10 Prediksi Piala Oscar 2021: Almarhum Chadwick Boseman dan Aktris Korea Youn Yuh Jung Cetak Sejarah

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Malam puncak Oscar 2021 digelar di Los Angeles, AS, pada Minggu (25/4/2021) atau Senin (26/4/2021) waktu Indonesia. Pencinta sinema dan pemerhati film mulai deg-degan terkait siapa saja peraih Piala Oscar termasuk film terbaik tahun ini.

Menilik peta kemenangan di berbagai festival film termasuk BAFTA, Golden Globes, dan SAG Awards, mulai terbaca siapa yang akan berjaya. Namun, Academy Awards yang tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-93 dikenal gemar bikin kejutan.

Laporan khas Showbiz Liputan6.com kali ini merilis prediksi pemenang Oscar di 10 kategori dari 23 yang dilombakan. Tahun lalu kami memprediksi 1917 menang, ternyata Parasite yang terpilih. Semoga prediksi kami tahun ini tak meleset. Amin. Simak, kuy!

1. Film: Nomadland

Nomadland. (Foto: Dok. Highwayman Films Hear/ Say Productions/ IMDb)
Nomadland. (Foto: Dok. Highwayman Films Hear/ Say Productions/ IMDb)

Digaungkan sebagai film terbaik BAFTA dan Golden Globes kategori drama, Nomadland kini jadi kandidat terkuat untuk memenangkan kategori utama Academy Awards tahun ini.

Prediksi kami menguat setelah mendapati fakta Nomadland berjaya di sejumlah festival film tua di AS dari Denver, Los Angeles, Detroit, hingga Kansas. Organisasi para produser AS via Producers Guild Awards juga sekapat menggelari karya Chloe Zhao sebagai yang terbaik.

2. Sutradara: Chloe Zhao

Chloe Zhao, sutradara Nomadland. (Foto: Instagram terverifikasi @nomadlandfilm)
Chloe Zhao, sutradara Nomadland. (Foto: Instagram terverifikasi @nomadlandfilm)

Beban berat disangga sineas perempuan keturunan Asia ini lantaran merangkap jabatan di bidang produksi, penyutradaraan, naskah, hingga menyunting adegan Nomadland. Inilah definisi multitasking di level tertinggi.

Chloe Zhao menang Sutradara Terbaik di BAFTA, Golden Globes, Directors Guild Awards AS, dan tak kurang dari 50 festival film lain sejagat. Membanggakan rasanya jika ia menjadi wanita Asia pertama peraih Sutradara Terbaik di Oscars.

3. Pemeran Utama Pria: Chadwick Boseman

Chadwick Boseman dalam Ma Rainey's Black Bottom. (Foto: Dok. Netflix/ IMDb)
Chadwick Boseman dalam Ma Rainey's Black Bottom. (Foto: Dok. Netflix/ IMDb)

Anomali diperlihatkan ajang penghargaan tertua bagi insan film Inggris, BAFTA. Ia memilih Anthony Hopkins (The Father) ketimbang Chadwick Boseman (Ma Rainey's Black Bottom). Ada memang, aktor meraih Oscar bermodal BAFTA tapi kalah di Golden Globes dan SAG Awards.

Alan Arkin dan Mark Rylance, misalnya. Namun Oscars cenderung suka wajah baru. Chadwick yang baru sekali dinominasikan berpeluang besar menjadi Pemeran Utama Pria Terbaik anumerta. Jika ini terjadi, ia mencetak sejarah sebagai almarhum pertama di kategori ini.

4. Pemeran Utama Wanita: Carey Mulligan

Carey Mulligan dalam Promising Young Woman. (Foto: Dok. FilmNation/ Focus Feature/ IMDb)
Carey Mulligan dalam Promising Young Woman. (Foto: Dok. FilmNation/ Focus Feature/ IMDb)

Apes menimpa Carey Mulligan. Tak digubris BAFTA, kalah pula di SAG Awards (oleh Viola Davis) dan Golden Globes yang memilih Andra Day. Namun perhatikan baik-baik. Promising Young Woman mengantar sang aktris menang di lebih dari 30 festival film di dunia.

Kalahnya Carey di SAG, BAFTA, dan Golden Globes bisa jadi karena isu keragaman, imbas Black Lives Matter dan Asian Hate yang berembus belakangan ini. Oscars bisa memilihnya sebagai kuda hitam. Perannya sebagai Cassandra sendiri menantang dan multi-layer.

5. Skenario Asli: Promising Young Woman

Promising Young Woman. (Foto: Dok. FilmNation/ Focus Feature/ IMDb)
Promising Young Woman. (Foto: Dok. FilmNation/ Focus Feature/ IMDb)

Digelari film dengan naskah provokatif seturut garis waktu yang menguatkan posisi Emerald Fennell plus menempatkan Carey Mulligan di bawah lampu sorot. Kekuatan thriller ini ada di naskah, editing, dan performa aktris utama. Poin plus pula bagi Fennell yang jadi sutradara.

Omong-omong naskah, kredibilitas Fennell diakui oleh BAFTA dan Writers Guild Awards, organisasi para penulis skenario se-AS. Penokohan dan kegilaan konflik Promising Young Woman aset langka di belantara thriller. Sudah saatnya, genre ini mendapat ruang.

6. Skenario Adaptasi: Nomadland

Nomadland. (Foto: Dok. Highwayman Films Hear/ Say Productions/ IMDb)
Nomadland. (Foto: Dok. Highwayman Films Hear/ Say Productions/ IMDb)

Naskah adaptasi racikan Chloe Zhao ini disanjung kritikus karena tak terjebak pada upaya mengecoh penonton. Ia fokus ke kedalaman cerita namun tetap sederhana. Intens sekaligus punya lapisan yang lezat untuk diasup audiens.

Nomadland banyak diunggulkan festival film independen namun disangsikan Golden Globe (memenangkan The Trial of Chicago No. 7), BAFTA (The Father), hingga Writers Guild Awards (Borat Subsequent Moviefilm). Kami masih yakin, Nomadland dilirik Oscars.

7. Film Animasi: Soul

Soul. (Foto: Walt Disney/ Pixar/ IMDb)
Soul. (Foto: Walt Disney/ Pixar/ IMDb)

Jujur saja, ini kategori yang tak terasa unsur kompetisinya. “Terawang gaib” kami memproyeksikan Soul tak hanya menang Film Animasi tapi juga Tata Musik Terbaik. Dua kategori ini telah di-ACC Golden Globes dan BAFTA.

Berkaca pada sejarah, mayoritas film animasi terbaik Oscar adalah cerminan selera komite juri Annie Awards, ajang kontes film animasi prestisius sejagat. Di sana, Soul panen tujuh piala termasuk Film Animasi Terbaik. Masih sangsi?

8. Lagu Tema Film: “Speak Now”

One Night In Miami. (Foto: ABKCO/ Snoot Entertainment/ IMDb)
One Night In Miami. (Foto: ABKCO/ Snoot Entertainment/ IMDb)

Oke, hati kecil kami berharap “Io Se (Seen)” dari film The Life Ahead, karya Diane Warren menang, mengingat sang komposer telah 12 kali dinominasikan tapi belum sekali pun bawa pulang piala. “Husavik” dari Eurovision Song Contest: The Story of Fire Saga juga superkeren.

Mereka harus melawan “Speak Now” karya Leslie Odom Jr. dan Sam Ashworth. Aransemen simpel dengan notasi melodius, ditingkahi vokal empuk Leslie menjadikannya senjata bertenaga untuk menghidupkan kisah One Night In Miami. “Speak Now” kandidat terkuat.

9. Pemeran Pendukung Pria: Daniel Kaluuya

Daniel Kaluuya dalam Judas and The Black Messiah. (Foto: Dok. Participant/ Bron Creative/ IMDb)
Daniel Kaluuya dalam Judas and The Black Messiah. (Foto: Dok. Participant/ Bron Creative/ IMDb)

Seperti Film Animasi Terbaik, kategori ini bisa dibilang kurang terasa unsur tempurnya. Daniel Kaluuya memegang peran dominan dalam Judas and The Black Messiah meski tokoh Fred Hampton yang dimainkannya “hanya” pendukung cerita.

Beban berat di pundak Daniel dieksekusi dengan brilian. Tak heran jika Golden Globe, BAFTA, dan SAG Awards kompak memberinya piala. Oscars akan mendapat “serangan balik” dari segala penjuru jika melawan arus.

10. Pemeran Pendukung Wanita: Youn Yuh Jung

Youn Yuh Jung dalam Minari. (Foto: A24/ IMDb)
Youn Yuh Jung dalam Minari. (Foto: A24/ IMDb)

Soon-ja yang diperankan Youn Yuh Jung adalah nenek “enggak ada akhlak” jika meminjam istilah populer netizen zaman now. Terampil main kartu dan hobi nonton acara smackdown, namun di tangan sang aktris, Soon-ja tak sekadar badut untuk menyemarakkan kisah Minari.

Posisinya krusial dalam menghidupkan kisah indah ini. Memenangi 38 festival film untuk Pemeran Pendukung Wanita Terbaik, Youn Yuh Jung nomine terkuat Oscar 2021. Golden Globes memang tak melirik karena kadung mengunci Minari untuk Film Berbahasa Asing Terbaik.