10 Penyebab Serangan Jantung Mendadak, Olahraga Salah Satunya

Liputan6.com, Jakarta Serangan jantung disebut juga sindrom koroner akut. Penyakit jantung ini dikenal sebagai penyakit yang amat mematikan. Pasalnya, banyak penderita yang mendapat serangan jantung mendadak hingga menyebabkan kematian. Agar bisa mengatasi, kenali lebih dini penyebab serangan jantung mendadak ini. Olahraga juga menjadi salah satu penyebabnya.

Serangan jantung merupakan gangguan jantung yang cukup serius. Serangan ini terjadi ketika otot jantung tidak mendapat aliran darah dengan baik. Dunia medis menyebutnya infark miokard. Olahraga juga bisa menjadi penyebab serangan jantung mendadak. Risikonya lebih besar bagi yang tidak biasa melakukan olahraga kemudian secara mendadak melakukannya.

Penyebab serangan jantung mendadak ada banyak sekali. Meskipun ada yang tidak mengalami gejala apapun dan langsung mengalami henti jantung. Namun, ada gejala umum yang masih bisa dikenali. Penderita akan mengalami nyeri dada, sesak napas atau napas berat, pusing, gelisah, dan keringat dingin.

Berikut Lipututan6.com ulas penyebab serangan jantung mendadak dari berbagai sumber, Sabtu (23/5/2020).

Penyebab Serangan Jantung Mendadak

Ilustasi serangan jantung/copyright shutterstock

Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner termasuk penyebab utama dari serangan jantung. Serangan jantung akan terjadi ketika ada penyumbatan pada arteri koroner. Arteri ini adalah salah satu pembuluh darah utama yang mengelilingi jantung.

Arteri koroner akan semakin sempit. Hal ini disebabkan oleh tumpukan kolesterol, salah satunya. Tumpukan ini disebut plak. Penyempitan ini akan membuat darah semakin sulit untuk mengalir menuju jantung dan pembuluh arteri. Jika dibiarkan, plak yang menumpuk akan pecah dan menyebarkan kolesterol pada aliran darah.

Penggumpalan darah akan terbentuk di tempat pecahnya plak. Jika gumpalannya cukup besar, kemungkinan akan menyumbat arteri. Hal ini membuat otot jantung tidak menerima oksigen dan nutrisi. Hingga menjadi penyebab serangan jantung mendadak.

Penyumbatan penuh pada arteri koroner disebut ST elevation myocardial infarction (STEMI). Sedangkan, penyumbatan sebagian arteri koroner disebut Non ST elevation myocardial infarction (NSTEMI).

Coronary Artery Spasm (CAS)

Kondisi coronary artery spasm (CAS)  bisa menjadi penyebab serangan jantung mendadak. Ada penyempitan pembuluh darah arteri yang sifatnya sementara. Meski sementara, hal ini bisa menyumbat aliran darah menuju jantung. Jika terus dibiarkan, spasm atau penyempitan dapat menyebabkan nyeri dada hingga serangan jantung.

Penyempitan ini dialami justru ketika penderita sedang beristirahat. Sebagai contoh saat tengah malam atau saat pagi hari. CAS lebih sering terjadi pada penggunaan obat-obatan terlarang, stres, udara dingin esktrem, dan merokok.

Penyebab Serangan Jantung Mendadak

Ilustrasi narkoba. (Sumber Pixabay)

Obat-Obatan Terlarang

Penggunaan obat-obatan terlarang termasuk penyebab serangan jantung mendadak. Obat ini dapat mengaktivasi sistem saraf pusat sehingga meningkatkan energi dan rasa senang berlebihan. Mengonsumsi secara berlebihan akan sangat berbahaya bagi kesehatan jantung.

Kokain dapat berdampak terhadap tekanan darah dan pembuluh arteri. Obat ini biasa dihirup melalui hidung dan diserap ke dalam tubuh. Bisa juga dilarutkan dalam air dan disuntikkan ke dalam tubuh melalui aliran darah. Menggunakannnya sekali dapat menyebabkan tekanan darah tinggi. Bahkan, pembuluh darah arteri lebih kaku dan dinding otot jantung lebih tebal.

Hipoksemia

Hipoksemia juga menjadi penyebab serangan jantung mendadak. Namun, hiposekmia lebih jarang terjadi. Kondisi ini menyebabkan rendahnya kadar oksigen dalam darah. Biasanya, disebabkan oleh keracunan karbon monoksida atau paru-paru tidak bisa berfungsi secara normal.

Hipoksemia bisa menjadi hipoksia. Kondisi saat jaringan dalam tubuh tidak menerima cukup oksigen. Bahkan, hipoksemia bisa menyebabkan kerusakan otot jantung dan serangan jantung mendadak.

Penyebab Serangan Jantung Mendadak

10 Penyebab Serangan Jantung Mendadak, Olahraga Salah Satunya

Penyakit Kawasaki

Penyakit kawasaki adalah penyakit langka yang biasa menyerang anak-anak. Menyebabkan peradangan/pembengkakan pada jaringan tubuh. Jika tidak segera diobati, pembengkakan bisa menyebar hingga ke pembuluh arteri jantung. Jadi, tidak heran jika penyakit ini bisa memicu gumpalan darah pada jantung.

Terkadang penyakit kawasaki bia melemahkan dinding-dinding pembuluh darah pada jantung. Jika dinding melemah, tekanan aliran darahnya bisa menyebabkan pembuluh darah arteri membengkak ke luar. Hingga bisa menimbulkan lentingan pada kulit luar. Kondisi ini disebut anurisme. Hingga besar kemungkinan menyebabkan serangan jantung mendadak di usia muda

Meski demikian, tidak semua anak yang mengalami penyakit kawasaki akan mengalami kerusakan pembuluh arteri. Kemungkinan terburuknya ada pada kerusakan pembuluh darah arteri yang tidak bisa diperbaiki kembali.

Hypertrophic Cardiomyopathy

Hypertrophic cardiomyopathy disebut juga kardiomiopati hipertrofi. Penyakit ini muncul karena keturunan. Bahkan atlet muda juga sangat berisiko mengalaminya. Kardiomiopati hipertrofi terjadi karena otot jantung menebal secara tidak wajar.

Saat otot jantung menebal, jantung semakin sulit memompa darah. Hingga menyebabkan sesak napas, nyeri dada, atau masalah yang berkaitan dengan sistem listrik jantung. Kondisi ini tentu bisa menyebabkan detak jantung tidak normal dan sangat membahayakan. Terkadang penyakit ini juga tidak bergejala.

Penyebab Serangan Jantung Mendadak

10 Penyebab Serangan Jantung Mendadak, Olahraga Salah Satunya

Psoriasis

Psoriasis termasuk penyakit autoimun. Penyakit ini bisa menyebabkan peradangan kulit kronis. Penyakit ini ditandai bercak merah pada kulit kering dengan sisik keperakan. Meski tergolong sebagai penyakit kulit, ternyata psoriasis bisa tingkatkan risiko serangan jantung. Risikonya bisa meningkat 2-3 kali lipatnya.

Penderita psoriasis memiliki kecenderungan terhadap kolesterol tinggi, obesitas, dan diabetes. Sehingga bisa membahayakan kesehatan jantung penderita. Bahkan, juga dikategorikan sebagai penyebab serangan jantung mendadak 

Olahraga Mendadak

Olahraga secara intens bukan menjadi masalah. Masalahnya ada pada olahraga mendadak yang tidak biasa dilakukan. Aktivitas olahraga lebih baik dilakukan dengan pemanasan terlebih dahulu. Hal ini untuk mengantisipasi aktivitas berat pada fisik.

Menurut Cleveland Clinic, olahraga termasuk aktivitas fisik yang dimulai langsung dengan intensitas tinggi. Tidak hanya olahraga, aktivitas fisik yang berat lain juga bisa membahayakan kesehatan jantung. Risikonya juga menjadi semakin besar jika memiliki penyakit bawaan jantung.

 

Penyebab Serangan Jantung Mendadak

Ilustrasi obat (Foto: Unsplash.com/Freestocks)

Sering Mengonsumsi Obat Pereda Nyeri (NSAID)

NSAID adalah obat pereda nyeri untuk mengobati demam, peradangan, keseleo, sakit kepala, migrain, hingga dismenore (nyeri kram menstruasi). Contoh dari obat ini adalah aspirin dan ibuprofen.

Journal of Infectious Diseases melaporkan obat NSAID yang digunakan untuk mengobati infeksi pernapasan berisiko lebih tinggi. Risikonya serangan jantungnya memiliki peningkatan hingga 3-4 kali lipat.

Hal ini disebabkan karena penggunaan obat meningkatkan penggumpalan darah. Terutama penggumpalan darah yang terjadi di arteri. Lebih baik hindari konsumsi, terutama bagi yang berusia di atas 50 tahun. Kemudian bagi penderita hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, atau seorang perokok aktif.

Kejadian Traumatis 

Kejadian traumatis bisa menjadi penyebab serangan jantung mendadak. Misalnya kecelakaan, patah hati, sedih, dan masih banyak lagi. Keadaan ini membuat seseorang menjadi lebih lemah. Hingga menyebabkan tubuh rentan mengalami berbagai masalah kesehatan. Terutama bagi yang tidak bisa merespons stres dengan baik.

Pada kondisi tersebut, peradangan dan hormon stres meningkat. Keduanya membuat tubuh menjadi lebih rentan terhadap berbagai penyakit jantung. Sehingga kejadian traumatis menjadi salah satu penyebab terjadinya serangan jantung mendadak.