10 Ribu Rumah Rp 80 Juta di Makassar

  • Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Tempo
    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    TEMPO.CO, Surakarta - Pembangunan jalan tol yang menghubungkan dua kota terbesar di Indonesia, Jakarta dan Surabaya, berdampak menyusutnya lahan pertanian. …

  • Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNnews.com
    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNNEWS.COM - Sekitar 75 persen dari penduduk Indonesia memenuhi kehidupannya dengan uang kurang dari 4 dollar AS per hari. …

  • Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    Merdeka.com
    Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    MERDEKA.COM. Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) menilai, sejak Presiden SBY mengeluarkan Instruksi Presiden No.15 Tahun 2011 tentang Perlindungan Nelayan, armada perikanan nasional justru bertumpuk di perairan kepulauan. …

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR -- Organisasi pengembang perumahan yang tergabung dalam Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Appersi) Sulsel, mulai Februari 2013 akan merealisasikan pembangunan 10 ribu unit rumah murah di pinggiran Kota  Makassar, Gowa, dan Maros.

Rumah yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) ini, kata Ketua DPD Apersi, Irianto Ahmad, akan dijual dikisaran Rp 80 juta hingga Rp 100 juta. "Makassar ini punya prospek bangun 10 ribu unit  rumah khusus," katanya kepada Tribun, Rabu (2/1/2012).

Rencana pembangunan rumah kelas menengah ke bawah itu, jelasnya, merupakan kelanjutan dari program pembangunan tahun 2012, yang sudah mencapai 5 ribu unit.

Ditemui di gedung DPRD Kota Makassar, Jl AP Pettarani, Makassar, Irianto mengungkapkan, beberapa daerah yang menjadi lokasi pembangunan adalah mencakup wilayah SulselBar, meliputi Makassar, Mamuju, Luwu, Wajo, dan Pinrang, dan Palopo.

Appersi, jelas Irianto, optimistis target 10 ribu unit rumah type 18 dan 21 ini bisa terealisir menyusul penerbitan skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) dan pembatasan uang muka KPR 30 persen yang diberlakukan tahun ini. "Kita fokus dulu untuk Makassar baian barat, yang berbatasan dengan Gowa dan Maros," katanya.

Optimisme organisasi yang merupakan sempalan dari Real Estat Indonesia (REI) ini juga didukung oleh kebijakan pemerintah nasional. Pemerintah, melalui kementerian perumahan rakyat, memproyeksikan penjualan rumah untuk MBR sebanya 220 ribu unit.

Setelah terbitnya FLPP, proyeksinya direvisi menjadi 170.000-180.000 unit dan kembali berubah menjadi 120.000 unit. "Kini, targetnya menjadi 100.000 unit. Nah, untuk mencapai angka 100.000 saja sulit terealisasi," ujarnya.

Dia menjelaskan dari catatan Appersi hingga Desember 2012 rumah yang terjual secara nasional 20.000 unit, sehingga masih ada 80.000 unit rumah MBR yang sulit dijual, khusus untuk Sulsel saja, dari target 10 ribu tahun lalu baru terealisasi 5 ribu unit, makanya kami tetap menarget bisa membangun 10 ribu untuk tahun ini.

Irianto menuturkan target menjadi sulit dikejar karena para pengembang sulit mengejar penjualan rumah MBR.

Karena tidak ada keterjangkauan yang seimbang antara bagaiamana pengembang mendapatkan keuntungan dan user dapat nilai lebih dari huniannya, harusnya walau harga rumah dinaikkan tapi pemerintah harus pandai memberikan subsidi dari hal infrastruktur perumahan.

"Mendukung pengembangan MBR memang harus bekerjasama dengan pemerintah dimana segala jenis inftarastruktur  harus disubsidi seperti jalan, drainase, air bersih, listrik, perijinan dan sertifikasi, sehingga pengembang,  dalam produksinya tidak merasa rugi, dan juga tidak ragu untuk membagun rumah MBR, ditengah gempuran perumahan mewah," tuturnya.

Demi mendukung program MBR ini, Apersi senantiasa mengajukan usulan kebijakan berupa perpanjangan waktu untuk kredit KPR nya, jika awalnya hanya 15 tahun kini diusuilkan perpanjangan tenor kreditnya  maksimal 20 tahun, ada ada suku bunga khusus bagi MBR.

Selain perpanjangan tenor diharapkan pula, pemberlakuan down payment tidak sama dengan kredit normal 30 persen, karena  harusnya lebih rendah yakni sekitar 10 persen. Usulan ini telah diprosek ke  DPP Apersi agar bisa ditindak lanjuti  ke Kemenpera.

Baca juga:

  • Apersi Jambi Target Bangun 4 ribu Rumah Subsidi
  • Villa Glory View Batam Tawarkan Cicilan Mulai Rp 2,3 Jutaan
  • BP Batam Sediakan 42.000 Kavling di 2012
  • Kemenpera Targetkan Bangun 180 Ribu Unit Rumah Swadaya
  • Investor Properti Terus Bidik Jatinangor
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...