10 Reaksi Warganet Indonesia Terkait Rencana Naturalisasi Tambahan Timnas Indonesia : Ada Yang Bikin Baper dan Auto Senyum-senyum Sendiri

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia masih melakukan pemusatan latihan di Turki guna memersiapkan diri bertempur di pentas Piala AFF 2020. Pasukan Shin Tae-yong akan menggelar uji coba terakhir sebelum ke Singapura pada Kamis (25/11/2021), di Gloria Sports Arena.

Sang lawan adalah Myanmar, yang juga partisipan di panggung Piala AFF 2020. Hasil dari pertandingan tersebut akan menjadi evaluasi bagi jajaran tim pelatih sebelum menentukan pemain inti yang akan terdaftar di Piala AFF 2020.

Berada jauh dari Tanah Air tak serta merta membuat suasana dingin informasi terkait Timnas Indonesia. Sebaliknya, ada beberapa isu hangat yang memancing gerak warganet +62.

Satu di antara yang paling kentara adalah naturalisasi. Yup, PSSI masih membuka kemungkinan untuk menambah deretan pemain berkategori naturalisasi. Hal itu sesuai dengan rencana Shin Tae-yong agar menambah pemain berkualitas untuk bersaing di Piala AFF 2020 dan event-event berikutnya.

Khusus di Piala AFF 2020, Indonesia tak akan mudah lolos ke babak semifinal. Tim Merah Putih bergabung dengan Vietnam, Laos, Kamboja dan musuh bebuyutan, Malaysia.

Oleh karena itu, kemunculan beberapa nama naturalisasi menjadi perbincangan hangat di kalangan netizen. Seperti diketahui, ada prospek untuk mendatangkan pemain seperti Sandy Walsh, Kevin Diks, Shayne Pattynama dan penyerang asal SC Cambuur, Ragnar Oratmangoen.

Masih ada juga dua nama lain yang sudah erat, yakni eks timnas junior Spanyol, Jordi Amat dan Mees Hilgers. Setidaknya ada 11 komentar pilihan redaksi yang bisa membuat kalian merasakan beragam ekspresi.

Kritik dan Asa

Timnas Indonesia malah kembali membobol gawang Chinese Taipei saat telah memasuki injury time lewat serangan balik. Witan Sulaeman melakukan penetrasi ke kotak penalti lawan sebelum akhirnya melepas tembakan mendatar yang mulus menggetarkan jala gawang Chinese Taipei. (Dok. PSSI)
Timnas Indonesia malah kembali membobol gawang Chinese Taipei saat telah memasuki injury time lewat serangan balik. Witan Sulaeman melakukan penetrasi ke kotak penalti lawan sebelum akhirnya melepas tembakan mendatar yang mulus menggetarkan jala gawang Chinese Taipei. (Dok. PSSI)

Komentar pertama ini bernada positif sekaligus kritikan. Arif Setiawan, pemilik akun mikroblogging Twitter, @_setianrif berpendapat, apa yang dilakukan PSSI terkait naturalisasi memiliki nilai bagus.

"Dalam jangka pendek Timnas butuh pemain keturunan untuk kualifikasi Piala Asia 2023," tulisnya. Namun, pada kalimat berikutnya, ada nada kritik serta asa. "Kalau mau pemain pribumi ya mulai dari sekarang serius pembinaan pemain muda, benahi kompetisi lokal, datangkan pelatih2 hebat ke klub liga Indonesia, kirim pemain ke liga2 top luar negeri," ujar Arif.

Kritikan tajam menjadi milik komentar kedua, yakni dari akun @emha_Adarmawy. "Melawan Afghanistan (negri yg porak poranda akibat perang) saja kalah. Lantas apa yg bisa dibanggakan dari Timnas kita?. Kerja PSSI ngapain aja sih, apa cuma jadi agen Naturalisasi?" tulisnya.

Sementara itu, pemilik akun @@Augly14 memberi ekspresi terkait keinginan Shin Tae-yong mengambil pemain lagi. "Busettt dah, pantes STY ngebet naturalisasi beberapa pemain yang main di luar, fisik nya aja segitu ga bisa di adu itu sama pemain lokal apalagi visi nya," katanya.

Hal berbau konstruktif juga datang dari @Najihul_hk. "Mau naturalisasi berapa banyakpun kalo pemain lokal indonesia bagus-bagus sih gak masalah.. yang dipanggil tentu yg terbaik menurut pelatih.. intinya jangan takut bersaing," tulisnya.

Gambaran Positif

Evan Dimas mencetak gol pertama Timnas Indonesia ke gawang Chinese Taipei dalam leg pertama babak Play-off Kualifikasi Piala Asia 2023 di Chang Arena, Buriram, Kamis (7/10/2021). (PSSI).
Evan Dimas mencetak gol pertama Timnas Indonesia ke gawang Chinese Taipei dalam leg pertama babak Play-off Kualifikasi Piala Asia 2023 di Chang Arena, Buriram, Kamis (7/10/2021). (PSSI).

Gambaran tentang efek positif sekaligus nada harapan juga tertera pada cuitan @CelanaKotak_. Ia menulis, sejauh ini hanya Cristian Gonzales saja yang memberi efek positif, sedangkan yang lain hanya heboh di berita saja.

"Skill pemain yang dinaturalisasi juga tergolong biasa aja. Terlebih abis dinaturalisasi, lanjut main di Liga Indonesia. Yaa jadi makin ancur," tulis akun tersebut. Hal tersebut mungkin bisa diperdebatkan, tapi setidaknya itulah kata netizen Indonesia.

Kritikan juga datang dari cuitan @AgungJeconiah. "Entah apapun namanya naturalisasi atau pemain keturunan. Dengan liga yang seperti ini, konfederasi yg gak jelas, pembinaan usia muda yg katanya sedang diusahakan.. Hmmm.. Yah liat aja lah.. Mampu membawa timnas berprestasi atau justru sebaliknya," katanya.

Bisa Apa?

Bek Timnas Indonesia, Asnawi Mangkualam. (Instagram PSSI).
Bek Timnas Indonesia, Asnawi Mangkualam. (Instagram PSSI).

Keriuhan terkait rencana tambahan naturalisasi juga terjadi di dunia Instagram. Akun @hary_naning_2526 berpendapat, tanpa pemain keturunan, Timnas Indonesia bisa apa?

"Para pemain keturunan juga berhak main di Timnas Indonesia, itu yg diminta Coach STY adalah pemain keturunan, alias masih ada darah Indonesia., bukan naturalisasi yang tinggal comot aja pemain dari luar," jelas @hary_naning.

Ujaran terakhir, alias yang ke-10, terkait fungsi pemain naturalisasi datang dari pemilik akun Instagram @06_ggyu. "Kalo mau bersaing d tingkat asia mending manfaatkan pemain keturunan, soalnya pemain keturunan posturnya lebih lebih tinggi dari pada pemain dagelan..tapi kalo mau berproses sampai 100 tahun ke depan untuk bersaing di asia ya nggak apa pemain lokal," tulisnya.

Kini, publik Indonesia berharap para petinggi PSSI dan pengelola Timnas Indonesia bisa memberikan solusi terbaik. Setidakya, siapapun pemain yang 'diolah' Shin Tae-yong, harus bisa memberikan yang terbaik, setidaknya juara di pentas Piala AFF 2020.

Sumber : Twitter, Instagram

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel