10 Saham Paling Lesu pada 20-24 Desember 2021

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) susut 0,59 persen pada 20-24 Desember 2021. IHSG merosot ke posisi 6.562,90 pada pekan ini. Pada pekan sebelumnya, IHSG berada di posisi 6.601,93.

Selain itu, kapitalisasi pasar merosot 0,57 persen dari Rp 8.278,74 triliun pada pekan lalu menjadi Rp 8.231,79 triliun. Investor asing melakukan aksi jual saham Rp 7,02 miliar pada 20-24 Desember 2021. Akan tetapi, sepanjang 2021, investor asing mencatat aksi beli bersih Rp 37,47 triliun.

Ada 769 saham yang aktif diperdagangkan pada pekan ini. Selama sepekan, sebagian besar sektor saham tertekan.Sektor saham transportasi memimpin pelemahan dengan turun 4,14 persen, diikuti sektor saham teknologi susut 2,38 persen, sektor saham kesehatan melemah 2,28 persen.

Selain itu, sektor saham infrastruktur tergelincir 1,79 persen, sektor saham properti susut 0,99 persen, sektor saham keuangan melemah 0,88 persen, sektor saham industri melemah 0,64 persen dan sektor saham non siklikal turun 0,09 persen.

Di tengah penurunan IHSG, ada sejumlah saham yang alami pelemahan terbesar pada 20-24 Desember 2021. Pelemahan saham tersebut bahkan hingga puluhan persen. Berikut 10 saham yang masuk top loser dikutip dari data BEI:

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Saham SNLK-NELY

Pekerja melintas di depan layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020).  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,34% ke level 5.014,08 pada pembukaan perdagangan sesi I, Senin (8/6). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja melintas di depan layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,34% ke level 5.014,08 pada pembukaan perdagangan sesi I, Senin (8/6). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

1.PT Sunter Lakeside Hotel Tbk (SNLK)

Saham SNLK turun 29,79 persen ke posisi Rp 1.190 per saham dari pekan lalu Rp 1.695 per saham.

2.PT KDB Tifa Finance Tbk (TIFA)

Saham TIFA turun 28,66 persen ke posisi Rp 560 per saham dari pekan lalu Rp 785 per saham.

3.PT Equity Development Investment Tbk (GSMF)

Saham GSMF turun 28,38 persen ke posisi Rp 212 per saham dari pekan lalu Rp 296 per saham.

4.PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA)

Saham SBMA turun 24,26 persen ke posisi Rp 356 per saham dari pekan lalu Rp 470 per saham.

5.PT Pelayaran Nelly Dwi Putri Tbk (NELY)

Saham NELY turun 23,90 persen ke posisi Rp 312 per saham dari pekan lalu Rp 410 per saham.

Saham KUAS-URBN

Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas Indonesia, Jakarta, Senin (27/7/2020). Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,66% atau 33,67 poin ke level 5.116,66 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas Indonesia, Jakarta, Senin (27/7/2020). Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,66% atau 33,67 poin ke level 5.116,66 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

6.PT Ace Oldfields Tbk (KUAS)

Saham KUAS turun 23,08 persen ke posisi Rp 90 per saham dari pekan lalu Rp 117 per saham.

7.PT Sejahteraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ)

Saham SRAJ melemah 22,69 persen dari Rp 432 per saham menjadi Rp 334 per saham.

8.PT Intan Baruprana Finance Tbk (IBFN)

Saham IBFN melemah 20 persen dari Rp 64 per saham menjadi Rp 80 per saham

9.PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR)

Saham AMAR melemah 19,62 persen dari Rp 525 per saham menjadi Rp 422 per saham.

10.PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN)

Saham URBN melemah 18,31 persen dari Rp 710 per saham menajdi Rp 580 per saham.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel