif berhubungan seks di usia kurang dari 25 tahun.

- Gonta-ganti pasangan seks.

- Berhubungan seks tanpa kondom.

- Sering membersihkan vagina dengan menggunakan sabun kewanitaan.

- Memiliki infeksi menular seksual.

4. Heavy Flow

Heavy flow merupakan kondisi ketika wanita mengalami perdarahan lebih banyak dari biasanya. Masa yang menjadi penyebab nyeri haid hari pertama ini umumnya berlangsung selama 2-3 hari saja dan normal terjadi.

Hanya saja ketika penyebab nyeri haid hari pertama ini berlangsung lebih lama, yakni lebih dari 10 hari, mulai waspadai. Mengonsultasikannya kepada ahli seperti dokter kandungan dan bidan sangat direkomendasikan.

5. Fibroid Rahim

Fibroid rahim adalah tumor jinak (nonkanker) yang sering muncul pada rahim saat masa subur wanita. Termasuk menjadi salah satu penyebab nyeri haid hari pertama yang tidak tertahankan. Kemunculannya tidak disertai dengan gejala apapun, sehingga sulit untuk disadari.

Ukuran tumor ini biasanya bervariasi. Benjolan bisa sangat kecil dan sulit dilihat mata telanjang hingga berukuran besar. Tumor yang besar akan berisiko membuat rahim rusak. Gejala penyakit yang menjadi penyebab nyeri haid hari pertama ini, yakni:

- Menstruasi yang deras dan lebih dari seminggu.

- Nyeri atau rasa tertekan pada panggul saat haid dan setelahnya.

- Sering buang air kecil.

- Sembelit.

- Nyeri punggung atau kaki.

Penyebabnya tidak diketahui secara pasti. Bisa dipicu oleh perubahan genetik, hormon estrogen dan progesteron, serta faktor pertumbuhan lain. Wanita yang memiliki keluarga dengan riwayat penyakit ini, lebih berisiko mengalaminya. Termasuk puber dini, alat kb, kegemukan, kekurangan vitamin D, dan sering mengonsumsi daging merah.

Faktor genetik memang tidak bisa dihindari. Solusinya, harus menjaga betul asupan makanan yang dikonsumsi. Kurangi asupan daging merah dan perbanyak sayuran hijau. Rajin berolahraga agar berat badan tetap ideal.

Penyebab Nyeri Haid Hari Pertama Selanjutnya

Ilustrasi menstruasi | Polina Zimmerman dari Pexels
Ilustrasi menstruasi | Polina Zimmerman dari Pexels

6. Stres

Penyebab nyeri haid hari pertama berikutnya masalah stres. Stres yang umum dialami wanita tidak hanya dapat membuat menstruasi terasa lebih sakit, tapi bisa membuat rasa nyeri ketika menstruasi menghilang. Maka, penting untuk menjaga tingkat stres untuk tetap rendah. Melakukan olahraga dapat mengatasi stres, memicu pelepasan endorfin, dan mengubah persepsi rasa sakit seperti nyeri saat haid.

7. Stenosis Serviks

Serviks atau leher rahim adalah gerbang penghubung antara vagina dengan rahim. Serviks akan melembut dan terbuka sendiri setiap kali menstruasi. Refleks ini untuk memberi jalan lapisan rahim yang luruh melalui vagina. Namun, ada beberapa wanita yang justru serviksnya menutup/menyempit setiap waktu.

Kondisi ini disebut stenosis serviks yang bisa menjadi penyebab nyeri haid hari pertama. Stenosis serviks adalah kondisi langka di mana diameter serviks sangat kecil. Diameter yang kecil ini akan membuat aliran darah haid lebih lambat. Sehingga menyebabkan tekanan dalam rahim meningkat dan menyebabkan rasa sakit.

Kondisi penyebab nyeri haid hari pertama ini juga dapat memicu penumpukan darah di uterus (hematometra). Membuat darah menstruasi yang bercampur dengan sel-sel rahim mengalir ke panggul. Sehingga memicu kemunculan endometriosis. Nanah juga bisa menumpuk di dalam rahim yang disebut dengan pyometra.

Sebelum usia menopause, stenosis serviks bisa menyebabkan masalah menstruasi. Kondisi inilah yang menjadi salah satu penyebab nyeri haid hari pertama yang luar biasa sakit. Bahkan, stenosis serviks juga bisa menyebabkan wanita tidak haid (amenore) atau pendarahan yang abnormal.

Stenosis serviks bisa disebabkan oleh kondisi atau masalah lain:

- Menopause, akibat jaringan serviks yang mulai tipis dan kaku.

- Kanker serviks atau kanker endometrium (lapisan rahim).

- Pembedahan atau operasi yang melibatkan serviks.

- Prosedur yang menghilangkan lapisan rahim pada wanita. Hingga mengakibatkan pendarahan tidak normal yang terus-menerus.

- Terapi radiasi untuk mengobati kanker serviks atau endometrium.

8. Banyak Konsumi Makanan Olahan

Mengonsumsi makanan olahan boleh-boleh saja, asal tak berlebihan. Risiko bagi wanita yang banyak mengonsumsi makanan olahan seperti pizza, kentang goreng, atau roti lapis (sandwich) adalah mengalami nyeri haid. Masalah penyebab nyeri haid hari pertama wanita tersebut, umumnya karena makanan olahan tersebut banyak mengandung gula, garam, dan tepung dapat menyebabkan peradangan dalam tubuh.

9. Adenomiosis

Adenomiosis adalah kondisi saat sel-sel yang biasanya tumbuh di luar rahim justru tumbuh di dalam otot rahim. Selama siklus menstruasi, sel-sel yang terperangkap akan merangsang pendarahan lebih parah dari biasanya. Hingga menjadi salah satu penyebab nyeri haid hari pertama yang begitu hebat dan tidak tertahankan.

Gejalanya beragam karena dipengaruhi naik turunnya tingkat estrogen. Berikut gejala yang muncul saat memiliki adenomiosis yang menjadi penyebab nyeri haid hari pertama:

- Perdarahan yang lebih berat dari biasanya.

- Sakit saat berhubungan seks.

- Perdarahan di antara periode.

- Kram rahim yang sangat menyiksa.

- Rahim yang membesar dan lunak jika disentuh.

- Sakit di daerah panggul.

- Terasa seperti ada tekanan di kandung kemih dan dubur.

- Sakit saat buang air besar.

Penyebab adenomiosis tidak diketahui secara pasti. Diduga kondisi ini sudah dapat muncul sejak janin masih dalam kandungan. Peradangan/cedera fisik pada rahim akibat operasi juga bisa memicu kemunculannya. Jika merasa mengalami penyebab nyeri haid hari pertama ini, lebih baik segera periksakan ke dokter.

Wanita yang berisiko terkena adenomiosis:

- Wanita hamil yang duduk sambil memangku smartphone.

- Pernah hamil anak kembar.

- Berusia 40 sampai 50-an.

10. Konsumsi Pil KB

Mengonsumsi pil KB merupakan salah satu penyebab nyeri haid hari pertama. Apabila wanita baru saja menggunakan alat kontrasepsi, menstruasi bisa terasa lebih berat dan intens pada bulan-bulan pertama. Intensitas kram tubuh pun bisa meningkat. Namun, hal ini dinilai tidak mengkhawatirkan.

Cara Mengatasi Nyeri Haid Hari Pertama

Ilustrasi Sakit Perut. Credit: pexels.com/Andrea
Ilustrasi Sakit Perut. Credit: pexels.com/Andrea

1. Minum air

Cara mengatasi nyeri haid yang pertama dengan minum banyak air. Kembung dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan memperparah kram menstruasi. Minum air putih dapat mengurangi kembung selama menstruasi dan mengurangi rasa sakit yang ditimbulkannya.

2. Minum teh herbal

Cara mengatasi nyeri haid yang kedua dengan minum teh herbal. Teh herbal memiliki khasiat anti inflamasi dan senyawa antispasmodik yang dapat mengurangi kejang otot pada rahim yang menyebabkan kram.

4. Jangan ngemil

Cara mengatasi nyeri haid yang keempat adalah dengan berhenti mengonsumsi camilan sementara. Meskipun brownies atau kentang goreng mungkin terdengar enak, makanan tinggi gula, lemak trans, dan garam dapat menyebabkan kembung dan pembengkakan, yang membuat nyeri otot dan kram semakin parah.

5. Hindari kafein

Cara mengatasi nyeri haid yang kelima dengan menghindari konsumsi kafein. Kafein dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit. Ini bisa menyempitkan rahim, membuat kram semakin terasa sakit.

6. Olahraga

Cara mengatasi nyeri haid yang kedelapan dengan berolahraga. Jika Anda kesakitan karena kram menstruasi, maka olahraga biasanya tidak akan pernah terpikir untuk Anda lakukan. Tetapi, olahraga ringan ternyata dapat melepaskan endorfin yang membuat Anda merasa bahagia, mengurangi rasa sakit, dan mengendurkan otot.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel