10 Pestisida Alami untuk Tanaman, Aman dan Terjangkau

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Salah satu masalah yang dihadapi ketika berkebun adalah hama. Ada banyak hama yang bisa merusak tanaman seperti ulat, serangga, hingga kutu. Selain menggunakan pestisida kimia, Anda bisa membasmi hama tanaman dengan bahan alami.

Pestisida kimia tidak hanya beracun bagi lingkungan, tetapi juga bagi manusia dan hewan. Pestisida alami ini cukup aman digunakan. Bahan alami ini efektif membantu membasmi hama tetapi cukup aman untuk manusia dan lingkungan. Pestisida alami ini juga mudah dibuat dengan bahan-bahan yang sangat sederhana.

Pestisida ini bisa digunakan untuk tanaman hias, sayuran, dan tanaman-tanaman lain di kebun rumah. Berikut pestisida alami untuk tanaman yang dirangkum Liputan6.com dari The Spruce, Sabtu (7/11/2020).

Pestisida Alami untuk Tanaman

Ilustrasi bawang putih. (Gambar oleh congerdesign dari Pixabay)
Ilustrasi bawang putih. (Gambar oleh congerdesign dari Pixabay)

Bawang putih

Bawang putih memiliki sifat antibakteri, antivirus, dan antijamur alami. Ini bisa digunakan sebagai pestisida yang baik. Kupas dan hancurkan lima umbi bawang putih dan campur dengan 500 ml air. Biarkan bawang putih larut semalaman.

Tambahkan sedikit sabun pencuci piring ke dalam campuran, lalu saring melalui saringan halus. Encerkan cairan ini dalam satu galon air, lalu masukkan ke dalam botol semprot.

Semprotkan larutan ini ke tanaman sekali atau dua kali seminggu untuk mengendalikan sebagian besar hama serangga.

Tembakau

Nikotin dalam tembakau juga beracun bagi semua jenis serangga. Kumpulkan puntung rokok secukupnya untuk mendapatkan daun tembakau. Tempatkan tembakau pada kantung kain atau kaus kaki, rendam dalam satu liter air semalaman. Masukkan air rendaman ini ke botol semprot dan semprotkan pada tanaman.

Pestisida Alami untuk Tanaman

Ilustrasi Garam Credit: pexels.com/Lorena
Ilustrasi Garam Credit: pexels.com/Lorena

Garam

Garam epsom dapat ditaburkan di sekitar tanaman atau dilarutkan dalam air sebagai semprotan. Untuk membuat semprotan, larutkan satu cangkir garam dalam lima galon air, lalu tuangkan ke dasar semprotan dan oleskan ke tanaman yang terserang hama.

Campuran garam sangat efektif untuk siput dan kumbang. Pilihan lainnya adalah menaburkan garam di sekitar pangkal tanaman setiap minggu atau lebih. Ini akan mencegah hama, dan juga menambah magnesium ke tanah yang meningkatkan penyerapan nutrisi oleh tanaman.

Minyak sayur

Semprotan insektisida yang efektif dapat dibuat dengan dua bahan yang sangat sederhana: sabun dan minyak. Semprotan minyak bekerja dengan melapisi dan membekap serangga berbadan lunak, seperti kutu daun dan tungau.

Campurkan satu cangkir minyak sayur dengan seperempat cangkir sabun cair dan kocok dengan baik. Konsentrat ini dapat disimpan sampai Anda membutuhkannya. Saat merawat tanaman, campurkan satu sendok makan cairan pekat ini dengan empat cangkir air. Hasil terbaik membutuhkan aplikasi ulang seminggu sekali.

Pestisida Alami untuk Tanaman

ilustrasi cabai bubuk/copyright Unsplash/Alexander Ow
ilustrasi cabai bubuk/copyright Unsplash/Alexander Ow

Cabai

Cabai juga dapat membantu mengusir hama tanaman. Tempatkan segenggam cabai kering di dalam food processor dan haluskan hingga menjadi bubuk halus. Berhati-hatilah agar bubuk tidak mengenai kulit atau mata. Taburkan di sekitar tanaman taman untuk mengusir semut dan lalat putih. Anda juga bisa menambahkan 1/2 cangkir cabai bubuk ke dalam satu liter minyak hortikultura halus, dan semprotkan ke bagian atas dan bawah daun.

Lemon

Semprotan jeruk sederhana efektif membunuh kutu daun dan beberapa serangga bertubuh lunak lainnya. Parut kulit dari satu buah lemon, dan tambahkan ke dalam satu liter air mendidih. Biarkan campuran terendam semalaman, lalu saring melalui kain tipis atau saringan halus.

Tuang campuran ke dasar semprotan dan semprot ke bagian atas dan bawah daun pada tanaman yang terserang. Campuran ini harus bersentuhan dengan serangga agar efektif.

Pestisida Alami untuk Tanaman

Ilustrasi Tanaman Hias Credit: pexels.com/Daria
Ilustrasi Tanaman Hias Credit: pexels.com/Daria

Sabun

Campurkan tiga tetes cairan pencuci piring ringan dalam satu liter air. Satu sendok makan tambahan minyak goreng membantu campuran menempel pada daun. Semprotkan tanaman ke titik tanaman yang terserang hama. Tetapi jangan gunakan semprotan ini pada bunga atau saat suhu di atas 26 derajat Celcius untuk mencegah tanaman kering.

Ampas kopi

Taburkan ampas kopi di sekitar tanaman untuk menjauhkan siput, lintah, dan serangga lainnya. Bubuk kopi bersifat abrasif, ini bisa membantu hama berlendir seperti siput enggan mendekati tanaman. Ampas kopi juga bisa membantu menutrisi tanaman dengan mineral yang terserap dalam tanah.

Pestisida Alami untuk Tanaman

Ilustrasi menanam tomat (sumber: Unsplash)
Ilustrasi menanam tomat (sumber: Unsplash)

Larutan serangga

Anda mungkin merasa jijik namun tertarik untuk mengetahui bahwa seseorang dapat membuat semprotan serangga alami dari hama itu sendiri. Tidak ada yang tahu pasti mengapa hama menjadi musuh terbesar mereka sendiri ketika diterapkan pada tanaman, tetapi para peneliti berspekulasi mekanisme anti-kanibalisme atau adanya bahan kimia yang menghambat pemberian makan serangga.

Kumpulkan hama yang mengganggu dalam jumlah yang cukup untuk mengisi setidaknya satu sendok teh, dan haluskan dengan bagian belakang sendok. Tempatkan serangga yang sudah dihaluskan di kain katun tipis, dan rendam dalam dua gelas air semalaman. Untuk hasil terbaik, gunakan larutan serangga ini dalam tiga hari.

Daun tomat

Tanaman tomat, sebagai anggota keluarga nightshade, mengandung senyawa beracun yang disebut alkaloid di daunnya. Saat daun tomat dipotong, mereka melepaskan alkaloidnya. Ketika alkaloid tersuspensi dan diencerkan dengan air, mereka membuat semprotan yang mudah digunakan yang beracun bagi kutu daun, tetapi tetap aman di sekitar tanaman dan manusia.

Untuk membuat semprotan daun tomat, cukup potong satu atau dua cangkir daun tomat dan rendam dalam dua cangkir air. Biarkan terendam semalaman. Saring daunnya menggunakan kain tipis atau saringan halus, lalu tambahkan satu hingga dua cangkir air lagi ke dalam cairan dan tambahkan ke botol semprot.