10 Perusahaan Duduki Peringkat Atas Forbes 2021 World’s Best Employers

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah perusahaan di dunia memberikan kesejahteraan atau setidaknya perhatian lebih kepada karyawan. Langkah tersebut tentu saja untuk memberikan kenyamanan.

Forbes pun menjalankan survei kepada perusahaan di dunia yang disukai oleh karyawan dan menjadi tempat kerja terbaik. Hasil dari survei tersebut kemudian dituangkan dalam daftar Forbes World’s Best Employers 2021.

Ketika perusahaan lain mulai merekrut pekerja musiman untuk menghadapi musim liburan yang sibuk, perusahaan retail AS Target justru memilih untuk memperkerjakan lebih sedikit karyawan.

Menurut Target, langkah ini memberikan penawaran yang lebih fleksibel dalam bentuk pilihan shift tambahan kepada karyawan. Tentu saja, akan memiliki peluang memperoleh upah yang lebih tinggi.

Target mengumumkan akan memberikan tambahan upah sebesar USD 2 (Rp 28 ribu) per jam, di atas upah minimum sebesar USD 15 (Rp 211 ribu), bagi karyawan yang bekerja di akhir pekan dan hari libur.

Melansir dari Forbes, Senin (18/10/2021), perhatian yang lebih kepada karyawan tersebut membawa Target menempati peringkat ke-25 dalam daftar Forbes 2021 World’s Best Employers.

Jumlah karyawan yang semakin berkurang dalam beberapa bulan terakhir menyebabkan perusahaan menawarkan kompensasi yang kompetitif untuk menarik dan mempertahankan karyawan. Selain memberikan bonus, Target menginvestasikan USD 200 juta selama 4 bulan ke depan untuk memberikan bantuan pendidikan kepada karyawan.

Perusahaan retail tersebut adalah satu dari 236 perusahaan AS yang berhasil masuk dalam daftar Forbes. Adapun total perusahaan yang masuk dalam World’s Best Employers sebanyak 750 perusahaan.

Perusahaan Jerman menempati 91 posisi, diikuti oleh perusahaan China yang menempati 57 posisi.

Peringkat 10 teratas masih didominasi oleh perusahaan teknologi, seperti Samsung (Peringkat 1), IBM (Peringkat 2), dan Microsoft (Peringkat 3). Amazon menempati peringkat ke-4 terlepas dari adanya tuduhan diskriminasi rasial dan kehamilan, serta ketidakadilan pada pembayaran upah.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tidak Hanya Target

Pekerja memindai barang ketika mencari pesanan pelanggan di pusat gudang toko online Amazon usai resmi dibuka di Singapura, Kamis (27/7). Amazon telah meluncurkan layanan pengiriman Amazon Prime Now di Negeri Singa itu. (AP Photo/Joseph Nair)
Pekerja memindai barang ketika mencari pesanan pelanggan di pusat gudang toko online Amazon usai resmi dibuka di Singapura, Kamis (27/7). Amazon telah meluncurkan layanan pengiriman Amazon Prime Now di Negeri Singa itu. (AP Photo/Joseph Nair)

Serupa dengan Target, Amazon juga menginvestasikan USD 1,2 miliar hingga 2025 mendatang untuk memberikan bantuan pendidikan. Mulai Januari, lebih dari 750 ribu karyawan gudang Amazon, termasuk 400 ribu yang sudah bergabung sejak awal pandemi, bisa mendapatkan gelar associate dan sarjana, serta ijazah SMA, sertifikat GED dan ESL secara gratis.

Wakil Presiden Pengembangan Tenaga Kerja Amazon Ardine Williams berkata, “Kami ingin menempatkan orang ke jenjang karier. Mereka mungkin memiliki tujuan karier yang berbeda dari apa yang tersedia di Amazon.”

Selama berada di Amazon, karyawan bisa bergabung dengan salah satu dari 13 grup afinitas, termasuk Black Employee Network dan Amazon Women in Engineering. Grup ini membantu merekrut dan mempertahankan keberagaman karyawan dan bermitra dengan Historically Black Colleges and Universities (HBCU), universitas yang melayani komunitas kulit hitam.

Selanjutnya, Dell yang menempati peringkat ke-7 menerapkan model kerja jarak jauh (Work from Home) setelah mengadopsi model hybrid (campuran) lebih dari satu dekade lalu.

Chief Human Resources Dell Jenn Saavedra mengemukakan bahwa transisi tersebut menghasilkan keseimbangan, keterlibatan, dan produktivitas yang lebih besar, serta keragaman.

“Kami mendefinisikan pekerjaan sebagai output sehingga mampu menemukan kumpulan bakat. Kami percaya bahwa ada bakat luar biasa di mana pun,” kata Saavedra.

10 Perusahaan Teratas dalam Forbes 2021 World’s Best Employers

Agar lebih terbuka, Microsoft akan segera merombak kantor pusatnya yang berlokasi di Redmond, Washington.
Agar lebih terbuka, Microsoft akan segera merombak kantor pusatnya yang berlokasi di Redmond, Washington.

Forbes melakukan kerja sama dengan perusahaan riset pasar Statista untuk merilis daftar World’s Best Employers 2021. Survei dilakukan kepada 150 ribu pekerja tetap dan paruh waktu di perusahaan atau institusi multinasional dari 58 negara.

Semua survei bersifat anonim sehingga memungkinkan peserta secara terbuka menyampaikan pendapatnya. Mereka diminta memberikan rekomendasi perusahaan tempatnya bekerja kepada teman atau keluarga.

Selain itu, mereka juga memberikan evaluasi positif atau negatif untuk perusahaan lain di industri masing-masing. Peserta menilai perusahaan berdasarkan beberapa aspek, seperti citra perusahaan, ekonomi, pengembangan karyawan, kesetaraan gender, dan tanggung jawab sosial.

Berikut adalah 10 perusahaan dunia yang menempati peringkat teratas di daftar World’s Best Employers:

1. Samsung Electronics (Korea Selatan)

Industri: Konglomerat

2. IBM (AS)

Industri: Semikonduktor, Elektronik, Perangkat Keras dan Peralatan Teknologi

3. Microsoft (AS)

Industri: IT, Internet, Perangkat Lunak dan Layanan

4. Amazon (AS)

Industri: IT, Internet, Perangkat Lunak dan Layanan

5. Apple (AS)

Industri: Semikonduktor, Elektronik, Perangkat Keras dan Peralatan Teknologi

6. Alphabet (AS)

Industri: IT, Internet, Perangkat Lunak dan Layanan

7. Dell Technologies (AS)

Industri: Semikonduktor, Elektronik, Perangkat Keras dan Peralatan Teknologi

8. Huawei (China)

Industri: Layanan Telekomunikasi dan Pemasok Kabel

9. Adobe (AS)

Industri: IT, Internet, Perangkat Lunak dan Layanan

10. BMW Group (Jerman)

Industri: Otomotif

Reporter: Shania

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel