10 Saham Catatkan Top Losers hingga 8 Januari 2021

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meningkat 4,66 persen selama sepekan dari 5.979,073 pada penutupan akhir 2020 menjadi 6.275 pada Jumat, 8 Januari 2021.

Seiring dengan menghijaunya IHSG, sejumlah data lainnya juga turut mencatatkan kenaikan. Di antaranya data kapitalisasi pasar saham yang meningkat sebesar 4,75 persen menjadi Rp 7.301,016 triliun, dari Rp 6.970,009 triliun pada pekan lalu.

"Rata-rata frekuensi harian selama sepekan mengalami peningkatan yang signifikan, yaitu sebesar 25,46 persen menjadi 1.486,659 kali transaksi, dibandingkan pada pekan sebelumnya dengan 1.184,964 kali transaksi,” sebut Sekretaris Bursa Efek Indonesia (BEI), Yulianto Aji Sadono seperti dikutip, Sabtu (9/1/2021).

Peningkatan selanjutnya terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian saham selama sepekan, yaitu sebesar 25,29 persen atau menjadi Rp 18,902 triliun, dari Rp 15,086 triliun pada penutupan pekan lalu.

Sementara itu, menurut Yulianto, rata-rata volume transaksi berubah sebesar 7,66 persen menjadi 21,750 miliar saham, dari 23,555 miliar saham pada pekan lalu.

10 Saham Catatkan Top Losers

Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas Indonesia, Jakarta, Senin (27/7/2020). Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,66% atau 33,67 poin ke level 5.116,66 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas Indonesia, Jakarta, Senin (27/7/2020). Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,66% atau 33,67 poin ke level 5.116,66 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Saham-saham yang catatkan penurunan signifikan selama periode 4-8 Januari 2021, berdasarkan data BEI dan RTI antara lain:

1.PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA)

Saham ZBRA melemah 29,57 persen ke posisi Rp 70 per saham. Saham ZBRA sempat berada di level tertinggi Rp 107 dan terendah Rp 81 per saham.

2. PT BPD Banten Tbk (BEKS)

Saham BEKS merosot 28,57 persen ke posisi Rp 70 per saham. Saham BEKS sempat berada di level tertinggi Rp 92 dan terendah Rp 70 per saham.

3. PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (PTSP)

Saham PTSP melemah 24,80 persen ke posisi Rp 2.790 per saham. Saham PTSP sempat berada di level tertinggi Rp 3.710 dan terendah Rp 2.790 per saham.

4. PT Pool Advista Finance Tbk (POLA)

Saham POLA melemah 24,39 persen ke posisi Rp 186 per saham. Saham POLA sempat berada di level tertinggi Rp 246 dan terendah Rp 186 per saham.

5. PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO)

Saham ALDO tergelincir 24,21 persen ke posisi Rp 432 per saham. Saham ALDO sempat berada di level tertinggi 570 dan terendah 432 per saham.

Selanjutnya

Papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Pada penutupan akhir tahun, IHSG ditutup melemah 0,95 persen ke level 5.979,07. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Pada penutupan akhir tahun, IHSG ditutup melemah 0,95 persen ke level 5.979,07. (Liputan6.com/Johan Tallo)

6. PT Buana Finance Tbk (BBLD)

Saham BBLD tergelincir 23,37 persen ke posisi Rp 282 per saham. Saham BBLD sempat sentuh level tertinggi Rp 364 dan terendah Rp 282 per saham.

7. PT Sejahteraya Anugrajaya Tbk (SRAJ)

Saham SRAJ susut 23,04 persen ke posisi Rp 157 per saham. Saham SRAJ sempat berada di level tertinggi Rp 199 dan terendah Rp 147 per saham.

8. PT Prima Cakrawala Abadi Tbk (PCAR)

Saham PCAR merosot 21,80 persen ke posisi Rp 434 per saham. Saham PCAR sempat berada di level tertinggi Rp 570 dan terendah Rp 434 per saham.

9. PT Meta Epsi Tbk (MTPS)

Saham MTPS susut 20,61 persen ke posisi Rp 131 per saham. Saham MTPS sempat berada di level tertinggi Rp 180 dan terendah Rp 130 per saham.

10. PT Duta Intidaya Tbk (DAYA)

Saham DAYA tergelincir 20,51 persen ke posisi Rp 310 per saham. Saham DAYA sempat berada di level tertinggi Rp 364 dan terendah Rp 300 per saham.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini