10 Penyebab Perut Kembung dan Cara Mengatasinya yang Wajib Diketahui

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Penyebab perut kembung perlu diketahui, supaya dapat mengatasinya dengan tepat. Perut kembung bisa terjadi ketika saluran pencernaan terisi udara atau gas yang berlebih. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa nyeri, tidak nyaman, dan bisa membuat perut Anda terasa membesar.

Perut kembung bisa terjadi pada siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Sebagian besar kasusnya, perut kembung umumnya disebabkan oleh beberapa kondisi, seperti maag, masuk angin, bahkan kekurangan enzim.

Ketika anda mengalami perut kembung, tak perlu khawatir sebab kondisi ini sebenarnya mudah diatasi. Anda dapat mengurangi risikonya dengan mengurangi faktor pemicunya. Untuk itu, perlu untuk mengetahui penyebab perut kembung.

Berikut ini penjelasan mengenai penyebab perut kembung, gejala, dan cara mengatasinya yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (24/11/2021).

Gejala Perut Kembung

Sumber: Freepik
Sumber: Freepik

Pengidap dengan perut kembung biasanya akan mengalami dan mengeluhkan hal-hal sebagai berikut:

  1. Sesak, begah, akibat perut yang terasa penuh.

  2. Nyeri perut.

  3. Perut terlihat membesar.

  4. Kram perut.

  5. Muncul bunyi pada perut (bergemuruh).

  6. Sering bersendawa dan sering buang angin.

Penyebab Perut Kembung dan Cara Mengatasinya

Ilustrasi minuman soda. (dok. pexels.com/rawpixel)
Ilustrasi minuman soda. (dok. pexels.com/rawpixel)

Berikut ini ada beberapa penyebab perut kembung dan cara mengatasinya yang perlu Anda perhatikan, yaitu:

1. Makan Sambil Berjalan

Penyebab perut kembung yang pertama yaitu makan sambil berjalan. Ahli gizi klinis Suzie Sawyer menjelaskan, makan sambil berjalan memungkinkan tubuh juga menelan lebih banyak udara. Alih-alih masuk ke paru-paru, sebagian dari udara itu masuk ke kerongkongan lalu ke perut dan akhirnya ke usus besar, sehingga memicu kembung. Jadi, usahakan makan sambil duduk dan kunyahlah makanan sekitar 30 kali sebelum ditelan.

2. Minuman Bersoda

Minuman berkarbonasi mengandung karbondioksida dan gas yang dapat menjadi penyebab perut kembung. Pemanis buatan dalam soda juga semakin menambah masalah karena sulit dicerna oleh tubuh. Lebih baik kurangi minuman bersoda dan perbanyak minum air putih.

3. Menstruasi

Penyebab perut kembung yang lainnya yaitu menstruasi. Banyak wanita mengalami kembung sebelum dan selama menstruasi. Sawyer mengatakan, selain menyebabkan perdarahan menstruasi, penelitian menunjukkan bahwa perubahan kadar progesteron dan estrogen menyebabkan tubuh menahan lebih banyak air dan garam. Akibatnya, sel-sel tubuh menjadi bengkak karena air, menyebabkan rasa kembung. Atasi ini dengan menghindari makanan asin dan karbohidrat olahan (tepung putih dan gula olahan) dan penuhi makanan kaya kalium seperti bayam, ubi jalar, pisang, alpukat, dan tomat.

4. Intoleransi Laktosa

Penyebab perut kembung yang lainnya yaitu intoleransi laktosa. Beberapa orang kekurangan enzim yang diperlukan untuk mencerna laktosa, gula dalam susu sapi. Akibatnya laktosa berfermentasi di usus besar, menghasilkan sejumlah besar karbondioksida dan hidrogen yang dapat menyebabkan kram perut dan gas. Solusinya, coba hentikan konsumsi semua produk susu selama sepekan.

5. Sembelit

Penyebab perut kembung yang lainnya yaitu sembelit. Sawyer mengatakan, semakin lama feses berada di usus besar, maka semakin banyak gas yang tertahan di sana. Untuk mengatasinya, cobalah tingkatkan asupan serat untuk menambah jumlah feses dan membuatnya lebih mudah untuk dikeluarkan. Minum lebih banyak air dan berolahraga secara teratur juga akan membuat usus tetap bergerak.

Penyebab Perut Kembung dan Cara Mengatasinya

Ilustrasi Mengonsumsi Obat-obatan Credit: pexels.com/Karolina
Ilustrasi Mengonsumsi Obat-obatan Credit: pexels.com/Karolina

Berikut ini ada beberapa penyebab perut kembung dan cara mengatasinya yang perlu Anda perhatikan, yaitu:

6. Sindrom Iritasi Usus

Sindrom iritasi usus adalah kondisi umum dari sistem pencernaan yang dapat menyebabkan perut kembung, kram, diare dan sembelit. Cobalah membuat buku harian makanan untuk mengidentifikasi makanan pemicu (bawang merah dan bawang putih adalah pemicu umum). Makanlah dalam porsi kecil dan teratur dan sisihkan waktu makan selama 30 menit untuk mencerna makanan Anda.

7. Fruktosa

Penyebab perut kembung yang lainnya yaitu fruktosa. Sebuah penelitian kecil di Spanyol menemukan 72 persen pasien dengan perut kembung memiliki beberapa bentuk malabsorpsi gula. Penyebab paling umum adalah fruktosa yakni gula alami yang ditemukan dalam buah, madu, dan makanan olahan. Fruktosa biasanya diserap di usus kecil, tetapi bagi mereka yang memiliki intoleransi fruktosa, beberapa perjalanan ke usus besar tempat bakteri memfermentasi fruktosa.

8. Penyakit Seliaka

Ini adalah kondisi autoimun karena makan gluten yang menyebabkan sistem kekebalan menyerang jaringannya sendiri, merusak usus kecil sehingga tidak mampu menyerap nutrisi dan menyebabkan perut kembung. Teh jahe atau bir jahe bisa dikonsumsi untuk menenangkan perut dan membantu menghentikan kram. Selain itu, mengikuti diet bebas gluten diyakini bisa mencegah komplikasi jangka panjang dari kondisi tersebut.

9. Pengaruh Obat

Obat-obatan yang diketahui dapat menjadi penyebab perut kembung termasuk pencahar tertentu, antasida, antibiotik, antidepresan, statin, dan beberapa obat yang digunakan untuk mengobati diabetes tipe 2. Beberapa wanita yang menggunakan pil kontrasepsi juga mengalami retensi cairan sebagai efek samping.

10. PCOS

Perubahan hormon dapat menyebabkan retensi cairan dan ketidakseimbangan pencernaan. Kembung tidak hanya umum terjadi saat menstruasi, tetapi juga memengaruhi wanita menopause dan mereka yang menderita endometriosis dan Sindrom Polikistik Ovarium (PCOS). Sebuah studi oleh aplikasi kesehatan wanita menemukan bahwa kembung adalah gejala gangguan yang paling umum, dialami oleh sekitar 77 persen penderita PCOS.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel