10 Pesta Gol yang Gokil Banget Bikin Bahagia Sejahtera Para Fan : MU, Arsenal dan Liverpool Keroyokan Nih

Bola.com, Jakarta - Jurgen Klopp senang bukan main. Hasil 9-0 yang dituai Liverpool atas Bournemouth pada laga terakhir Premier League 2022/2023 akhir pekan lalu, membuat pelatih asal Jerman itu tak kuasa menahan gembira.

Maklum, hasil tersebut menjadi tripoin pertama The Reds dalam empat laga. Hal itu sekaligus momen kebangkitan setelah beberapa waktu lalu mereka takluk 1-2 dari Manchester United (MU).

 

Reaksi Bagus

"Kami menunjukkan keinginan untuk bereaksi pasca hasil mengecewakan. Kami kembali menjadi diri sendiri dan bermain secara spesifik. Gol-gol ini sangat mengagumkan," kata Klopp, dilansir laman resmi klub, Minggu (28/8).

Gol-gol The Reds berasal dari serombongan pemain. Mereka antara lain Luis Diaz (2 gol), Harvey Elliott, Trent Alexander-Arnold, Roberto Firmino (2 gol), Virgil Van Dijk, Fabio Carvalho, serta gol bunuh pemain Bournemouth, Chris Mepham.

 

Naik Peringkat

Donasi tiga angka membuat The Kop naik ke peringkat 9 klasemen sementara Liga Ingris 2022/2023. Mereka terpaut tujuh angka dari Arsenal, yang berada di puncak berkat koleksi 12 poin.

Di pentas seketat Premier League, tim yang juga pernah menang dengan pesta gol adalah Manchester United, Newcastle United, Tottenham Hotspur, Chelsea, Manchester City, serta Leicester City. Mau tahu kisah lengkapnya? Yuk simak info di bawah!

 

Manchester United vs Ipswich Town, 9-0 (4 Maret 1995)

Andy Cole menciptakan hat-trick sempurna ketika Manchester United pesta gol 9-0 ke gawang Ipswich Town musim 1994/1995. Sebenarnya ia tak hanya menyumbangkan tiga gol saja, melainkan lima gol dan tercatat sebagai pemain pertama yang pernah melakukannya di Liga Inggris. (Foto: PA/AFP/Owen Humphreys)
Andy Cole menciptakan hat-trick sempurna ketika Manchester United pesta gol 9-0 ke gawang Ipswich Town musim 1994/1995. Sebenarnya ia tak hanya menyumbangkan tiga gol saja, melainkan lima gol dan tercatat sebagai pemain pertama yang pernah melakukannya di Liga Inggris. (Foto: PA/AFP/Owen Humphreys)

Seminggu sebelumnya, MU yang bercokol di peringkat kedua klasemen sementara Liga Inggris kalah 0-1 di Goodison Park, kandang Everton. Berkaca dari kekalahan tersebut, skuad besutan Alex Frguson mampu bangkit dan meraih kemenangan besar atas Ipswich Town di Old Trafford.

Tak tanggung-tanggung, Setan Merah menang sembilan lesakan tanpa balas. Bintang MU, Eric Cantona, absen. Hal itu berlatar sang pemain menendang dada seorang penggemar Crystal Palace.

 

Newcastle United vs Sheffield Wednesday, 8-0 (19 September 1999)

Mentas di St James' Park pada hari Minggu 19 September 1999, kedua tim sama-sama mengincar kemenangan. Baik Newcastle maupun Sheffield Wednesday memulai musim dengan sangat buruk.

Ini adalah laga kandang pertama Bobby Robson setelah dipercaya sebagai juru taktik Newcastle dua minggu sebelumnya menggantikan Ruud Gullit. Tiga hari sebelum pertandingan melawan The Owls, Robson membantu Newcastle meraih kemenangan kompetitif pertama mereka di musim 1999/2000, ketika menekuk CSKA Sofia di Piala UEFA.

Bermain di kandang sendiri, Newcastle yang penuh percaya diri melibas Sheffield Wednesday tanpa ampun 8-0. Newcastle terus meningkat secara drastis dan menyelesaikan musim itu dengan finis di posisi ke-11. Alan Shearer mengemas 23 gol Liga Premier - hanya Kevin Phillips yang mencetak lebih banyak gol pada musim 1999-2000 (30).

 

Tottenham Hotspur vs Wigan Athletic, 9-1 (22 November 2009)

Wigan Athletic babak belur saat bertandang ke White Hart Lane. Hanya bisa mencetak sebiji gol, Wigan dibombardir dengan sembilan lesakan.

Tottenham masih satu-satunya tim dalam sejarah Liga Premier yang mencetak lebih dari enam gol dalam satu babak pertandingan dan Jermain Defoe adalah satu-satunya pemain di kompetisi yang telah mencetak lima gol dalam satu babak.

 

Chelsea vs Wigan Athletic, 8-0 (9 Mei 2010)

Adu argumen antara Frank Lampard (kiri) dan Didier Drogba saat eksekusi penalti di laga Chelsea versus Wigan Athletic di Stamford Bridge, 9 Mei 2010. Chelsea unggul 8-0 dan juara. AFP PHOTO / CARL DE SOUZA
Adu argumen antara Frank Lampard (kiri) dan Didier Drogba saat eksekusi penalti di laga Chelsea versus Wigan Athletic di Stamford Bridge, 9 Mei 2010. Chelsea unggul 8-0 dan juara. AFP PHOTO / CARL DE SOUZA

Chelsea memenangkan pertandingan kandang terakhir mereka 7-0 melawan Stoke City pada bulan April. Pada bulan sebelumnya, mereka telah menikmati kemenangan 7-1 di Stamford Bridge melawanAston Villa.

Kini, The Blues menang 8-0 atas Wigan Athletic. Didier Drogba, bitang Chelsea, hat-trick. Tiga gol membantu Drogba mengemas 29 gol terbaik dalam karier pada musim 2009/2010 dan memenangkan sepatu emas Liga Premier di depan Wayne Rooney (26).

Sementara itu, rekan setimnya, Frank Lampard, membuat dua assist dan mengakhiri musim dengan 14 gol tertinggi di liga.

 

Chelsea vs Aston Villa, 8-0 (23 Desember 2012)

Aston Villa menjadi korban keganasan The Blues kala keduanya bentrok di Stamford Bridge, hanya dua hari sebelum Natal tiba. Tak ada perlawanan, Aston terkubur 8-0.

Kekalahan yang menyakitkan sekaligus tak terduga, mengingat dalam lima duel sebelumnya Aston Villa tak pernah keok. Apalagi, sebelum menyambangi The Blues, mereka sukses mengalahkan Liverpool 3-1 di Anfield.

 

Southampton vs Sunderland, 8-0 (18 Oktober 2014)

Menjelang pertandingan, pelatih Southampton, Ronald Koeman, menyatakan,"Ini akan sulit karena Sunderland adalah lawan yang kuat dengan pertahanan dan organisasi yang baik,".

Akan tetapi, ketakutan legenda Belanda tersebut tak terbukti sama sekali. Tuan rumah pesta gol. Tiga gol di antaranya lantaran gol bunuh diri pemain tamu.

 

Manchester City vs Watford, 8-0 (21 September 2019)

Striker Manchester City, Raheem Sterling, merayakan gol yang dicetak ke gawang Watford pada laga Premier League 2019 di Stadion Etihad, Sabtu (9/3). Manchester City menang 3-1 atas Watford. (AP/Martin Rickett)
Striker Manchester City, Raheem Sterling, merayakan gol yang dicetak ke gawang Watford pada laga Premier League 2019 di Stadion Etihad, Sabtu (9/3). Manchester City menang 3-1 atas Watford. (AP/Martin Rickett)

Setelah dikalahkan Middlesbrough 1-8 pada Mei 2008, Manchester City berbalik menang telak 8-0 atas Watford pada 21 September 2019. Sebelum berangkan ke Stamford Bridge, Watford diliputi sikap optimistis bisa membawa pulang minimal satu angka.

Nyatanya, mereka dengan mudah dikalahkan. Ironisnya, saat laga baru berjalan 18 menit, City sudah unggul 5-0. Ini merupakan keunggulan terbanyak tercepat dalam satu pertandingan yang pernah diukir sebuah tim di Liga Inggris.

 

Southampton vs Leicester City, 0-9 (25 Oktober 2019)

Jelang Oktober 2019, Leicester City belum pernah memenangkan pertandingan Premier League pada hari Jumat. Sebelumnya, The Foxes mengalamu lima kekalahan dalam tujuh pertandingan.

Mereka akan mengakhirinya segera. Hasilnya memang cukup membanggakan. Bertandang ke kandang Southampton, St Mary's Stadium, The Foxes menang telak 9-0.

 

Manchester United vs Southampton, 9-0 (2 Februari 2021)

Boro-boro satu poin, Southampton justru terkapar tak berdaya di Old Trafford. Kekalahan telak 0-9 memaksa para penggawa The Saints meninggalkan lapangan pertandingan dengan kepala tertunduk.

Tanda-tanda kehancuran tim tamu sudah terlihat sejak kedua, menyusul kartu merah yang diberikan kepada Alexandre Jankewitz.

Sumber: theanalyst

Mulai Merangkak Nih MU dan Liverpool