10 Pereda Nyeri Alami, Bantu Kurangi Rasa Sakit

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Nyeri termasuk kondisi yang umum dialami. Nyeri seperti sakit kepala, nyeri sendi, nyeri perut, sakit gigi, dan nyeri lainnya kerap menghambat aktivitas. Banyak obat yang dijual bebas bisa membantu meredakan nyeri. Namun, penggunaan obat pereda nyeri dalam jangka panjang terrkadang bisa menyebabkan efek samping.

Selain obat, ada bahan dan cara alami untuk membantu meredakan nyeri. Cara ini seperti menggunakan minyak esensial, rempah, dan meditasi. Banyak herba dan rempah-rempah dapat mengobati peradangan dan kondisi terkait lainnya.

Penelitian mungkin belum sepenuhnya mengeksplorasi pilihan ini. Namun, pereda nyeri alami ini banyak berguna untuk mengurangi rasa sakit yang dirasakan. Pereda nyeri alami ini bisa menenangkan dan membantu menghilangkan nyeri yang menyiksa.

Berikut pereda nyeri alami, yang berhasil Liputan6.com dari Medical News Today, Selasa(22/12/2020).

Pereda Nyeri Alami untuk kurangi rasa sakit

Ilustrasi kunyit. (dok. FOODISM360/Unsplash/Adhita Diansyavira)
Ilustrasi kunyit. (dok. FOODISM360/Unsplash/Adhita Diansyavira)

Kunyit

Kurkumin bahan aktif dalam bumbu kunyit, memiliki khasiat pereda nyeri. Sebuah studi skala kecil tahun 2014 menemukan bahwa ekstrak kurkuma sama efektifnya dengan ibuprofen untuk manajemen nyeri dalam pengobatan osteoartritis lutut ketika seseorang meminumnya selama 4 minggu.

Kunyit juga merupakan obat herbal yang umum untuk mengurangi peradangan. Kunyit bisa digumnakan untuk pengobatan berbagai kondisi seperti gangguan pencernaan, maag, sakit perut, psioaris, dan nyeri sendi.

Cengkih

Cengkih sudah lama digunakan secara tradisional menghilangkan rasa nyeri akibat sakit gigi. Sebuah studi tahun 2006 menemukan gel cengkih sama efektifnya dengan gel benzokain, yang merupakan gel topikal yang sering digunakan dokter gigi untuk mengurangi nyeri jarum.

Cengkih juga dapat membantu meredakan mual dan mengobati masuk angin. Cengkih juga dapat membantu meringankan rasa sakit yang terkait dengan sakit kepala, radang rematik. Bahan aktif dalam cengkih adalah eugenol, pereda nyeri alami yang juga digunakan dalam beberapa obat gosok nyeri OTC.

Pereda Nyeri Alami untuk kurangi rasa sakit

Ilustrasi/copyright pixabay.com
Ilustrasi/copyright pixabay.com

Jahe

Sebuah tinjauan sistematis tahun 2015 menemukan bahwa mengonsumsi 2 gram jahe per hari dapat mengurangi nyeri otot akibat latihan ketahanan dan berlari ketika orang meminumnya setidaknya selama 5 hari. Jahe juga dapat mempercepat pemulihan dan mengurangi peradangan yang berhubungan dengan olahraga.

Capsaicin

Capsaicin merupakan zat alami yang terdapat pada cabai. Zat ini kerap digunakan untuk menghilangkan rasa sakit alami. Zat ini dapat menyebabkan sensasi terbakar atau kesemutan ringan saat seseorang mengoleskannya secara topikal. Banyak produk pereda nyeri mengandung capsaicin.

Para peneliti belum yakin mengapa itu mengurangi rasa sakit, tetapi beberapa percaya bahwa itu mengurangi kepekaan kulit terhadap rasa sakit dengan bekerja pada serat nociceptor, saraf yang membawa sinyal rasa sakit.

Pereda Nyeri Alami untuk kurangi rasa sakit

Ilustrasi minyak esensial (Foto: Unsplash.com/ Kelly Sikkema)
Ilustrasi minyak esensial (Foto: Unsplash.com/ Kelly Sikkema)

Minyak eukaliptus

Obat herbal dari tanaman Eucalyptus ini dapat membantu mengurangi rasa sakit, bengkak, dan radang pada tubuh. Satu studi tahun 2013 menemukan bahwa menghirup minyak eukaliptus mengurangi rasa nyeri. Peserta menghirup minyak eukaliptus selama 30 menit per hari selama 3 hari. Mereka semua pulih dari operasi penggantian lutut.

Minyak peppermint

Minyak peppermint berasal dari tanaman Mentha piperita L.. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tanaman peppermint memiliki efek antiinflamasi, antimikroba, dan pereda nyeri. Senyawa aktif dalam minyak peppermint termasuk carvacrol, menthol, dan limonene. Minyak yang diencerkan ke area yang terasa sakit dapat membantu mengurangi rasa nyeri.

Para peneliti juga melaporkan bahwa mengoleskan minyak peppermint ke pelipis dan dahi dapat meredakan sakit kepala karena tegang.

Pereda Nyeri Alami untuk kurangi rasa sakit

Minyak esensial (Photo: Christin Hume/Unsplash)
Minyak esensial (Photo: Christin Hume/Unsplash)

Minyak rosemary

Rosemary adalah minyak esensial lain yang dapat menghilangkan rasa sakit. Beberapa peneliti menyatakan bahwa tanaman rosemary, Rosmarinus officinalis L., dapat membantu mengobati sakit kepala, nyeri otot dan tulang, serta kejang. Rosemary juga dapat mengurangi peradangan, mengendurkan otot polos, dan meningkatkan daya ingat.

Minyak lavender

Minyak esensial lavender dapat membantu meredakan nyeri secara alami. Orang menggunakan minyak lavender untuk menghilangkan rasa sakit, membantu tidur, dan meredakan kecemasan. Sebuah studi skala kecil tahun 2012 menemukan bahwa menghirup minyak lavender dapat mengurangi rasa sakit yang terkait dengan sakit kepala migrain.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa minyak lavender memiliki efek pereda nyeri, anti-inflamasi, dan antioksidan pada hewan.

Pereda Nyeri Alami untuk kurangi rasa sakit

Ilustrasi es batu (dok. Pixabay.com/Putu Elmira)
Ilustrasi es batu (dok. Pixabay.com/Putu Elmira)

Kompres hangat atau es

Kompres panas dan es langsung ke tempat nyeri dapat membantu meredakan nyeri. Kompres es bisa membantu mengurangi pembengkakan dan peradangan segera setelah mengalami ketegangan otot, tendon, atau ligamen dapat meredakan nyeri. Setelah kompres es dan peradangan menghilang, kompres panas membantu mengurangi kekakuan yang muncul akibat keseleo dan otot tegang.

Meditasi

Meditasi juga bisa membantu mengurangi nyeri tubuh. Tinjauan sistematis dan meta-analisis tahun 2017 mengamati 38 studi dan akhirnya menyimpulkan bahwa meditasi penuh kesadaran dapat memperbaiki gejala nyeri, depresi, dan kualitas hidup.